Drone Rusia Hantam Gudang Amunisi Ukraina, 37 Orang Tewas dalam Ledakan Besar di Kyiv

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Drone Rusia Hantam Gudang Amunisi Ukraina, 37 Orang Tewas dalam Ledakan Besar di Kyiv

Drone Rusia Hantam Gudang Amunisi Ukraina, 37 Orang Tewas dalam Ledakan Besar di Kyiv

Redaksiku.com – Serangan udara Rusia terhadap sebuah fasilitas penyimpanan senjata di wilayah Myla, Distrik Bucha, Oblast Kyiv, Ukraina, menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai puluhan lainnya.

Insiden tersebut menjadi salah satu serangan paling mematikan yang terjadi di Ukraina sepanjang 2026.

Serangan yang terjadi pada Jumat malam waktu setempat itu memicu ledakan besar setelah drone Rusia menghantam area gudang yang diduga menyimpan material militer. Ledakan beruntun menyebabkan kebakaran hebat yang menjalar ke wilayah sekitar dan merusak puluhan bangunan warga.

Peristiwa tersebut kembali meningkatkan ketegangan dalam perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun, sekaligus memunculkan sorotan baru mengenai keamanan penyimpanan amunisi di tengah kawasan permukiman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Drone Rusia Hantam Gudang di Dekat Permukiman Warga

Serangan terjadi di Desa Myla, wilayah Distrik Bucha, yang berada di sebelah barat Kyiv.

Menurut laporan otoritas Ukraina, drone Rusia menghantam sebuah fasilitas penyimpanan yang kemudian memicu ledakan besar akibat adanya material peledak di lokasi tersebut.

Ledakan yang terjadi tidak hanya menghancurkan area target, tetapi juga berdampak terhadap lingkungan sekitar.

Sedikitnya 50 bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan, sementara ratusan warga harus dievakuasi dari kawasan terdampak.

Kebakaran besar membuat tim penyelamat Ukraina harus bekerja selama berjam-jam untuk memadamkan api dan mencari korban di antara puing-puing bangunan.

37 Orang Tewas, Banyak Korban Berasal dari Fasilitas Lansia

Kepala Administrasi Militer Wilayah Kyiv, Tymur Tkachenko, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal mencapai sedikitnya 37 orang.

Dari jumlah tersebut, sejumlah besar korban disebut berasal dari sebuah fasilitas perawatan bagi warga lanjut usia dan penyandang disabilitas yang berada tidak jauh dari lokasi ledakan.

Sebanyak lebih dari 370 orang dilaporkan telah dievakuasi dari kawasan tersebut, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat dampak ledakan dan kebakaran.

Insiden ini menjadi salah satu tragedi terbesar yang menimpa wilayah Kyiv sepanjang tahun berjalan.

Rusia Klaim Target Serangan Merupakan Fasilitas Militer Ukraina

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa serangan tersebut diarahkan kepada fasilitas militer Ukraina.

Pihak Rusia menyebut lokasi tersebut digunakan untuk menyimpan komponen dan perlengkapan yang berkaitan dengan produksi drone jarak jauh Ukraina.

Namun, pemerintah Ukraina menyoroti dampak besar yang terjadi karena fasilitas penyimpanan tersebut berada dekat dengan kawasan masyarakat sipil.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa penyelidikan harus dilakukan untuk mengetahui bagaimana material berbahaya dapat berada di lokasi yang berdekatan dengan permukiman warga.

Zelenskyy Buka Investigasi Dugaan Kelalaian

Selain mengecam serangan Rusia, Zelenskyy juga menyoroti kemungkinan adanya kelalaian dalam pengelolaan fasilitas penyimpanan amunisi.

Menurutnya, aturan keselamatan Ukraina melarang penyimpanan bahan peledak di dekat area tempat tinggal masyarakat.

Pemerintah Ukraina kemudian membuka penyelidikan hukum terkait legalitas penyimpanan material berbahaya tersebut.

Kantor Kejaksaan Ukraina juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fasilitas dan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaannya.

Drone Rusia Hantam Gudang Amunisi Ukraina, 37 Orang Tewas dalam Ledakan Besar di Kyiv
Drone Rusia Hantam Gudang Amunisi Ukraina, 37 Orang Tewas dalam Ledakan Besar di Kyiv

Perdana Menteri Ukraina Soroti Kesalahan yang Berulang

Perdana Menteri Ukraina Serhii Koretskyi turut memberikan tanggapan terkait insiden tersebut.

