Kebutuhan dan keinginan merupakan suatu hal yang melekat di dalam kehidupan sehari-hari, namun tak banyak orang yang paham mengenai antara perbedaan kebutuhan dan keinginan. Masih banyak orang yang menganggap kebutuhan dan keinginan merupakan suatu hal yang sama.
Dalam ilmu ekonomi sudah dijelaskan bahwa kebutuhan dan keinginan merupakan dua hal yang berbeda, yang berarti tidak sama. Namun kedua kata tersebut memang memiliki arti yang mirip.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada artikel berikut ini akan membahas perbedaan kebutuhan dan keinginan beserta beberapa contohnya, pastikan untuk selalu membaca dengan cermat dan teliti agar mudah memahami penjelasan berikut ini.
Perbedaan Kebutuhan Dan Keinginan
Kebutuhan merupakan segala sesuatu hal yang wajib untuk dipenuhi dan dicukupi demi kesejahteraan, jika kebutuhan tidak dipenuhi maka bisa mempengaruhi keberlangsungan dalam kehidupan manusia seperti berdampak negatif bagi kehidupan sehari-hari.
Contoh kebutuhan seperti makanan, tempat tinggal, pakaian, kesehatan, dan pendidikan. Jika seseorang tidak bisa memenuhi kebutuhan tersebut, maka kehidupan seseorang bisa terancam.
Sedangkan keinginan merupakan suatu hasrat keinginan untuk membeli atau memiliki suatu benda, barang dan mencapai keinginan lainnya yang bersifat sementara untuk kepuasan pribadi.
Keinginan biasanya mencakup berbagai macam hal, mulai dari barang-barang mewah seperti mobil, motor, handphone bahkan liburan ke wisata impian, hingga keinginan yang lebih sederhana seperti makanan kesukaan atau pakaian dengan merek tertentu.
Nah, bagaimana sudah jelaskan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan? Pada dasarnya kebutuhan adalah hal yang wajib diutamakan dan dipenuhi daripada keinginan, kita bisa menunda sementara keinginan kita demi memenuhi kebutuhan sehari-hari agar mampu menciptakan kehidupan yang sejahtera.
Jika seseorang tidak bisa memenuhi kebutuhan untuk kesehariannya tentu kehidupannya akan terasa susah dan serba terbatas, hal tersebut juga bisa menyebabkan timbulnya masalah kesehatan fisik hingga depresi.
Berbeda halnya dengan keinginan, jika kita menunda keinginan maka tindakan tersebut tidak akan sampai memberikan dampak negatif bagi diri kita. Bisa dikatakan juga tanpa memenuhi keinginan kita, maka kita tetap bisa menjalani kehidupan sehari-hari seperti biasanya.
Karena keinginan biasanya sifatnya panjang sehingga kapanpun kita bisa mencapainya, sedangkan kebutuhan sifatnya berjangka pendek sehingga wajib untuk dipenuhi.
Menunda keinginan tidak akan memberikan pengaruh apapun bagi kehidupan seseorang, dan kebalikannya jika seseorang sampai menunda kebutuhannya maka bisa mempengaruhi pada kehidupan seseorang.
Cara Membedakan Antara Kebutuhan Keinginan
Mungkin bagi sebagian orang bingung membedakan antara kebutuhan dan keinginannya, agar tidak salah memahami antara kebutuhan dan keinginan ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk membedakannya.
1. Membuat Perbandingan
Ketika terlintas dipikiran ingin membeli suatu barang cobalah untuk membuat perbandingan, apakah barang yang kamu inginkan saat ini benar-benar akan berguna untuk kehidupan sehari-hari atau malah hanya sekedar ingin memilikinya saja.
Mengapa kita perlu membuat perbandingan? Karena dengan cara tersebut kita dapat mengetahui apa yang harus kita perioritas kan, membuat perbandingan juga dapat menjadi salah satu cara pengelolaan keuangan yang tepat.
2. Mengetahui Dampaknya
Jika ingin mengetahui cara membedakan antara kebutuhan dan keinginan yang paling mudah adalah dengan cara mengetahui dampaknya. Maksudnya bagaimana? Misalnya ada suatu barang dan kamu ingin membelinya, apakah kamu membelinya karena keperluan atau atas dasar keinginan saja.
Sederhana seperti ini jika kamu mengutamakan kebutuhan ketika melihat suatu produk, pasti kamu sudah mengetahui bahwa produk tersebut bermanfaat untuk kemudian hari. Misalnya beras, gula, minyak, sabun, pasta gigi, shampo, pakaian dan masih banyak lainnya.
