Demo Nepal Memanas: Istri Mantan PM Jhala Nath Khanal Tewas Terjebak Kebakaran

- Penulis

Rabu, 10 September 2025 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demo Nepal Memanas: Istri Mantan PM Jhala Nath Khanal Tewas Terjebak Kebakaran

Demo Nepal Memanas: Istri Mantan PM Jhala Nath Khanal Tewas Terjebak Kebakaran

Redaksiku.com – Situasi di Nepal makin panas. Gelombang demo nepal yang awalnya berangkat dari rasa kecewa rakyat terhadap pemerintah, kini berubah jadi tragedi memilukan.

Rajyalaxmi Chitrakar, istri mantan Perdana Menteri Nepal Jhala Nath Khanal, dilaporkan meninggal dunia setelah rumahnya di kawasan Dallu dibakar massa yang marah.

Kronologi Kebakaran yang Merenggut Nyawa

Menurut laporan Times of India, rumah Khanal yang berlokasi di Dallu jadi salah satu target amukan demonstran. Saat kebakaran melanda, Rajyalaxmi berada di dalam rumah dan nggak sempat menyelamatkan diri.

Ia sempat dilarikan ke Kirtipur Burn Hospital dalam kondisi kritis. Sayangnya, meski tim medis berusaha maksimal, nyawanya nggak bisa tertolong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, Khanalyang pernah menjabat sebagai PM Nepal pada Februari hingga Agustus 2011beruntung tidak ada di rumah saat kejadian. Tragedi ini bikin publik Nepal semakin terkejut, karena kerusuhan yang tadinya dianggap sebagai protes politik kini sudah menelan korban dari lingkaran keluarga elite.

Amukan Massa Meluas ke Banyak Lokasi

Nggak cuma rumah mantan PM Khanal, massa juga menyerang berbagai titik penting di ibu kota Kathmandu. Laporan menyebutkan kantor Kantipur Television di Tinkune ikut jadi sasaran, bersama beberapa pos polisi di Gaushala, Lubhu, dan Kalimati.

Kemarahan demonstran juga merembet ke properti milik keluarga politisi ternama. Hotel Hilton Kathmandu, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Jaybir Deuba, putra dari mantan Perdana Menteri Sher Bahadur Deuba, diserang dan dirusak.

Tak berhenti sampai di situ, Sekolah Ullens di Lalitpur milik Arzu Rana ikut jadi target. Bahkan, rumah mantan Perdana Menteri Baburam Bhattarai di Tokha juga diserbu. Saksi mata menggambarkan momen mencekam di mana keluarganya harus memohon ampun di hadapan massa yang beringas.

Demo Nepal Memanas: Istri Mantan PM Jhala Nath Khanal Tewas Terjebak Kebakaran
Demo Nepal Memanas: Istri Mantan PM Jhala Nath Khanal Tewas Terjebak Kebakaran

Menteri Keuangan Jadi Korban Kekerasan

Kerusuhan juga menyeret nama Bishnu Prasad Paudel, Menteri Keuangan Nepal. Sebuah video yang beredar viral memperlihatkan dirinya dikejar, dipukuli, dan dihina di jalanan oleh demonstran.

Peristiwa ini makin menegaskan betapa besarnya amarah publik. Bukan hanya simbol politik yang jadi sasaran, tapi juga pejabat aktif ikut merasakan langsung kekerasan di lapangan.

Meski jadi korban, Paudel tetap menyerukan agar masyarakat menahan diri. Dalam pernyataannya, ia meminta semua pihak kembali ke meja perundingan.

Saya mengimbau agar tetap tenang, mencegah kerusakan lebih jauh, dan kembali ke meja perundingan. Dalam demokrasi, tuntutan rakyat bisa diakomodasi lewat dialog dan negosiasi, ujarnya.

Latar Belakang Demo Besar Nepal

Demo besar yang melanda Nepal bukan muncul tiba-tiba. Akar masalahnya udah lama tumbuh, mulai dari ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, tuduhan korupsi, hingga kesenjangan sosial.

Generasi muda, terutama kalangan Gen Z, jadi motor utama dalam aksi protes kali ini. Mereka menuntut perubahan nyata, bukan sekadar janji-janji kosong.

