Redaksiku.com – Pemerintah Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan harga jual bahan bakar minyak jenis Pertamax pada awal September 2026, meskipun tekanan pasar global dan fluktuasi nilai tukar rupiah terus membayangi. Keputusan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan pokok yang terjadi di berbagai daerah.
Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet, mengungkapkan bahwa harga keekonomian Pertamax saat ini sebenarnya berada di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.800 per liter. Angka tersebut terpaut cukup jauh di atas harga jual saat ini yang dipatok pada level Rp15.950 per liter.
Selisih antara harga jual saat ini dengan nilai keekonomian yang mencapai sekitar Rp800 per liter menjadi beban yang ditanggung oleh badan usaha untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dinamika Ekonomi dan Tekanan Kurs
Keputusan menahan harga BBM nonsubsidi ini tidak terlepas dari kondisi makroekonomi yang menantang. Pada awal September 2026, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terpantau bergerak fluktuatif di kisaran Rp17.710 hingga Rp17.744 per USD.

Tekanan kurs ini secara langsung berimplikasi pada biaya pengadaan energi nasional. Sejumlah pakar menilai bahwa pemerintah memilih untuk menyerap selisih harga tersebut demi mencegah efek domino inflasi yang lebih luas, terutama karena masyarakat saat ini juga menghadapi kenaikan harga pada komoditas pangan seperti cabai dan telur ayam.
Data dari PIHPS Nasional Bank Indonesia mencatat kenaikan harga yang cukup signifikan pada beberapa komoditas. Harga cabai merah besar dilaporkan naik menjadi Rp52.250 per kilogram, sementara harga cabai merah keriting melonjak hingga Rp57.650 per kilogram.
Stabilitas harga energi menjadi instrumen krusial bagi pemerintah dalam menjaga tingkat konsumsi rumah tangga di tengah tekanan harga pangan yang sedang meningkat.
Tantangan Keamanan Pangan dan Energi
Selain tantangan harga energi, pemerintah kini juga tengah fokus memperkuat sistem keamanan pangan. Hal ini mencuat setelah adanya laporan insiden keracunan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki cakupan penerima manfaat sangat besar.

Badan Gizi Nasional (BGN) didorong untuk memperketat pengawasan terhadap rantai pasok dan kualitas bahan pangan yang didistribusikan. Langkah ini dinilai penting agar program prioritas nasional tersebut tidak terganggu oleh kendala teknis yang merugikan masyarakat.
Masyarakat disarankan untuk selalu memantau kanal resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina sebelum melakukan pengisian BBM guna mendapatkan informasi harga terbaru yang berlaku di masing-masing wilayah.
Di sektor lain, dunia olahraga nasional turut menyoroti dinamika yang terjadi. Gelandang andalan tim nasional Argentina, Leandro Paredes, dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk gantung sepatu dari kancah internasional. Spekulasi mengenai masa depan sang pemain menjadi perhatian publik setelah performa konsistennya selama bertahun-tahun di level tertinggi sepak bola dunia.
Pertanyaan Umum
Mengapa harga Pertamax dipertahankan meski harga keekonomian lebih tinggi?
Pemerintah memilih untuk tidak menaikkan harga Pertamax guna menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga komoditas pangan pokok yang terjadi secara nasional.
Berapa selisih harga jual Pertamax dengan harga keekonomian saat ini?
Berdasarkan estimasi ekonom CORE, terdapat selisih sekitar Rp800 hingga Rp850 per liter antara harga jual saat ini sebesar Rp15.950 dengan harga keekonomian yang mencapai Rp16.700–Rp16.800 per liter.
Bagaimana pengaruh nilai tukar rupiah terhadap harga BBM?
Fluktuasi nilai tukar rupiah yang cenderung melemah terhadap dolar Amerika Serikat meningkatkan biaya impor energi, sehingga menekan ruang fiskal pemerintah dalam menetapkan harga jual BBM nonsubsidi di dalam negeri.
Ringkasan
Pemerintah menahan harga Pertamax di Rp15.950 per liter, meski harga keekonomian diperkirakan menembus Rp16.800 akibat tekanan kurs dan inflasi pangan.





