عم إن ÙÙŠ شهر ولادته يكون الداعي أقوى لإقبال الناس واجتماعهم وشعورهم الÙياض بارتباط الزمان بعضه ببعض Ùيتذكرون Ø¨Ø§Ù„ØØ§Ø¶Ø± الماضي وينتقلون من الشاهد إلى الغائب
Artinya: Tetapi pada bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, dorongan untuk mengingat dan mengaitkan diri pada Rasulullah SAW lebih kuat karena kedatangan, kumpulan, dan limpahan rasa murah hati mereka terkait satu waktu dengan yang lain sehingga mereka mengingat orang yang hadir di masa lalu dan perhatian mereka beralih dari yang hadir kepada sosok yang telah tiada, (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki, Mafahim Yajibu an Tushahhah, Surabaya, Haiatus Shafwah Al-Malikiyyah, tanpa catatan tahun, halaman 341).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki ingin mengatakan bahwa umat Islam tidak boleh “terlalu jauh” dari Nabi Muhammad SAW. Mereka harus membawa kenangan akan karakter Nabi Muhammad SAW setiap waktu dan membasahi mulut mereka dengan sholawat. Namun pada saat-saat tertentu, seperti bulan Maulid, umat harus mengingat Nabi Muhammad SAW lebih dalam. Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki tidak menyalahkan umat Islam karena mengadakan perayaan ulang tahun di bulan Rabi’ul Awwal. Sebaliknya, ia mengapresiasi tradisi merayakan ulang tahun masyarakat di bulan Rabi’ul Awal. Dengan mengingat dan berdoa setiap bulan dan setiap hari, orang-orang memperkuat sholawat mereka dengan Nabi Muhammad SAW selama bulan Rabi’ul Awwal. Pernyataan Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki tidak berlebihan. Pasalnya, Rasulullah SAW sendiri menganjurkan kita untuk memperbanyak shalawat pada hari Jum’at, meskipun kita juga dianjurkan untuk shalawat setiap hari. Wallahu a˜lam.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






