Aksi tawuran yang semakin meresahkan di beberapa wilayah Kota Medan menjadi sorotan publik setelah insiden yang melibatkan seorang anggota polisi, Aipda Abdul Rahman.
Pada malam yang penuh ketegangan itu, Aipda Abdul Rahman diberi tugas oleh atasan untuk membubarkan kerusuhan yang melibatkan kelompok remaja di Jalan Young Panah Hijau, Kecamatan Medan Labuhan.
Namun, tindakan heroik yang dilakukan untuk menertibkan tawuran tersebut justru berakhir dengan dirinya terluka parah akibat serangan para pelaku tawuran.
Kejadian ini semakin mempertegas pentingnya penanganan cepat terhadap kerusuhan remaja yang semakin meresahkan masyarakat sekitar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aipda Abdul Rahman Dilempari Batu oleh Para Pelaku Tawuran

Menurut informasi yang diperoleh dari kepolisian setempat, Aipda Abdul Rahman tiba di lokasi sekitar malam hari.
Setibanya di tempat tawuran, dirinya langsung diserang oleh sejumlah remaja yang terlibat dalam perkelahian.
Tanpa pemberitahuan lebih lanjut, para pelaku tawuran langsung melempari batu ke arah petugas yang sedang berusaha menertibkan mereka. Aipda Abdul Rahman pun terkena lemparan batu yang mengenai wajah dan matanya.
“Akibat aksi tawuran itu, saya kehilangan penglihatan di mata kanan saya. Hingga kini, saya masih menjalani perawatan intensif,” ujar Aipda Abdul Rahman.
Luka parah yang dialaminya mengharuskan Aipda Abdul Rahman untuk mendapatkan perawatan medis yang mendalam agar bisa memulihkan kondisinya.
Tanggapan Kabid Humas Polda Sumut
Kepolisian setempat, melalui Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan, membenarkan bahwa peristiwa pelemparan batu yang menyebabkan Aipda Abdul Rahman terluka memang terjadi.
Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa anggota Polsek Medan Labuhan tersebut kini sedang menjalani perawatan medis secara intensif.
“Kami berharap Aipda Abdul Rahman bisa segera pulih dan kembali bertugas. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kami bahwa anggota kami berisiko menghadapi berbagai bahaya saat menegakkan ketertiban,” jelas Kombes Pol Ferry Walintukan.
Insiden ini menambah daftar panjang peristiwa tawuran yang semakin marak di Kota Medan, khususnya di wilayah Medan Belawan.
Sebelumnya, pada Minggu (4/5/2025), seorang remaja dilaporkan tewas tertembak saat tawuran di Jalan Tol Belawan. Tawuran yang terjadi berawal dari bentrokan antara dua kelompok remaja yang saling menyerang dengan senjata tajam dan senjata api.
Kejadian tersebut membuktikan bahwa tawuran antar kelompok remaja sudah semakin berbahaya dan dapat berujung pada korban jiwa.
Tawuran Semakin Marak di Medan Belawan
Kecamatan Medan Belawan, yang sebelumnya dikenal sebagai daerah yang tenang, kini menjadi lokasi yang rawan tawuran antar kelompok remaja.
Pada Selasa (6/5/2025), Tawuran kembali terjadi di Lorong Stasiun Belawan. Kali ini, Kapolsek Belawan, AKP Ponijo, menjadi korban setelah terkena lemparan batu yang mengenai wajahnya.
AKP Ponijo langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis akibat luka yang dideritanya. Serangkaian peristiwa ini semakin memperburuk situasi keamanan di kawasan tersebut, yang sebelumnya dikenal cukup aman bagi warga sekitar.
Tindakan Kepolisian Mengatasi Tawuran
Setelah mendengar laporan mengenai tawuran yang meresahkan, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto segera merespons dengan cepat.
Kepolisian menurunkan sejumlah personel gabungan untuk menangani situasi tersebut dengan harapan bisa mengamankan wilayah yang terlibat tawuran dan membubarkan massa yang sedang berkerumun.
Operasi tersebut dilakukan dalam upaya untuk mengembalikan ketertiban dan mencegah terjadinya kerusuhan lebih lanjut yang dapat membahayakan masyarakat.
Hasil dari upaya keras aparat kepolisian ini membuahkan hasil, dimana sebanyak 9 orang pelaku tawuran berhasil diamankan.
Barang bukti berupa sejumlah senjata tajam yang digunakan oleh para pelaku tawuran juga berhasil ditemukan di lokasi.
Para pelaku tawuran tersebut langsung dibawa ke Mapolres Pelabuhan Belawan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga berjanji akan menindak tegas setiap pelaku tawuran yang meresahkan warga dan mengancam keselamatan jiwa.
Tawuran antar kelompok remaja di Medan semakin menjadi ancaman serius bagi keamanan dan ketertiban di kota tersebut.
Selain mengancam keselamatan jiwa para pelaku tawuran itu sendiri, kerusuhan semacam ini juga sangat meresahkan bagi masyarakat sekitar yang tidak terlibat langsung dalam aksi tawuran.
Keberadaan tawuran yang tidak terkendali menjadi cerminan dari masalah sosial yang lebih besar, seperti kurangnya pengawasan terhadap para remaja dan absennya edukasi yang cukup mengenai bahaya tawuran itu sendiri.
Situasi seperti ini menunjukkan betapa pentingnya upaya preventif dalam mencegah tawuran remaja.
Pihak kepolisian terus bekerja keras untuk menanggulangi masalah ini dengan lebih tegas, tetapi peran masyarakat juga sangat penting dalam menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya tawuran.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






