Serangan Lebanon Bukan Campur Tangan Amerika?

- Penulis

Minggu, 29 September 2024 - 23:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi serangan Lebanon sangat mematikan ratusan warga (Freepik/@Freepik)

Ilustrasi serangan Lebanon sangat mematikan ratusan warga (Freepik/@Freepik)

Serangan Lebanon baru saja terjadi dan menjadi peristiwa mengenaskan untuk wilayah tersebut. Dimana, serangan mematikan ini terjadi pada Senin,23 September 2024. Tragis karena menewaskan sekitar 500 orang, termasuk 50 anak – anak diantaranya.

Awal muncul tragedi  serangan Lebanon ini karena adanya konflik lintas antara militer Israel dan kelompok milisi Hizbullah di Lebanon yang mana melalui media SMS, panggilan telepon otomatis, dan siaran radio yang telah dibajak. Pesan itu sengaja dikirim untuk peringatan bagi para warga sipil untuk bisa segera melakukan pengosongan pada area tersebut.

Tapi, pesan itu seakan digambarkan sebagai perang psikologis. Pesan itu dikirim resmi oleh Israel pada hari tersebut di jam dini hari. Dimana warga Lebanon menerima pesan tersebut dan diminta untuk meninggalkan desa karena Israel mengincar tempat senjata Hizbullah.

Ada salah satu keluarga korban bernama Nemat, dimana ia mengaku kalau saudara laki – lakinya telah menerima pesan untuk segera meninggalkan desa. Mereka tidak melihat perang secara brutal seperti ini sebelumnya dan menewaskan ratusan orang di negara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami langsung bergegas untuk mengemasi barang-barang dan pergi.Kami pernah menyaksikan perang sebelumnya, tetapi tidak seperti ini. Kami turut merasakan kesedihan dan sakit hati yang mendalam,”ungkap Nemat dengan perasaan sedih.

Warga yang selamat, mereka sekarang mengungsi disekolah yang digunakan sebagai tempat penampungan sementara.

Berdasarkan pemaparan dari Kepala Perusahaan Telekomunikasi Lebanon Ogero bernama Imad Kreidieh, menjelaskan kalau telah terjadi sekitar 80.000 panggilan yang mana diduga berasal dari militer Israel untuk memperingatkan warga disana untuk mengungsi.

Perang psikologis seperti ini memang memicu marabahaya bagi para warga dan kekacauan. Kementerian Informasi Lebanon tersebut menerima satu panggilan agar orang yang ada di kantor pusatnya untuk mengungsi. Namun, Menteri Informasi bernama Ziad Makary justru tidak menanggapi terkait tindakan peringatan untuk evakuasi.
Israel hanya menggunakan segala bentuk perang psikologis dalam konfrontasinya, ujar Ziad.

Ledakan awalnya terdengar di Beirut, kemudian diiringi dengan 7 rangkaian ledakan baru yang terdengar dari sisi selatan Beirut. Hal ini dibenarkan langsung oleh Koresponden Sputnik. Pemimpin gerakan Syiah Hizbullah yakni Hassan Nasrallah, diketahui masih hidup dan selamat atas serangan udara mematikan di Lebanon, setelah Israel menargetkan pengeboman di kompleks bawah tanah kelompok Hizullah di kota Dahiyeh, Beirut.

Amerika Serikat Klaim Tidak Ikut Campur Atas Serangan Lebanon

Serangan Lebanon bagian dari perang psikologis (Freepik/@Freepik)
Serangan Lebanon bagian dari perang psikologis (Freepik/@Freepik)
Serangan Lebanon yang mematikan itu diklaim oleh Amerika Serikat bukan atas ulah mereka yang ikut mendukung aksi Israel. Pasalnya, mereka tidak menerima peringatan apapun atas serangan udara yang dilakukan oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) di markas utama gerakan Hizbullah di Lebanon.
Sabrina Singh selaku juru bicara Pentagon menjelaskan kalau Menteri Pertahanan mereka telah berbicara dengan mitra di Israel.

 “Menteri (Pertahanan Lloyd) Austin, telah berbicara melalui telepon hari ini dengan mitranya dari Israel, Menteri (Pertahanan Yoav) Gallant,” tegasnya.

“Amerika Serikat tidak pernah terlibat dalam operasi ini, dan kami memang  tidak mendapat peringatan sebelumnya.” Amerika Serikat sekarang masih menilai situasi setelah serangan besar-besaran di Beirut dan akan terus menelepon Israel untuk mengumpulkan lebih banyak informasi, sambungnya.

Militer Israel telah klaim ambil alih frekuensi radio Lebanon yang turut menyiarkan pesan rekaman di beberapa stasiun radio yang mana meminta warga sipil agar meninggalkan rumah mereka yang dekat dengan operasi Hizbullah.

