Redaksiku.com – Pada bulan Juli, lanskap energi global mencatat sejarah baru ketika tenaga surya resmi melampaui produksi tenaga batu bara di Tiongkok untuk pertama kalinya dalam catatan modern.
Menurut laporan Reuters yang dirilis pada Kamis, 3 September 2026, kapasitas total yang dihasilkan oleh sektor fotovoltaik surya mencapai angka fantastis di angka 1.288 gigawatt.
Sementara itu, sektor pembangkit listrik konvensional berbasis batu bara tercatat berada tepat di bawahnya dengan total produksi sebesar 1.285 gigawatt di seluruh wilayah Tiongkok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pencapaian luar biasa ini sekaligus menandai momen penting ketika kontribusi batu bara dalam bauran energi nasional merosot hingga menyumbang kurang dari setengah dari total keseluruhan pasokan listrik negara.
Secara persentase, pangsa pasar batu bara pada bulan tersebut tercatat berada di level 49,7 persen dari total produksi energi domestik Tiongkok secara keseluruhan.
Dinamika Transisi Energi
Para pengamat pasar energi mengingatkan bahwa angka-angka ini masih berpotensi mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu ke depan akibat karakteristik cuaca.
Sifat dasar dari teknologi tenaga surya yang sangat bergantung pada intensitas sinar matahari harian membuat pasokannya tidak selalu stabil sepanjang tahun.
Meskipun demikian, arah kebijakan jangka panjang tetap menunjukkan tren yang konsisten menuju peningkatan pangsa energi terbarukan di dalam negeri.
Pemerintah Tiongkok terus mempercepat investasi masif pada infrastruktur hijau guna mengurangi tingkat emisi karbon secara drastis dalam dekade ini.
Pangsa energi batu bara di Tiongkok untuk pertama kalinya turun di bawah 50 persen dari total produksi nasional.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
Lonjakan kapasitas energi surya ini tidak terjadi begitu saja, melainkan hasil dari pembangunan proyek skala utilitas yang masif di berbagai provinsi terpencil.
Dukungan finansial yang kuat dari lembaga perbankan negara turut mempercepat adopsi teknologi panel surya baik untuk keperluan industri maupun rumah tangga.
Berikut adalah beberapa faktor utama yang mendukung pencapaian rekor ini:
- Penurunan biaya produksi modul fotovoltaik global yang membuat investasi semakin terjangkau bagi pengembang lokal di Tiongkok.
- Dukungan regulasi pemerintah pusat yang memberikan insentif pajak bagi proyek-proyek energi terbarukan berskala besar.
- Perluasan jaringan transmisi jarak jauh yang dirancang khusus untuk mengalirkan listrik dari gurun pasir ke pusat industri.
Transformasi struktural ini menempatkan Tiongkok di garis depan transisi energi global, menggeser ketergantungan historis pada bahan bakar fosil.
Kapasitas tenaga surya Tiongkok kini telah menembus angka 1.288 gigawatt.
Tantangan Infrastruktur
Meskipun mencetak rekor membanggakan, tantangan teknis dalam hal penyimpanan energi dan kestabilan jaringan masih menjadi pekerjaan rumah yang besar.
Pemerintah kini sedang menggenjot pembangunan fasilitas penyimpanan baterai berskala besar untuk mengantisipasi kelebihan pasokan pada siang hari.
Tanpa sistem penyimpanan yang memadai, lonjakan produksi surya berisiko terbuang sia-sia akibat ketidakmampuan jaringan untuk menampungnya sekaligus.
Produksi energi surya masih sangat bergantung pada kondisi cuaca harian dan dapat berfluktuasi secara musiman.
Pertanyaan Umum
Apakah tenaga surya secara permanen mengalahkan batu bara?
Capaian pada bulan Juli adalah tonggak sejarah penting, namun fluktuasi musiman masih mungkin terjadi karena ketergantungan surya pada cuaca.
Berapa persentase batu bara dalam bauran energi saat ini?
Untuk pertama kalinya, kontribusi batu bara turun di bawah setengah, yakni berada di level 49,7 persen dari total produksi.
Apa langkah selanjutnya bagi infrastruktur energi Tiongkok?
Fokus utama kini beralih pada peningkatan kapasitas penyimpanan baterai dan perluasan jaringan transmisi listrik jarak jauh.
Ringkasan
Tenaga surya resmi melampaui batu bara di China untuk pertama kalinya dengan kapasitas 1.288 gigawatt, menandai tonggak penting transisi energi.