Awalnya, unjuk rasa dilakukan secara damai. Tapi begitu aparat mulai menggunakan gas air mata dan peluru karet, situasi berubah jadi lebih brutal. Rasa frustrasi yang udah lama dipendam rakyat akhirnya meledak dalam bentuk kekerasan.

Dampak Sosial dan Politik

Kematian Rajyalaxmi Chitrakar jadi pukulan telak bagi Nepal. Tragedi ini bukan cuma menambah daftar korban jiwa, tapi juga memperlihatkan bahwa konflik politik udah melebar ke wilayah pribadi dan keluarga.

Banyak warga merasa kehilangan kontrol, sementara pemerintah dinilai gagal memberikan solusi konkret. Di sisi lain, serangan ke properti milik politisi dan pejabat makin bikin jurang antara rakyat dan elite semakin dalam.

Situasi ini juga membuka kemungkinan militer turun tangan lebih jauh untuk mengendalikan keadaan. Faktanya, beberapa pejabat penting sudah dievakuasi ke barak militer demi alasan keamanan.

Reaksi Publik dan Dunia Internasional

Media sosial di Nepal penuh dengan postingan simpati, kemarahan, sekaligus keprihatinan. Banyak yang menilai aksi massa udah kelewatan karena menyerang keluarga dan properti pribadi. Tapi nggak sedikit juga yang bilang kalau ini adalah konsekuensi dari akumulasi ketidakadilan selama bertahun-tahun.

Dunia internasional mulai angkat bicara. Beberapa negara sahabat menyerukan dialog damai dan mendesak agar kekerasan segera dihentikan. Organisasi HAM juga menyoroti penggunaan kekuatan berlebihan baik oleh aparat maupun oleh massa.

Nepal di Persimpangan Jalan

Dengan eskalasi kekerasan yang makin tak terkendali, banyak pengamat bilang kalau Nepal sekarang berada di persimpangan jalan. Apakah negara ini bakal jatuh lebih dalam ke dalam krisis, atau justru bisa memanfaatkan momentum ini untuk melakukan reformasi besar-besaran?

Jawabannya masih belum jelas. Tapi yang pasti, rakyat Nepal sudah menunjukkan bahwa mereka nggak lagi bisa ditahan hanya dengan janji-janji manis. Mereka menuntut perubahan nyata yang bisa dirasakan semua lapisan masyarakat.

Penutup

Tragedi meninggalnya Rajyalaxmi Chitrakar, istri mantan PM Jhala Nath Khanal, jadi simbol betapa gentingnya situasi di Nepal saat ini. Demo yang awalnya cuma untuk menyuarakan tuntutan politik, kini sudah berubah jadi gelombang kekerasan yang merenggut nyawa, merusak rumah, bahkan melukai pejabat aktif.

Kematian ini jelas bikin luka mendalam bagi keluarga dan rakyat Nepal. Tapi di sisi lain, juga jadi pengingat betapa mahalnya harga yang harus dibayar ketika konflik politik nggak bisa dikelola lewat dialog damai.

Nepal kini benar-benar diuji: apakah mereka bisa menemukan jalan keluar yang damai, atau justru terjebak semakin dalam dalam pusaran kekerasan?

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau 

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Berita Terkait

Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih
Pangkalan Militer Jadi Sorotan Saat AS Perkuat Hubungan Pertahanan dengan ASEAN
Tak Mau Warga Cemas, Kapolres Barru Cek Ketersediaan Air
Polres Barru Siaga Karhutla, Kapolres Minta Patroli Diperkuat
Jalan Kena ‘Palang’ Pohon, Polisi Pujananting Langsung Gercep!
Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya
Inflasi Pabrik China Turun Tajam, Efek Lonjakan Harga Minyak Mulai Mereda
Trump Kembali Incar Lisa Cook, Gubernur The Fed Diberi 21 Hari Sebelum Terancam Dipecat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:40 WIB

Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Pangkalan Militer Jadi Sorotan Saat AS Perkuat Hubungan Pertahanan dengan ASEAN

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Tak Mau Warga Cemas, Kapolres Barru Cek Ketersediaan Air

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Polres Barru Siaga Karhutla, Kapolres Minta Patroli Diperkuat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Jalan Kena ‘Palang’ Pohon, Polisi Pujananting Langsung Gercep!

Berita Terbaru

Meriah! Konvoi Merah Putih di Barru, Kapolres Kawal Langsung

Internasional

Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih

Minggu, 16 Agu 2026 - 10:40 WIB