Redaksiku.com – Program KIP Kuliah kembali menjadi sorotan dalam hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Dari total peserta yang mendaftar, sebanyak 86.118 orang dinyatakan berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri.
Informasi ini disampaikan oleh Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Sandro Mihradi. Namun, tidak semua peserta yang lolos otomatis mendapatkan bantuan KIP Kuliah.
Tidak Semua Lolos SNBT Langsung Dapat KIP Kuliah
Dari total 86 ribu lebih peserta yang lolos, hanya sebagian yang memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rinciannya sebagai berikut:
- 39.662 peserta dinyatakan eligible (memenuhi syarat)
- 46.456 peserta masuk kategori non-eligible
Artinya, lebih dari separuh peserta yang lolos SNBT tidak langsung mendapatkan bantuan KIP Kuliah.
Peserta Non-Eligible Masih Punya Peluang
Menariknya, dari kelompok non-eligible tersebut, ada sekitar 2.656 peserta yang belum masuk dalam sistem desil kesejahteraan. Kondisi ini bukan kesalahan peserta.
Untuk kasus ini, pihak perguruan tinggi akan melakukan:
- Verifikasi data
- Validasi kelayakan
Jika dinilai memenuhi syarat, peserta tersebut masih berpeluang ditetapkan sebagai penerima KIP Kuliah.

Dasar Penilaian Gunakan Data Sosial Terbaru
Penentuan kelayakan KIP Kuliah tahun ini mengacu pada kebijakan terbaru pemerintah, yaitu Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DataSain).
Data ini menggantikan sistem sebelumnya dan menjadi acuan utama dalam penyaluran bantuan sosial.
Kriteria penerima KIP Kuliah meliputi:
- Kategori sangat miskin
- Miskin
- Rentan miskin
Atau setara dengan desil 1 hingga desil 4 dalam DataSain.
Distribusi Peserta Berdasarkan Desil Cukup Merata
Menariknya, distribusi peserta yang lolos berdasarkan kategori desil terbilang cukup seimbang.
Persentasenya berkisar antara:
Penulis : redaksiku
Editor : redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






