Embun es di Gunung Bromo kembali menjadi sorotan publik setelah video viral memperlihatkan kawasan pasir hitam tertutup lapisan putih menyerupai salju.
Fenomena ini ramai dibicarakan karena terlihat tidak biasa dan menampilkan sisi lain dari Gunung Bromo yang jarang terlihat.
Banyak warganet menyangka ini salju, padahal sebenarnya hanya fenomena embun upas yang kerap terjadi saat musim kemarau ekstrem.
Kondisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong, terutama mereka yang ingin mengabadikan momen langka yang menyerupai musim dingin di luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wisatawan pun mulai memadati kawasan Bromo pada dini hari demi mengejar waktu terbaik melihat embun es Gunung Bromo sebelum meleleh.
Embun Es di Gunung Bromo Bukan Salju, Ini Penjelasan Fenomena Langkanya
Fenomena Langka! Ini 5 Fakta Embun Es di Gunung Bromo yang Viral dan Mirip Salju Asli
Embun es di Gunung Bromo yang terlihat seperti salju sebenarnya merupakan hasil dari fenomena alam bernama embun upas atau frost.
Fenomena ini terjadi ketika suhu udara di permukaan tanah mencapai titik beku, menyebabkan uap air berubah menjadi kristal es.
Kawasan Bromo yang memiliki ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut membuat suhu malam hari sangat rendah, terutama di musim kemarau.
Biasanya, embun es ini muncul mulai pukul 03.00 hingga 08.00 pagi saat suhu bisa turun hingga di bawah 5 derajat Celcius.
Meski bukan salju asli, lapisan es tipis yang menutupi rerumputan dan pasir vulkanik membuat kawasan Bromo tampak seperti negeri bersalju.
Fenomena ini bukan hal baru bagi masyarakat lokal dan pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tetapi tetap dianggap spesial.
Embun es ini biasanya hanya muncul beberapa kali dalam setahun, tergantung pada kekeringan udara dan intensitas suhu malam.
Beberapa tahun fenomena ini bahkan tidak muncul sama sekali jika suhu tidak cukup dingin, membuat kehadirannya terasa langka dan dinanti.
Para pelancong yang berhasil melihat fenomena ini merasa puas karena mendapatkan pengalaman visual yang tidak bisa ditemukan di tempat lain di Indonesia.
Bagi fotografer alam dan wisatawan konten, embun es ini menjadi objek yang sangngat estetik dan Instagmabma karena warnanya yang kontras dengan langit pagi.
Reaksi Wisatawan
Viralnya embun es Gunung Bromo memancing banyak wisatawan atawan tawan tang sejak subuh untuk melihat fenomena yang jarang terjadi.
Salah satunya adalah Sandi, pelancong asal Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, yang sengaja datang dini hari demi tidak melewatkan embun es.
Ia mengungkapkan bahwa embun es di Bromo terlihat sangat indah dan berbeda dari kunjungannya tahun lalu yang tidak menjumpai fenomena ini.
Menurutnya, embun es membuat pasir Bromo yang biasanya gelap menjadi tampak putih, seolah sedang berada di luar negeri.
Sandi mengaku puas karena bisa mengabadikan fenomena embun es Gunung Bromo ke dalam foto-foto yang cocok diunggah ke media sosial.
Tak hanya Sandi, banyak wisatawan lain juga menunjukkan antusiasme serupa dan menyebut bahwa fenomena ini patut disaksikan langsung setidaknya sekali seumur hidup.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.