Redaksiku.com – Kisah tragis yang menimpa Faizah Soraya (42) kembali mengguncang publik setelah video terakhir Faizah viral dan menjadi sorotan warganet.
Video itu memperlihatkan kehangatan seorang ibu dan anak, yang kini berubah menjadi kenangan paling menyayat menyusul tragedi pembunuhan yang terjadi di rumah mereka di Medan.
Dalam unggahan terakhir di akun TikTok miliknya, Faizah tampak bercanda dan berinteraksi manis dengan putri bungsunya, SAS. Tidak ada satu pun tanda yang mengarah pada konflik besar, membuat publik gagal memahami bagaimana kemesraan itu dapat berubah menjadi tragedi memilukan.
Kasus ini semakin menyita perhatian setelah polisi menduga pelaku pembunuhan Faizah adalah anak kandungnya sendiri yang masih duduk di bangku kelas 6 SD. Ironi pahit inilah yang menjadikan video terakhir Faizah viral dan diperbincangkan luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dan juga kasus ini kini menjadi salah satu tragedi keluarga paling mengejutkan yang viral di Indonesia, dan publik terus menanti perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian.
Video Hangat yang Kini Berubah Jadi Luka Publik
Dalam video terakhir Faizah, terlihat kedekatan ibu-anak yang tampak begitu natural. Mereka mengikuti tren make up bersama dan bercanda tanpa beban. Suasana dalam video tersebut penuh tawamenambah pahitnya kenyataan bahwa beberapa tahun kemudian hubungan itu berakhir dengan kekerasan tragis.
Video itu awalnya hanya menjadi dokumentasi kecil seorang ibu. Namun, setelah kasus pembunuhan mencuat, warganet menyerbu unggahan tersebut, mengubahnya menjadi ruang berkabung dan duka kolektif.
Bagian paling menyayat adalah bagaimana Faizah berdiri tepat di belakang SAS, seolah melindungi putri bungsunya yang kini justru diduga sebagai pelaku.
Kronologi Pembunuhan yang Menghentak Warga Medan
Peristiwa pembunuhan terjadi pada Rabu, 10 Desember 2025, di kediaman mereka di Jalan Dwikora, Medan Sunggal, Sumatra Utara. Korban ditemukan dengan sejumlah luka tusukan di tubuhnya, diduga menggunakan pisau dapur yang ditemukan di lokasi.
Ketika tragedi terjadi, suami dan anak lainnya tidak berada di rumah. SAS disebut sebagai satu-satunya orang yang berada di TKP.
Warga sekitar mengabarkan mendengar suara gaduh, diikuti kepanikan sebelum pihak kepolisian datang dan mengevakuasi jenazah. Dugaan awal langsung mengarah pada SAS, yang kemudian dibawa ke Polrestabes Medan untuk pemeriksaan.
Sosok SAS yang Mengejutkan Tetangga
Bagi tetangga, SAS adalah anak yang selalu tersenyum dan memberikan salam sopan. Di sekolah, ia dikenal berprestasi dan kerap menjadi juara lomba. Tidak ada tanda-tanda SAS menyimpan kemarahan atau perilaku agresif.
Justru karena hal itu, warga sangat terkejut ketika polisi menyatakan SAS sebagai terduga pelaku. Mereka tidak pernah membayangkan gadis pendiam itu bisa melakukan tindakan ekstrem seperti membunuh ibunya sendiri.
Kontras antara kepribadian SAS dan tragedi yang terjadi membuat publik semakin terpukul.
Keluarga Tertutup, Banyak Misteri Tersimpan
Tetangga menggambarkan keluarga Faizah sebagai keluarga yang baik namun tertutup. Mereka jarang berinteraksi dan hampir tidak pernah bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
Minimnya komunikasi membuat warga tidak mengetahui apakah ada masalah internal yang terjadi di rumah tersebut.
Rumah mereka tampak harmonis dari luar, namun tak seorang pun benar-benar mengetahui bagaimana dinamika emosional yang berlangsung di dalam.
Keluarga tertutup ini kini menjadi perhatian publik yang penasaran dengan apa yang sebenarnya memicu tragedi ini.
Dugaan Motif Sakit Hati Mulai Mencuat
Seorang tetangga mengungkap bahwa SAS kemungkinan nekat melakukan perbuatannya karena sakit hati. Faizah disebut sering menegur atau memarahi SAS. Meski hal ini belum dipastikan secara resmi, dugaan motif ini menjadi pembicaraan hangat masyarakat.
Emaknya cerewet, mungkin sakit hati, ujar tetangga tersebut.
Jika benar, tragedi ini menjadi contoh ekstrem bagaimana konflik kecil yang tidak tertangani dapat berubah menjadi bencana besar.
Dampak Viral yang Menguak Luka Keluarga
Setelah video terakhir Faizah viral, banyak warganet menuliskan doa dan rasa pilu melihat perubahan drastis dalam kehidupan keluarga tersebut. Video yang dulu terasa hangat kini menjadi potongan kenangan yang tak akan pernah bisa dipulihkan.
Unggahan itu berubah menjadi ruang memorial digital, tempat publik menuliskan simpati untuk Faizah sekaligus kebingungan atas perilaku SAS.
Kasus ini menyingkap kenyataan pahit bahwa harmonisnya sebuah video tidak selalu menggambarkan harmonisnya kehidupan nyata.
Tragedi yang menimpa Faizah Soraya menyisakan luka mendalam, terlebih karena video terakhir Faizah memperlihatkan kedekatan yang kini mustahil dipahami setelah peristiwa mengerikan itu.
Warganet masih membanjiri unggahan tersebut, menjadikannya bukti betapa cepatnya kebahagiaan dapat berubah menjadi duka.
Kasus ini kini menjadi salah satu tragedi keluarga paling mengejutkan yang viral di Indonesia, dan publik terus menanti perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau






