Viral Oknum Nakes Bentak Pasien di Puskesmas Bangkinang, Pelayanan Kesehatan Disorot

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Oknum Nakes Bentak Pasien di Puskesmas Bangkinang, Pelayanan Kesehatan Disorot

Viral Oknum Nakes Bentak Pasien di Puskesmas Bangkinang, Pelayanan Kesehatan Disorot

Redaksiku.com – Kasus nakes bentak pasien ini memicu reaksi luas dari warganet. Banyak pihak menilai insiden tersebut mencederai nilai dasar pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan yang seharusnya mengedepankan empati, kesabaran, dan komunikasi yang manusiawi.

Pelayanan kesehatan kembali jadi bahan omongan publik. Kali ini, sorotan tajam mengarah ke Puskesmas Bangkinang Kota, Kabupaten Kampar, setelah sebuah peristiwa yang melibatkan oknum tenaga kesehatan viral di media sosial. Dalam unggahan yang beredar luas, seorang pasien disebut mendapatkan perlakuan kasar dan bentakan dari oknum nakes saat hendak mengakses layanan kesehatan.

Peristiwa ini dialami oleh seorang ibu rumah tangga bernama Susi Julianto, warga Kecamatan Bangkinang Kota. Kejadian tersebut berlangsung pada Senin pagi, saat Susi datang ke Puskesmas Bangkinang Kota untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata.

Kronologi Dugaan Nakes Bentak Pasien di Puskesmas

Masalah bermula ketika Susi hendak melakukan pendaftaran pelayanan di Puskesmas Bangkinang Kota. Sistem pendaftaran yang mengharuskan pemindaian barcode menjadi kendala, lantaran Susi mengaku tidak memahami alurnya dan ponsel miliknya tidak memiliki paket data aktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam situasi tersebut, Susi disebut meminta bantuan kepada petugas. Namun alih-alih mendapatkan penjelasan dengan nada yang menenangkan, ia justru merasa diperlakukan kasar oleh seorang oknum nakes berinisial VW. Dugaan nakes bentak pasien inilah yang kemudian memicu kekecewaan mendalam dari pihak keluarga.

Situasi semakin rumit ketika Susi diminta keluar untuk membeli paket data, padahal kondisi cuaca saat itu sedang hujan. Ia pun sempat meminta akses WiFi agar bisa menyelesaikan proses pendaftaran, namun permintaan tersebut disebut berujung pada ketegangan komunikasi.

Unggahan Anak Pasien Picu Kasus Jadi Viral

Kasus ini mencuat ke ruang publik setelah diunggah oleh anak kandung Susi, Defri Julian, melalui media sosial. Defri diketahui merupakan seorang artis nasional yang cukup dikenal publik. Dalam unggahannya, Defri menumpahkan kekesalan atas perlakuan yang diterima sang ibu.

Ia menegaskan bahwa fasilitas kesehatan bukan tempat untuk memaki atau merendahkan pasien. Unggahan tersebut langsung menyedot perhatian warganet dan membuat kasus nakes bentak pasien ini menyebar luas dalam waktu singkat.

Banyak netizen ikut menyuarakan pengalaman serupa terkait pelayanan kesehatan, sehingga kasus ini tidak lagi dipandang sebagai insiden tunggal, melainkan bagian dari persoalan yang lebih besar dalam sistem pelayanan publik.

Mediasi Digelar, Puskesmas Ambil Langkah Damai

Menanggapi viralnya kasus tersebut, pihak Puskesmas Bangkinang Kota bergerak cepat. Kepala Puskesmas Bangkinang Kota, dr Yudi Susanto, memfasilitasi mediasi antara pasien dan oknum nakes yang bersangkutan.

Mediasi berlangsung di kediaman Susi Julianto dan dihadiri oleh kedua belah pihak, termasuk keluarga masing-masing. Dalam pertemuan itu, para pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan saling memaafkan.

