Redaksiku.com – Kasus penganiayaan di bengkel Pontianak kembali jadi perhatian publik setelah video keributan di Jalan Gajahmada menyebar luas di media sosial.
Dalam video itu, tampak suara teriakan, adu mulut, dan aksi dorong – mendorong di dalam sebuah bengkel yang juga difungsikan sebagai tempat tinggal. Publik awalnya tidak tahu duduk perkaranya, hingga polisi mengungkap fakta lengkap peristiwa tersebut.
Ternyata sumber konflik berasal dari keinginan seorang nenek lanjut usia, Then Sui Eng, yang hanya ingin bertemu dua cucunya setelah sekian lama terpisah.
Niat tulus itu berubah menjadi konflik keluarga yang panas setelah ia dicegah oleh besannya sendiri. Keributan yang terjadi di depan banyak saksi itu dengan cepat direkam dan dibagikan warganet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Situasi yang memanas kemudian memicu rangkaian kekerasan fisik hingga berujung pada penetapan tersangka. Kini, penganiayaan di bengkel Pontianak tidak hanya menjadi persoalan keluarga, tetapi juga masuk ke ranah hukum yang ditangani kepolisian.
Kedatangan Nenek Berubah Jadi Pertemuan Emosional
Peristiwa penganiayaan di bengkel Pontianak bermula ketika Then Sui Eng mendatangi bengkel Masela untuk sekadar melihat cucu kandungnya. Sang nenek datang bersama saudara laki-lakinya, Hendra, karena ia merasa tidak bisa lagi menahan rindu.
Namun begitu masuk, ia langsung dihadang besannya. Penolakan itu membuat suasana berubah tegang. Then Sui Eng mencoba menjelaskan bahwa ia hanya ingin menanyakan kabar, tetapi besan terus bersikeras tidak mengizinkannya bertemu.
Pertengkaran verbal pun tak terhindarkan. Nenek itu bersuara gemetar, sementara besan menyahut dengan nada tinggi. Pertemuan yang harusnya menjadi momen hangat malah berubah penuh amarah dan emosi.
Cekcok Membesar, Warga Mulai Menghampiri TKP
Kehadiran Then Sui Eng menarik perhatian warga sekitar kasus penganiayaan di bengkel Pontianak, apalagi suara perdebatan semakin keras. Tidak sedikit penghuni sekitar yang berhenti sejenak untuk melihat apa yang terjadi di dalam bengkel itu.
Hendra, yang awalnya menunggu di luar karena menghormati privasi keluarga, langsung masuk ketika mendengar suara neneknya meninggi. Ia melihat bagaimana neneknya dihadang dan diperlakukan kasar.
Kondisi semakin tidak terkendali ketika kedua keluarga berselisih argumen mengenai hak bertemu cucu. Bengkel kecil itu pun mendadak dipenuhi emosi dan ketegangan dari dua pihak yang sama-sama keras mempertahankan pendirian.
Tiba-Tiba Dua Karyawan Bengkel Ikut Menyerang
Inilah titik yang membuat penganiayaan di bengkel Pontianak jadi viral. Ketika situasi semakin memanas, dua karyawan bengkel tiba-tiba masuk dan ikut mendorong Hendra.
Tanpa banyak bicara, salah satu karyawan memiting Hendra dari belakang, sementara karyawan lain memukul wajahnya. Aksi mereka cepat, agresif, dan mengejutkan semua yang berada di lokasi.
Hendra tak bisa melawan karena tubuhnya ditahan dari dua sisi. Dalam video yang beredar, terlihat jelas wajahnya dipukul hingga menyebabkan luka dan robekan di pipi. Suasana berubah kacau teriakan warga, suara barang jatuh, hingga jeritan Then Sui Eng yang ketakutan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






