Trump Kembali Tebar Ancaman, Sebut Kuba Bisa Bernasib Sama dengan Iran

- Penulis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trump Kembali Tebar Ancaman, Sebut Kuba Bisa Bernasib Sama dengan Iran

Trump Kembali Tebar Ancaman, Sebut Kuba Bisa Bernasib Sama dengan Iran

Krisis Ekonomi Berkepanjangan di Kuba

Dalam beberapa tahun terakhir, Kuba menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang serius. Negara tersebut mengalami kekurangan bahan bakar, obat-obatan, serta kebutuhan pokok lainnya.

Pemadaman listrik juga menjadi masalah yang kerap terjadi di berbagai wilayah. Situasi ini semakin memperburuk kondisi sosial masyarakat yang sudah terdampak oleh inflasi dan keterbatasan pasokan pangan.

Pemerintah Kuba sendiri menilai kebijakan Amerika Serikat sebagai faktor utama yang memperburuk situasi tersebut. Havana menuduh Washington sengaja menekan ekonomi negara mereka untuk memicu perubahan politik dari dalam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski demikian, Amerika Serikat menyatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mendorong reformasi politik dan ekonomi di Kuba.

Pemadaman Listrik Meluas

Krisis energi di Kuba juga terlihat dari sejumlah gangguan pada infrastruktur kelistrikan nasional.

Pada awal Maret 2026, dua pertiga wilayah Kuba dilaporkan mengalami pemadaman listrik besar-besaran setelah terjadi kerusakan pada pembangkit listrik utama Antonio Guiteras, yang merupakan fasilitas pembangkit terbesar di negara tersebut.

Gangguan tersebut menyebabkan aktivitas ekonomi di sejumlah kota terhenti sementara waktu. Meski sebagian besar wilayah telah kembali mendapatkan pasokan listrik, insiden tersebut memperlihatkan betapa rentannya sistem energi Kuba saat ini.

Peran Gereja Katolik dalam Diplomasi Kuba-AS

Di tengah ketegangan hubungan antara Washington dan Havana, peran diplomasi non-pemerintah juga pernah menjadi jembatan komunikasi antara kedua negara.

Salah satu aktor penting dalam upaya tersebut adalah Pope Francis yang pada 2015 berperan dalam proses normalisasi hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Kuba.

Kesepakatan tersebut tercapai pada masa pemerintahan Barack Obama, setelah puluhan tahun hubungan kedua negara membeku akibat konflik ideologi selama Perang Dingin.

Vatikan juga sempat memediasi kesepakatan antara pemerintah Kuba dan pemerintahan Joe Biden dalam isu pembebasan tahanan politik.

Dalam kesepakatan tersebut, Havana membebaskan ratusan tahanan politik sebagai imbalan atas penghapusan Kuba dari daftar negara sponsor terorisme yang dibuat oleh Washington.

Namun situasi berubah ketika Trump kembali memasukkan Kuba ke dalam daftar tersebut pada hari pertama masa jabatannya pada Januari 2025.

Ketegangan Geopolitik yang Berpotensi Meningkat

Pernyataan terbaru Trump mengenai Kuba dinilai sejumlah pengamat dapat memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin.

Jika kebijakan tekanan ekonomi terus berlanjut atau bahkan meningkat, bukan tidak mungkin hubungan diplomatik antara kedua negara kembali memasuki fase konfrontasi seperti pada masa Perang Dingin.

Di sisi lain, pemerintah Kuba juga diperkirakan akan berupaya mencari dukungan internasional guna menghadapi tekanan tersebut, termasuk memperkuat hubungan dengan negara-negara sekutu seperti Rusia, China, maupun beberapa negara di Amerika Latin.

Bagi masyarakat internasional, perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba menjadi salah satu isu geopolitik yang patut diperhatikan, terutama di tengah meningkatnya konflik global di berbagai kawasan.

Apakah tekanan dari Washington benar-benar dapat memicu perubahan politik di Havana, atau justru memperpanjang konflik diplomatik antara kedua negara, masih menjadi pertanyaan besar yang jawabannya akan terlihat dalam waktu mendatang.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Reses DPR RI, Teguh Iswara Perjuangkan Aspirasi dan Program untuk Barru”
KOSPI Terbaru Jadi Perhatian Investor, Pergerakan Bursa Korea Selatan dan Faktor Pendorongnya
Home Visit Sidokkes, Bukti Kepedulian Polres Barru untuk Anggota
Kudeta Iran Jadi Sorotan, Ini Fakta Terbaru Krisis Politik dan Situasi Pemerintahan
Abdullah dari Arab Saudi Meninggal di London, Koroner Ungkap Penyebab Kematiannya
Beruang Hitam Tewas Tersengat Listrik di Atas Tiang
Dara Daeng Maros 2026 Lahirkan Duta Wisata Baru
Konsultan Hukum Pidana Usul KPK Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah Jika Berpotensi Jalan di Tempat Tanpa Kejelasan P-21

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 00:59 WIB

“Reses DPR RI, Teguh Iswara Perjuangkan Aspirasi dan Program untuk Barru”

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:22 WIB

KOSPI Terbaru Jadi Perhatian Investor, Pergerakan Bursa Korea Selatan dan Faktor Pendorongnya

Senin, 27 Juli 2026 - 16:38 WIB

Home Visit Sidokkes, Bukti Kepedulian Polres Barru untuk Anggota

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:41 WIB

Kudeta Iran Jadi Sorotan, Ini Fakta Terbaru Krisis Politik dan Situasi Pemerintahan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

Abdullah dari Arab Saudi Meninggal di London, Koroner Ungkap Penyebab Kematiannya

Berita Terbaru