Viral Kasus Penipuan Online Berkedok Lowongan Kerja Paruh Waktu Jaringan Internasional, 4 Pelaku Ditangkap

- Penulis

Sabtu, 20 Juli 2024 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Polri mengungkap sindikat penipuan online yang berkedok lowongan kerja paruh waktu dengan jaringan internasional. Baca selengkapnya mengenai kasus ini. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi. Polri mengungkap sindikat penipuan online yang berkedok lowongan kerja paruh waktu dengan jaringan internasional. Baca selengkapnya mengenai kasus ini. (Foto: Pixabay)

Kasus penipuan online berkedok lowongan kerja paruh waktu kini tengah viral di media sosial dan marak terjadi.

Terlebih di media sosial, kasus penipuan online ini cukup menarik perhatian publik karena skema penipuan yang sangat luas dan dampaknya yang signifikan.

Polri pun melakukan penyelidikan dan berhasil membongkar sindikat penipuan online bahkan masuk jaringan internasional.

Sindikat penipuan online yang dibongkar Polri ini menyasar empat negara: Indonesia, Thailand, India, dan Tiongkok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ini mencuri perhatian publik karena kerugian yang ditimbulkan cukup tinggi, diperkirakan mencapai Rp1,5 triliun.

Alasan Pemilihan Negara oleh Sindikat Penipuan Online

Ilustrasi. Sindikat penipuan online yang berkedok lowongan kerja paruh waktu dengan jaringan internasional terungkap. Baca selengkapnya mengenai kasus ini. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi. Sindikat penipuan online yang berkedok lowongan kerja paruh waktu dengan jaringan internasional terungkap.(Foto: Pixabay)

Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, menjelaskan alasan pemilihan keempat negara tersebut.

Sindikat ini mempertimbangkan berbagai faktor dalam memilih negara target.

Menurut Himawan, Indonesia dipilih karena jumlah warganya yang besar, memberikan peluang target yang luas.

“Indonesia dipilih karena banyaknya penduduk yang dapat menjadi target. China juga dipilih karena populasi yang sangat besar, sementara India dan Thailand juga dipertimbangkan karena kepadatan penduduk dan aktivitas online mereka,” jelas Himawan.

Pemilihan negara tidak hanya berdasarkan kepadatan penduduk, tetapi juga hasil analisis aktivitas online di negara-negara tersebut.

Para pelaku sindikat ini menggunakan metode social engineering untuk menilai siapa yang paling rentan terhadap penipuan.

Metode Social Engineering dalam Penipuan Online

Polri mengungkap sindikat penipuan online yang berkedok lowongan kerja paruh waktu dengan jaringan internasional. Baca selengkapnya mengenai kasus ini.

Social engineering adalah teknik yang digunakan untuk memanipulasi individu agar mengungkapkan informasi pribadi yang sensitif dengan cara yang menipu.

Sindikat penipuan ini memanfaatkan social engineering untuk menargetkan individu dengan potensi terbesar menjadi korban.

“Metode social engineering digunakan untuk memprofiling target dan menentukan siapa yang paling mungkin menjadi korban penipuan,” kata Himawan.

Teknik ini melibatkan penipuan yang canggih untuk mengeksploitasi kecerobohan atau kesalahan individu dalam membagikan data penting.

Sindikat ini menyebarkan tautan ke website palsu melalui berbagai platform online, termasuk Facebook, Telegram, dan WhatsApp. Dengan cara ini, mereka berhasil menjaring korban dari berbagai negara.

Operasional Sindikat Penipuan dari Dubai

Sindikat penipuan online ini dikendalikan dari Kota Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Dubai dipilih sebagai pusat operasional karena keberadaan infrastruktur yang memadai dan fasilitas yang mendukung kegiatan penipuan daring.

“Dubai menjadi pusat koordinasi utama sindikat ini karena merupakan lokasi strategis untuk mengatur dan menjalankan aktivitas penipuan,” ungkap Himawan.

Sindikat ini memanfaatkan fasilitas di Dubai untuk menyebarkan penipuan dan mengelola operasional mereka dengan dukungan penerjemah dan infrastruktur lainnya.

Dalam kasus penipuan ini, total empat orang tersangka telah ditetapkan.

Mereka terdiri dari ZS, seorang warga negara Tiongkok yang berperan sebagai pimpinan sindikat, serta tiga orang warga Indonesia berinisial NSS, H, dan M yang mendukung ZS dalam menjalankan aksinya.

Sindikat ini berhasil meraup keuntungan sebesar Rp1,5 triliun dari bisnis ilegal mereka.

Kerugian yang ditimbulkan di setiap negara adalah sebagai berikut: Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp59 miliar, India Rp1,077 triliun, Tiongkok Rp91 miliar, dan Thailand Rp288 miliar.

“Keuntungan yang diperoleh sindikat dari penipuan ini sangat besar, mencapai Rp1,5 triliun. Setiap negara mengalami kerugian yang signifikan,” kata Himawan.

Selain empat tersangka yang telah ditetapkan, ada empat orang lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri sedang memburu keempat DPO tersebut.

Mereka berperan sebagai koordinator utama dalam sindikat penipuan ini dan memiliki tanggung jawab dalam mengatur operasi penipuan.

“Kami sedang melakukan upaya maksimal untuk menangkap keempat DPO yang merupakan koordinator utama dari sindikat penipuan online ini,” tegas Himawan.

Selain itu, pihak berwenang masih mencari kemungkinan keterlibatan individu lain dalam sindikat ini dan sedang melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap jaringan kejahatan lebih luas yang mungkin terlibat.

Upaya penegakan hukum ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberantas tindak pidana siber dan melindungi masyarakat dari ancaman penipuan online yang semakin kompleks dan merugikan.

Dengan adanya penegakan hukum yang tegas dan upaya koordinasi internasional, diharapkan sindikat penipuan ini dapat dihentikan dan masyarakat dapat terlindungi dari risiko penipuan online di masa depan.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istilah Dasarian Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya Menurut BMKG
Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?
Aduh! Retribusi Leang-Leang Rp1,36 Miliar, Misteri dalam Catatan BPK
Viral Sungai Barito Berubah Seperti Gurun, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya
KKB Sandera 9 Perempuan di Papua, Operasi Besar Dilakukan untuk Bebaskan Korban
Kolom Komentar Bank Mandiri Ramai Diserbu Nasabah, Keluhan Layanan Jadi Sorotan
Respons Hyundai soal Permasalahan Hyundai Ioniq 5 AA Juju yang Viral
Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Wafat Saat Salurkan Bantuan, Gubernur Sampaikan Duka

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Istilah Dasarian Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya Menurut BMKG

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Aduh! Retribusi Leang-Leang Rp1,36 Miliar, Misteri dalam Catatan BPK

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Viral Sungai Barito Berubah Seperti Gurun, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:41 WIB

KKB Sandera 9 Perempuan di Papua, Operasi Besar Dilakukan untuk Bebaskan Korban

Berita Terbaru