Warga Israel Juga Menerima Pesan Serupa yang Diterima Oleh Warga Lebanon

warga Israel sebekumnya sudah peringatkan warga atas serangan Lebanon (Freepik/@Freepik)
warga Israel sebekumnya sudah peringatkan warga atas serangan Lebanon (Freepik/@Freepik)

Namun, taukah kalau bukan hanya warga Lebanon yang menerima SMS. Tapi, warga di Israel Utara juga menerima pesan serupa. Diperkirakan warga Israel menerima sekitar 5 juta SMS pada 19 September 2024.

Diketahui, pesan itu dikirim oleh Iran dan Hizbullah, berdasarkan pemaparan dari Otoritas Siber Negara. Pemerintah Israel klaim itu upaya yang murahan dan tidak canggih, seolah gak bercermin.

upaya murahan dan ini sangat tidak canggih untuk menimbulkan kepanikan di masyarakat dan bahwa itu adalah upaya musuh untuk bisa  mempermainkan pikiran warga sipil kami.” ujarnya/

Pesan itu ditulis menggunakan bahasa Ibrani yang sangat berantakan dan bernada sangat mengancam serta adanya tautan situs yang mencurigakan. Salah satu pesan tersebut berisikan selamat tinggal.

“Ucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang memang anda cintai, tetapi jangan khawatir, anda akan bisa memeluk mereka di neraka dalam beberapa jam,”bunyi pesan tersebut.

Tercantum nama sang pengirim bernama SyHaNasrala yang mungkin berarti Pemimpin Hizbullah bernama Sayyid Hassan Nasrallah.

Nama pengirim muncul dalam pesan sebagai SyHaNasrala, yang mungkin merujuk pada pemimpin Hizbullah, Sayyid Hassan Nasrallah.

Situasi yang mencekam seolah menambah buruk atas serangan Lebanon yang terjadi dimana terjadi juga krisis pengungsian pada perbatasan Israel dan Lebanon. Setidaknya ada sekitar 150.000 orang di kedua sisi perbatasan yang telah meninggalan rumah atas serangan Lebanon yang terjadi.

Kekacauan juga terjadi dijalanan selatan Lebanon karena mereka mencoba melarikan diri ke utara.Setelah mendapat peringatan adanya serangan Lebanon, orangtua disana langsung kalang kabut menjemput anak mereka disekolah.

Atas serangan Lebanon yang terjadi akhirnya mereka memutuskan untuk menutup saja sekolah dan Universitas untuk situasi keamanan militer. Dengan adanya serangan roket Hizbullah selama bebrapa hari, keamanan telah lebih ditingkatkan di Israel.

Kementerian Kesehatan Lebanon memutuskan agar rumah sakit di Israel Utara dapat memindahkan pasien ke daerah yang bisa dilindungin, sekolah ditutup dan orang diperintahkan untuk membatasi pertemuan diluar ruangan agar serangan Lebanon terselesaikan dan warga bisa kembali ke rumah masing – masing.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demo AMPB Selesai, Massa Pati Bubarkan Diri Usai Bawa Tuntutan RUU Perampasan Aset
Demo Hari Ini 27 Agustus 2026 di DPR, Massa Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan
Rusia Hadapi Krisis BBM, Mengapa Pasokan Energi Dunia Ikut Waspada?
Aksi Demo 27 Agustus 2026, Massa Bawa Isu RUU Perampasan Aset dan Korupsi
RUU Perampasan Aset Viral, Mengapa Banyak Pihak Mendesak Segera Disahkan?
Demo 27 Agustus Besok Viral, Massa Siapkan Aksi di DPR Bawa Isu RUU Perampasan Aset
Dolly Parton Tutup Usia, Ini Warisan Besar Sang Legenda Musik Country Dunia
Demo 27 Agustus Viral, Ini Tuntutan Massa dan Respons Berbagai Pihak

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:14 WIB

Demo AMPB Selesai, Massa Pati Bubarkan Diri Usai Bawa Tuntutan RUU Perampasan Aset

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Demo Hari Ini 27 Agustus 2026 di DPR, Massa Tuntut RUU Perampasan Aset Disahkan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:53 WIB

Rusia Hadapi Krisis BBM, Mengapa Pasokan Energi Dunia Ikut Waspada?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:30 WIB

Aksi Demo 27 Agustus 2026, Massa Bawa Isu RUU Perampasan Aset dan Korupsi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:11 WIB

RUU Perampasan Aset Viral, Mengapa Banyak Pihak Mendesak Segera Disahkan?

Berita Terbaru

Tanda Seseorang Sudah Menyia-nyiakan Masa Muda

Life Style

5 Tanda Seseorang Sudah Menyia-nyiakan Masa Muda

Kamis, 27 Agu 2026 - 13:21 WIB