Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bersama Wakil Menteri Keuangan menyampaikan paparan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun 2026 dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI beberapa waktu lalu.
Paparan ini menekankan arah kebijakan fiskal nasional sekaligus memperkenalkan lima program strategis Kemenkeu yang akan menjadi tulang punggung pengelolaan keuangan negara.
Kelima program tersebut dirancang agar seluruh unit eselon I Kemenkeu dapat bekerja secara kolaboratif, memastikan kinerja fiskal adaptif dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.
Fokus utama paparan adalah bagaimana kebijakan fiskal dapat mendukung stabilitas ekonomi, optimalisasi penerimaan negara, dan efektivitas belanja publik untuk program prioritas nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Paparan ini juga menjadi momen penting bagi Menkeu Purbaya untuk menunjukkan arah kebijakan strategis Kemenkeu dalam jangka menengah hingga 2026.
Lima Program Strategis Kemenkeu
Program pertama adalah Perumusan Kebijakan Fiskal, Sektor Keuangan, dan Ekonomi, yang diarahkan untuk menghasilkan kebijakan fiskal yang proaktif sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah ekonomi global.
Program kedua adalah Pengelolaan Penerimaan Negara, yang menitikberatkan pada optimalisasi pendapatan melalui pajak, bea cukai, cukai, dan PNBP dengan dukungan transformasi digital agar proses lebih efisien dan transparan.
Program ketiga adalah Pengelolaan Belanja Negara, yang berfokus pada peningkatan kualitas belanja yang adil, efektif, dan produktif, serta memperkuat sinergi antara belanja pusat dan daerah untuk mendukung program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Cek Kesehatan Gratis.
Program keempat adalah Pengelolaan Perbendaharaan, Kekayaan Negara, dan Risiko, yang bertujuan menciptakan APBN yang akuntabel, inovatif, dan berkelanjutan melalui pengelolaan kas, aset, pembiayaan, serta mitigasi risiko fiskal.
Program kelima adalah Dukungan Manajemen, yang menekankan pada penguatan manajemen strategis, transformasi digital, dan peningkatan kualitas SDM agar seluruh unit Kemenkeu mampu bekerja secara efektif dan profesional.
Program Fiskal Proaktif dan Transformasi Digital
Program pertama dan kedua menjadi kunci bagi kebijakan fiskal yang adaptif.
Perumusan kebijakan fiskal proaktif bertujuan menyesuaikan strategi pengelolaan negara dengan kondisi ekonomi global yang dinamis.
Optimalisasi penerimaan negara melalui transformasi digital membuat proses administrasi pajak dan PNBP lebih efisien, transparan, dan minim risiko kesalahan.
Transformasi ini juga menjadi fondasi bagi belanja negara yang efektif, di mana program prioritas nasional dapat berjalan tepat sasaran.
Dengan dukungan teknologi, pengawasan dan pengelolaan keuangan negara menjadi lebih modern dan akuntabel.
Efektivitas Belanja Negara dan Sinergi Pusat-Daerah
Program pengelolaan belanja negara menjadi fokus agar belanja publik benar-benar adil dan produktif.
Sinergi antara belanja pusat dan daerah menjadi prioritas untuk memastikan program sosial dan pendidikan berjalan lancar.
Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Cek Kesehatan Gratis menjadi contoh konkret bagaimana belanja publik dapat berdampak langsung pada masyarakat.
Peningkatan kualitas belanja juga menekankan prinsip efisiensi dan produktivitas, sehingga setiap rupiah APBN digunakan dengan tepat sasaran.
Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah sekaligus mendorong pemerataan manfaat pembangunan.
Pengelolaan APBN dan Mitigasi Risiko
Program keempat menitikberatkan pada pengelolaan perbendaharaan, aset negara, dan risiko fiskal.
Dengan APBN yang akuntabel dan inovatif, Kemenkeu bisa menghadapi fluktuasi ekonomi global serta kondisi domestik yang berubah cepat.
Manajemen risiko yang optimal menjadi fondasi untuk menjaga kestabilan fiskal jangka panjang.
Kas negara dan aset negara dikelola lebih profesional agar pembiayaan pembangunan tetap berkelanjutan.
Kebijakan ini mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan menekan ketimpangan antarwilayah.
Dukungan Manajemen dan Transformasi SDM
Program kelima menekankan pada transformasi digital, penguatan manajemen strategis, dan pengembangan kualitas SDM.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