Meski demikian, kasus nakes bentak pasien ini tetap meninggalkan catatan penting bagi institusi pelayanan kesehatan, terutama terkait standar komunikasi petugas terhadap masyarakat.

Dinas Kesehatan Kampar Ikut Turun Tangan

Tak berhenti di tingkat Puskesmas, kasus ini juga mendapat perhatian langsung dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar. Kepala Dinas Kesehatan, dr Asmara Fitrah Abadi, langsung mendatangi Puskesmas Bangkinang Kota dan memimpin apel internal.

Ia menekankan pentingnya etika, adab, serta komunikasi yang baik dalam pelayanan kesehatan. Seluruh tenaga medis diminta untuk menjaga sikap profesional, ramah, dan menghormati pasien tanpa terkecuali.

Menurutnya, pelayanan kesehatan bukan hanya soal tindakan medis, tetapi juga soal rasa aman dan dihargai. Kasus nakes bentak pasien menjadi pengingat keras bahwa kelalaian dalam komunikasi bisa berdampak besar di ruang publik.

Teguran Lisan dan Evaluasi Internal

Dinas Kesehatan menyebut bahwa oknum nakes yang terlibat telah diberikan teguran lisan. Selain itu, evaluasi internal dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Pihak Dinkes juga mengingatkan seluruh tenaga medis agar menaati standar operasional prosedur (SOP), termasuk dalam menghadapi pasien yang kesulitan memahami sistem digital pelayanan.

Transformasi digital, menurut Dinkes, tidak boleh mengorbankan kelompok masyarakat yang belum akrab dengan teknologi.

Respons Keluarga Nakes dan Klarifikasi Kronologi

Di sisi lain, perwakilan keluarga nakes VW menyampaikan bahwa pertemuan mediasi merupakan bentuk itikad baik semua pihak. Mereka menegaskan bahwa tidak ada unsur paksaan dalam proses perdamaian yang dilakukan.

Keluarga nakes juga menjelaskan kronologi versi mereka, termasuk bahwa interaksi awal antara Susi dan VW berlangsung dalam konteks pertemanan lama. Namun perbedaan persepsi dan situasi saat itu diduga memicu kesalahpahaman.

Meski begitu, keluarga menyatakan bahwa persoalan ini telah dianggap selesai dan tidak ingin diperpanjang.

Pelayanan Kesehatan dan Tantangan Etika di Era Digital

Kasus nakes bentak pasien di Puskesmas Bangkinang Kota membuka diskusi lebih luas tentang tantangan pelayanan kesehatan di era digital. Sistem barcode, aplikasi, dan pendaftaran daring memang dirancang untuk efisiensi, namun tidak semua pasien berada pada level literasi digital yang sama.

Di titik inilah peran tenaga kesehatan menjadi krusial. Kesabaran, empati, dan komunikasi yang baik bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama pelayanan kesehatan yang beradab.

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau 

Berita Terkait

‎10 Cara Mencegah Kebakaran Hutan, Ini Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan agar Tidak Meluas
Istilah Dasarian Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya Menurut BMKG
Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?
Aduh! Retribusi Leang-Leang Rp1,36 Miliar, Misteri dalam Catatan BPK
Viral Sungai Barito Berubah Seperti Gurun, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya
KKB Sandera 9 Perempuan di Papua, Operasi Besar Dilakukan untuk Bebaskan Korban
Kolom Komentar Bank Mandiri Ramai Diserbu Nasabah, Keluhan Layanan Jadi Sorotan
Respons Hyundai soal Permasalahan Hyundai Ioniq 5 AA Juju yang Viral

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:49 WIB

‎10 Cara Mencegah Kebakaran Hutan, Ini Langkah Sederhana yang Bisa Dilakukan agar Tidak Meluas

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Aduh! Retribusi Leang-Leang Rp1,36 Miliar, Misteri dalam Catatan BPK

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Viral Sungai Barito Berubah Seperti Gurun, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:41 WIB

KKB Sandera 9 Perempuan di Papua, Operasi Besar Dilakukan untuk Bebaskan Korban

Berita Terbaru