Sedangkan membeli barang atas dasar keinginan biasanya untuk hobi atau koleksi saja misalnya aksesoris, alat elektronik, alat musik, barang antik dan lain sebagainya.
Untuk mengetahui dampaknya pun cukup mudah, bayangkan apa yang terjadi jika kamu tidak membeli barang yang sedang kamu inginkan. Apakah tanpa membeli barang tersebut kehidupanmu akan mengalami gangguan atau tidak.
Jika menurutmu tanpa membeli barang yang saat ini sedang kamu inginkan, tidak mempengaruhi kehidupanmu atau dalam kata lain kehidupan mu bisa berjalan dengan lancar tanpa harus membeli barang tersebut berarti itu adalah keinginan bukan kebutuhan.
Dan sebaliknya jika kamu berfikir jika tidak membeli barang tersebut akan berdampak bagi kehidupan sehari-hari, berarti itu adalah kebutuhan yang wajib untuk dibeli.
3. Membuat Daftar Prioritas
Tentu bagi orang dewasa setiap minggu atau bulannya selalu menyisihkan uang untuk belanja stok bulanan, tentunya untuk mencukupi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari untuk satu bulan kedepan.
Saat hendak berbelanja tentunya bagi sebagian orang telah hafal atau mengetahui kebutuhan apa saja yang sudah menipis dan wajib dibeli, namun terkadang di sisi lain seseorang juga ingin membeli barang idamannya sebagai self reward atas kerja kerasnya sendiri.
Sebenarnya membeli barang keinginan berkedok self reward bukanlah suatu hal yang salah, namun pastikan yang utama adalah mencukupi kebutuhan terlebih dahulu. Cobalah untuk membuat daftar prioritas kebutuhan belanja yang wajib untuk dipenuhi terlebih dahulu, lalu hitunglah estimasi jumlah biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan.
Jika sudah dan masih mempunyai tabungan atau uang simpanan, tidak ada salahnya jika kamu membeli barang yang kamu inginkan.
4. Motivasi Membeli Barang
Tanyakan pada diri sendiri terlebih dahulu apa motivasi kamu ingin membeli suatu barang tersebut, apakah memang benar membutuhkan atau hanya atas dasar emosional saja.
Maksud atas dasar emosional adalah keinginan atau hasrat ingin memiliki suatu barang, entah tergiur karena ada promo besar-besaran ataupun karena ingin memilikinya karena barang tersebut sangat menarik perhatian sehingga timbullah keinginan untuk membeli.
Jika memang barang tersebut menurut kamu penting dan berguna untuk pribadi maupun kebutuhan sehari-hari, baiknya memang membelinya. Namun jika tanpa barang tersebut menurut kamu tidak masalah bagi kehidupan, maka kamu tidak harus membelinya.
Namun semua itu balik lagi kepada diri sendiri jika memang benar-benar tertarik menginginkan barang tersebut, serta memiliki cukup budget membelinya bukanlah suatu masalah.
5. Pikirkan Masa Depan
Mungkin kamu bisa memenuhi antara kebutuhan dan keinginan dalam waktu yang sama, tetapi jangan lupa untuk selalu memikirkan kehidupan di masa mendatang. Jangan sampai tabungan semakin menipis atau terkuras habis akibat memenuhi keinginan kamu.
Kehidupan akan terus berjalan dan seperti roda yang terus berputar, kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi di hari esok. Apakah kita masih bisa produktif dan mempunyai penghasilan atau malah sebaliknya. Untuk itu kita perlu berjaga-jaga dan pandai dalam mengelola keuangan.
6. Belajar Dari Pengalaman
Cobalah untuk mengingat apakah kamu pernah membeli barang yang kamu inginkan, dan akhirnya kini barang tersebut tidak terpakai? Jika iya bukankah hal tersebut sangat disayangkan.
Untuk menghindari agar kejadian tersebut tidak terulang, sebelum membeli barang pastikan kamu sudah mengetahui alasan dan manfaat kamu membelinya. Jangan hanya karena melihat modelnya yang cantik dan harga yang terjangkau tanpa berpikir panjang langsung membelinya.
Percuma membeli barang jika hanya berdasarkan suka dengan modelnya saja karena seiring berjalannya waktu dan berkembangnya jaman, maka banyak model baru yang lebih menarik jadi dalam membeli barang prioritaskan barang yang pasti bermanfaat bagi kehidupanmu.
Itulah perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, setelah membaca dan memahami penjelasan diatas
semoga bisa membantu dan dapat memberikan pemahaman tambahan yang bermanfaat.






