Warga Depok Direkrut Jadi Tentara Rusia, Ini Kata Ketua RT

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peta dan bendera Rusia terkait berita warga Depok direkrut jadi tentara bayaran.

Warga Depok berinisial WOI diduga direkrut menjadi tentara bayaran untuk militer Rusia pada September 2026.

Redaksiku.com – Kabar mengejutkan datang dari Kota Depok, Jawa Barat, menyusul terungkapnya identitas seorang warga berinisial WOI yang diduga direkrut menjadi tentara bayaran untuk militer Rusia pada awal September 2026. Kasus ini mencuat setelah otoritas keamanan mendalami adanya keterlibatan sejumlah warga negara Indonesia dalam konflik global yang melibatkan negara-negara adidaya.

Berdasarkan data kependudukan resmi, pria tersebut tercatat sebagai warga setempat namun dikenal sangat tertutup oleh para tetangga. Ketua RT 2 RW 6 Kelurahan Rangkapan Jaya, Safarudin, mengungkapkan bahwa warganya itu jarang berinteraksi dengan masyarakat sekitar karena memiliki aktivitas padat di luar lingkungan tempat tinggal mereka.

Meskipun tercatat menetap secara administratif di wilayahnya, sang ketua RT mengaku hanya sesekali bertemu dengan yang bersangkutan dalam kesempatan yang sangat singkat. Pergaulan harian warganya itu dinilai lebih banyak dihabiskan di luar kawasan pemukiman tempat tinggalnya selama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga Depok Direkrut Jadi Tentara Rusia, Ini Kata Ketua RT

“WOI itu secara data KTP betul adalah warga sini. Tapi setahu saya memang saya juga jarang ketemu. Jadi dia memang gaulnya di luar. Gaulnya di luar, kalaupun ketemu ya saya hello saja, gitu,” ujar Safarudin saat ditemui di Rangkapan Jaya, pada Kamis, 3 September 2026.

Aparat kepolisian dan instansi terkait kini tengah mendalami motif serta jaringan yang memfasilitasi perekrutan warga negara Indonesia ke dalam militer asing.

Pihak pengurus lingkungan juga menyatakan tidak mengetahui secara pasti aktivitas keseharian maupun pekerjaan tetap yang digeluti oleh warganya tersebut. Pertemuan terakhir antara ketua RT dan yang bersangkutan bahkan sudah berlangsung beberapa bulan lalu sebelum isu dugaan perekrutan ini mencuat ke publik.

“Sangat-sangat jarang ketemu. Dia gaulnya di luar. Terakhir saya ketemu kalau enggak salah awal-awal tahun ini lah,” tambah Safarudin menjelaskan intensitas pertemuan mereka.

Warga Depok Direkrut Jadi Tentara Rusia, Ini Kata Ketua RT

Sebanyak delapan warga negara Indonesia dilaporkan teridentifikasi dalam jaringan dugaan perekrutan tentara asing di wilayah Eropa Timur.

Latar Belakang Hubungan Bilateral

Isu keterlibatan WNI dalam konflik internasional ini bersamaan dengan upaya diplomatik yang terus diperkuat oleh pemerintah Indonesia dan Rusia. Berbagai kerja sama bilateral terus didorong untuk mencakup sektor pendidikan, kebudayaan, serta pengembangan ilmu pengetahuan demi mempererat hubungan kedua negara.

Namun demikian, keterlibatan perseorangan dalam struktur militer asing tetap menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di tanah air. UU Kewarganegaraan secara tegas mengatur batasan bagi warga negara Indonesia yang bergabung dengan militer asing tanpa izin resmi dari instansi berwenang.

Pertanyaan Umum

Bagaimana identitas warga Depok tersebut terungkap?

Identitas berinisial WOI terungkap setelah otoritas berwenang menyelidiki jaringan perekrutan tentara asing yang melibatkan warga negara Indonesia.

Apakah warga tersebut aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan rumahnya?

Menurut keterangan ketua RT setempat, yang bersangkutan jarang bersosialisasi dan lebih banyak menghabiskan waktu di luar lingkungan tempat tinggalnya di Depok.

Apa langkah selanjutnya dari pihak berwenang?

Aparat penegak hukum masih terus melakukan penelusuran mendalam untuk mengungkap jaringan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas perekrutan tersebut.

Ringkasan

Seorang warga Depok berinisial WOI diduga direkrut menjadi tentara Rusia. Ketua RT menyebut warganya itu sangat tertutup dan lebih sering beraktivitas di luar.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Pekerja PLTA Nepal Selamat Usai 9 Hari Terjebak di Terowongan
Kabar Gembira untuk PPPK Paruh Waktu dari Pak Herry
Vonis Ringan Penyiram Air Keras, TAUD Protes Putusan Banding Militer
Kemlu Selidiki Dugaan WNI Direkrut Tentara Rusia
Konflik Lahan Lingga: Warga Tuntut Kejelasan HGU PT CSA
Beasiswa Santri ke Turki, Gus Yasin Apresiasi LFSP Jateng
Krisis Air Bersih di Maros: Pasokan Langka dan Harga Melonjak
Google Trends Rilis Fitur Filter Kategori untuk Riset SEO

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 16:49 WIB

Dua Pekerja PLTA Nepal Selamat Usai 9 Hari Terjebak di Terowongan

Sabtu, 5 September 2026 - 13:39 WIB

Kabar Gembira untuk PPPK Paruh Waktu dari Pak Herry

Sabtu, 5 September 2026 - 13:09 WIB

Vonis Ringan Penyiram Air Keras, TAUD Protes Putusan Banding Militer

Sabtu, 5 September 2026 - 11:35 WIB

Kemlu Selidiki Dugaan WNI Direkrut Tentara Rusia

Sabtu, 5 September 2026 - 08:35 WIB

Konflik Lahan Lingga: Warga Tuntut Kejelasan HGU PT CSA

Berita Terbaru

Pelatih Bali United Johnny Jansen menyatakan puas atas kemenangan kandang timnya melawan PSS Sleman.

Olahraga

Bali United Bungkam PSS Sleman, Johnny Jansen Puas

Sabtu, 5 Sep 2026 - 19:19 WIB

PT Perintis Triniti Properti Tbk resmi merampungkan pengalihan seluruh saham buyback di Bursa Efek Indonesia.

Keuangan

Triniti Properti (TRIN) Rampungkan Pengalihan Saham Buyback

Sabtu, 5 Sep 2026 - 16:39 WIB

Timnas U-20 Indonesia sukses mengalahkan Laos dengan skor 3-0 dalam laga kualifikasi Piala Asia U-20 2027.

Olahraga

Timnas U-20 Disorot Nova Arianto Usai Menang Atas Laos

Sabtu, 5 Sep 2026 - 16:04 WIB

Presiden Prabowo Subianto menerima laporan khusus dari Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor.

Politik

Perintah Prabowo ke Satgas untuk Penertiban Kawasan Hutan

Sabtu, 5 Sep 2026 - 15:34 WIB