Redaksiku.com – Lonjakan harga bahan bakar minyak nonsubsidi di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis, 3 September 2026, mendorong para pemilik kendaraan untuk semakin teliti dalam menentukan jenis bahan bakar yang paling sesuai dengan kebutuhan teknis mesin mobil mereka. Pilihan konsumen kini semakin mengerucut pada dua produk unggulan PT Pertamina (Persero), yakni Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo, menyusul penyesuaian tarif terbaru yang berlaku di SPBU.
Kenaikan harga tersebut mempersempit selisih biaya antara kedua jenis bahan bakar beroktan tinggi tersebut, sehingga memicu perdebatan di kalangan pengemudi mengenai efisiensi dan performa yang ditawarkan. Berdasarkan daftar harga terbaru di stasiun pengisian bahan bakar umum, harga Pertamax Green 95 tercatat berada di angka Rp 19.150 per liter. Sementara itu, varian yang lebih tinggi yaitu Pertamax Turbo dipasarkan dengan harga Rp 19.600 per liter di wilayah operasional yang sama.
Selisih harga tipis yang hanya terpaut ratusan rupiah ini membuat banyak pengendara bingung dalam menjatuhkan pilihan harian mereka. Sebagian masyarakat mengira bahwa bensin dengan harga yang lebih mahal atau oktan yang lebih tinggi akan selalu memberikan dampak positif secara instan ke semua jenis kendaraan. Padahal, karakteristik dapur pacu mobil modern memiliki spesifikasi pabrikan yang sangat spesifik dalam mengonsumsi jenis bahan bakar tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekomendasi Pakar Teknik Mesin
Menanggapi kebingungan konsumen di tengah dinamika harga bahan bakar, akademisi dari institusi pendidikan tinggi terkemuka memberikan panduan objektif. Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Jayan Sentanuhady menyarankan agar para pemilik kendaraan roda empat tidak sembarangan dalam memilih jenis bahan bakar. Ia menekankan bahwa panduan utama dalam mengisi bensin harus selalu mengacu pada persyaratan minimal mesin yang sudah ditetapkan oleh pabrikan kendaraan.
“Konsumen sebaiknya kembali pada buku manual kendaraan masing-masing untuk melihat berapa rasio kompresi mesin yang diisyaratkan,” ujar Jayan Sentanuhady saat dihubungi mengenai pertimbangan teknis pemilihan bahan bakar minyak nonsubsidi.
Menurut penjelasan akademisi tersebut, memaksakan penggunaan bahan bakar dengan spesifikasi yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin justru dapat merugikan pemilik kendaraan dalam jangka panjang. Mesin yang dirancang untuk bahan bakar beroktan sangat tinggi mungkin akan mengalami penurunan performa jika diisi dengan bahan bakar beroktan lebih rendah. Sebaliknya, mengisi mesin bertekanan standar dengan bahan bakar beroktan terlalu tinggi juga tidak memberikan efisiensi pembakaran yang maksimal.
Pemilik kendaraan diimbau untuk selalu memeriksa spesifikasi rasio kompresi mesin pada buku manual sebelum memutuskan berpindah antara Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo.
Karakteristik Pertamax Green 95 dan Pertamax Turbo
Pertamax Green 95 merupakan produk bahan bakar inovatif yang memadukan bensin dengan komponen nabati berupa bioetanol sebesar 5 persen dari tebu. Jenis bahan bakar ini dirancang untuk kendaraan dengan rasio kompresi tertentu yang membutuhkan oktan RON 95 serta mendukung transisi energi ramah lingkungan di sektor transportasi darat. Kehadiran unsur nabati di dalamnya membantu menurunkan emisi gas buang kendaraan secara signifikan dibandingkan bensin konvensional.
Di sisi lain, Pertamax Turbo menawarkan angka oktan RON 98 yang diformulasikan khusus untuk mesin kendaraan berteknologi tinggi dengan rasio kompresi sangat padat atau dilengkapi perangkat turbocharger. Bahan bakar ini dilengkapi dengan formula Boost Ignition Technology yang dirancang untuk menyempurnakan pembakaran di dalam ruang bakar mesin. Penggunaan Pertamax Turbo sangat ideal bagi mobil-mobil modern kategori performa tinggi yang menuntut respons akselerasi instan.
Selisih harga antara Pertamax Green 95 sebesar Rp 19.150 dan Pertamax Turbo senilai Rp 19.600 per liter hanya terpaut Rp 450 saja.
Meskipun selisih harga kedua produk tersebut tergolong sangat tipis, faktor kecocokan teknis tetap harus menjadi pertimbangan utama di atas selisih biaya. Memilih bahan bakar yang tepat tidak hanya menjaga keawetan komponen internal mesin dari risiko ngelitik atau knocking, tetapi juga memastikan efisiensi pembakaran tetap berada pada tingkat optimal.
Pertanyaan Umum
Berapa harga Pertamax Green 95 saat ini?
Harga Pertamax Green 95 saat ini tercatat sebesar Rp 19.150 per liter di SPBU.
Berapa harga Pertamax Turbo saat ini?
Harga Pertamax Turbo saat ini dipasarkan dengan tarif Rp 19.600 per liter.
Bagaimana cara memilih BBM yang tepat menurut UGM?
Dosen Teknik Mesin UGM menyarankan agar pemilik kendaraan memilih bahan bakar yang sesuai dengan persyaratan minimal rasio kompresi mesin yang direkomendasikan oleh pabrikan.
Ringkasan
Bingung memilih Pertamax Green 95 atau Pertamax Turbo? Simak tips memilih bahan bakar sesuai rasio kompresi mesin dan spesifikasi pabrikan kendaraan Anda.






