PICF 2026 (Ist)
Redaksiku.com – Ajang paduan suara internasional bergengsi, The 7th PENABUR International Choir Festival (PICF) 2026, resmi digelar mulai tanggal 7 hingga 12 September 2026 di Aula PENABUR Intercultural Secondary & Junior College Kelapa Gading, Jakarta Utara. Penyelenggaraan tahun ini menandai komitmen panjang BPK PENABUR Jakarta yang telah berkiprah selama 76 tahun dalam menghadirkan pendidikan holistik bagi generasi muda di Indonesia.
Festival musik dua tahunan yang rutin diadakan sejak 2013 ini mengusung tema utama “Sing Together, Rise Together”. Melalui tema tersebut, para peserta tidak hanya diajak untuk berkompetisi dan mengasah kemampuan vokal mereka, tetapi juga dipupuk untuk membangun kolaborasi lintas budaya serta mempererat persahabatan di panggung internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengasah Keterampilan Abad 21 Melalui Musik
Kehadiran ajang berskala global ini memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan berbagai kompetensi penting di era modern. Aspek-aspek krusial yang dikenal sebagai keterampilan abad 21 menjadi fokus utama yang melekat sepanjang rangkaian kompetisi paduan suara ini.
Setiap peserta memiliki kesempatan emas untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, karakter, serta kewarganegaraan global secara langsung.
Ketua BPK PENABUR Jakarta, Kenny Lim, menjelaskan bahwa atmosfer kompetisi internasional memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar. Selain bersaing secara sehat, mereka belajar menghargai keberagaman budaya yang dibawa oleh masing-masing tim dari berbagai daerah dan negara.
Nilai-nilai positif seperti kedisiplinan, kerja sama tim, rasa tanggung jawab, serta kerendahan hati turut tertanam kuat dalam diri setiap anggota paduan suara. Proses latihan intensif hingga penampilan di atas panggung membentuk karakter tangguh yang dibutuhkan oleh generasi muda masa kini.
Dukungan Luas dari Pemerintah dan Negara Sahabat
Kesuksesan perhelatan PICF 2026 tidak lepas dari sinergi kuat dengan berbagai pihak, termasuk dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kolaborasi lintas instansi ini memastikan kenyamanan, keamanan, dan kemeriahan acara dari awal pembukaan hingga penutupan.
Dinas Kebudayaan turut ambil bagian dengan menghadirkan penari tradisional serta ikon budaya ondel-ondel pada acara pembukaan. Sementara itu, publikasi acara disebarluaskan secara masif melalui jaringan videotron milik Pemprov DKI Jakarta berkat dukungan Dinas Komunikasi Digital.
Sebanyak 152 tim paduan suara terbaik yang telah melalui proses seleksi ketat siap memberikan penampilan memukau di hadapan para juri profesional.
Aspek kesehatan dan keselamatan peserta juga menjadi prioritas utama panitia penyelenggara. Dinas Kesehatan melalui jajaran Puskesmas Jakarta Utara serta tim PK3D telah menyiagakan ambulans dan tenaga medis profesional di lokasi kegiatan.
Dukungan moral dan diplomatik juga datang dari kancah internasional, ditandai dengan kehadiran langsung Duta Besar dari negara sahabat seperti Filipina dan Spanyol pada acara pembukaan serta malam penganugerahan pemenang.
Peserta dari Berbagai Provinsi dan Mancanegara
Antusiasme tinggi terlihat dari sebaran peserta yang datang dari berbagai penjuru tanah air hingga luar negeri. Tercatat ada 17 provinsi di Indonesia yang mengirimkan delegasi paduan suara terbaik mereka pada ajang edisi ketujuh ini.
Para peserta domestik tersebut berasal dari wilayah Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Riau, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Papua, hingga Papua Barat Daya.
Tidak ketinggalan, kehadiran tim paduan suara dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina semakin memperkuat citra festival ini sebagai ajang seni suara bertaraf internasional yang sangat diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.
“Antusiasnya jauh lebih besar dibandingkan gelaran PICF dua tahun lalu, ada yang dari Papua bahkan negara-negara tetangga juga ikut berpartisipasi. Kami sangat bersyukur dan bangga atas hal ini.”
— Panitia Penyelenggara
Kategori Kompetisi PICF 2026
Kompetisi paduan suara tahun ini dibagi ke dalam dua kelompok kategori besar yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai tingkat usia dan genre musik vokal. Pembagian ini memberikan ruang yang adil bagi seluruh peserta untuk menunjukkan kebolehan terbaik mereka.
- School Categories yang mencakup tingkat pendidikan Kindergarten, Primary School, Junior High School, dan Senior High School.
- General Categories yang meliputi Children’s Choir untuk usia 9-17 tahun serta Mixed Youth Choir level A dan B untuk rentang usia 17-23 tahun.
- Kategori khusus dewasa seperti Mixed Choir Level A dan B, serta Equal Voices yang diperuntukkan bagi peserta di atas usia 17 tahun.
- Kategori genre spesifik meliputi Folklore, Music of Religion, Pop & Jazz Choir, Gospel & Spiritual tanpa batasan usia, serta Ensemble Choir.
Pertanyaan Umum
Kapan dan di mana PICF 2026 diselenggarakan?
The 7th PENABUR International Choir Festival (PICF) 2026 diselenggarakan pada tanggal 7 hingga 12 September 2026 bertempat di Aula PENABUR Intercultural Secondary & Junior College Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Berapa banyak tim yang berpartisipasi dalam ajang ini?
Sebanyak 152 tim paduan suara terbaik yang berasal dari 17 provinsi di Indonesia serta tiga negara sahabat turut ambil bagian dalam kompetisi paduan suara internasional ini.
Apa saja kategori yang dilombakan dalam PICF 2026?
Kompetisi ini dibagi menjadi School Categories untuk tingkat sekolah dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, serta General Categories yang mencakup berbagai kelompok usia dan genre musik seperti paduan suara anak, pemuda, musik gerejawi, folklore, hingga pop dan jazz.
Ringkasan
The 7th PENABUR International Choir Festival (PICF) 2026 diselenggarakan pada 7-12 September 2026 di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ajang ini diikuti oleh 152 tim dari 17 provinsi di Indonesia serta Malaysia, Singapura, dan Filipina, dengan berbagai kategori lomba mulai dari tingkat sekolah, paduan suara anak dan pemuda, hingga kategori genre spesifik seperti folklore dan pop & jazz.