Ia menilai tragedi tersebut menunjukkan adanya kegagalan dalam menerapkan standar keselamatan, terutama karena sebelumnya Ukraina juga pernah mengalami insiden serupa terkait ledakan fasilitas amunisi.

Koretskyi meminta pihak yang bertanggung jawab dievaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Serangan Terjadi Saat Rusia Intensifkan Operasi Udara

Serangan di Myla terjadi ketika Rusia meningkatkan intensitas serangan udara terhadap wilayah Ukraina.

Dalam beberapa hari terakhir, Kyiv dan sejumlah wilayah lain menghadapi gelombang serangan menggunakan drone dan rudal.

Pemerintah Ukraina menyebut serangan udara Rusia menjadi semakin kompleks dengan penggunaan drone berkecepatan tinggi yang lebih sulit dihentikan oleh sistem pertahanan udara.

Kondisi tersebut membuat Ukraina terus meminta dukungan sistem pertahanan udara tambahan dari negara-negara mitra.

Ukraina dan Rusia Saling Tingkatkan Serangan Drone

Di sisi lain, Ukraina juga terus meningkatkan serangan menggunakan drone jarak jauh terhadap target strategis di wilayah Rusia.

Kyiv menargetkan fasilitas yang dianggap memiliki nilai penting bagi kemampuan militer dan ekonomi Rusia.

Perang drone kini menjadi salah satu elemen utama dalam konflik kedua negara karena memungkinkan serangan dilakukan dari jarak jauh dengan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan operasi udara konvensional.

Dampak Serangan Menambah Tekanan Diplomatik

Serangan terbaru ini kembali menjadi perhatian internasional karena menambah daftar panjang korban sipil akibat konflik Rusia-Ukraina.

Negara-negara Barat kembali menyoroti dampak kemanusiaan perang, sementara Rusia tetap menyatakan bahwa operasi militernya diarahkan terhadap infrastruktur yang berkaitan dengan kemampuan tempur Ukraina.

Sementara itu, masyarakat Ukraina menghadapi dampak langsung berupa kerusakan rumah, pengungsian, dan meningkatnya kekhawatiran terhadap serangan lanjutan.

Tragedi Myla Jadi Peringatan Besar dalam Perang Rusia-Ukraina

Serangan di Myla bukan hanya menjadi catatan mengenai eskalasi konflik militer, tetapi juga membuka kembali persoalan perlindungan warga sipil di tengah perang.

Dengan 37 korban meninggal dan ratusan warga terdampak, tragedi ini menjadi salah satu peristiwa paling berat yang dialami Ukraina tahun ini.

Kini perhatian publik tertuju pada dua hal utama: proses penyelidikan internal Ukraina terkait penyimpanan material militer dan perkembangan serangan lanjutan antara Rusia dan Ukraina.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : redaksiku

Editor : redaksiku

Sumber Berita: Dept Internasional

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ausbildung Jerman 2026: Cek Syarat, Gaji, Visa, dan Cara Mendaftarnya
WHV Australia 2026 Dibuka dengan Sistem Baru, Ini Syarat dan Persiapan Penting untuk WNI
Rusia Hadapi Krisis BBM, Mengapa Pasokan Energi Dunia Ikut Waspada?
Dolly Parton Tutup Usia, Ini Warisan Besar Sang Legenda Musik Country Dunia
Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi
Meriahkan HUT RI, Kapolres Barru Kawal Konvoi Merah Putih
Pangkalan Militer Jadi Sorotan Saat AS Perkuat Hubungan Pertahanan dengan ASEAN
Tak Mau Warga Cemas, Kapolres Barru Cek Ketersediaan Air

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Ausbildung Jerman 2026: Cek Syarat, Gaji, Visa, dan Cara Mendaftarnya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 15:19 WIB

WHV Australia 2026 Dibuka dengan Sistem Baru, Ini Syarat dan Persiapan Penting untuk WNI

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:53 WIB

Rusia Hadapi Krisis BBM, Mengapa Pasokan Energi Dunia Ikut Waspada?

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:58 WIB

Dolly Parton Tutup Usia, Ini Warisan Besar Sang Legenda Musik Country Dunia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:14 WIB

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Berita Terbaru

Cara Elegan Menolak Pekerjaan Tambahan

Life Style

4 Cara Elegan Menolak Pekerjaan Tambahan

Senin, 31 Agu 2026 - 14:05 WIB

Cara Mengambil Keuntungan 10-20% dari Penjualan Produk

Bisnis

Cara Mengambil Keuntungan 10-20% dari Penjualan Produk

Senin, 31 Agu 2026 - 13:50 WIB