Redaksiku.com – Direktur PT Mitra Bali Sukses, I Gusti Ayu Sasih Ira, yang mengelola salah satu franchise kuliner paling rame se-Indonesia, Mie Gacoan, resmi ditetapkan jadi tersangka oleh Polda Bali! Bukan karena makanan, tapi gara-gara… masalah hak cipta musik!
Yes, lo gak salah baca. Putar lagu doang di outlet tapi gak bayar royalti, dan sekarang malah bisa berujung penjara maksimal 4 tahun dan denda miliaran.
Awal Mula Kasus: Musik, Royalti, dan Restoran Rame
Kasus ini awalnya muncul setelah penyelidikan sejak Januari 2025. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, ngumumin langsung kabar panas ini ke publik. Menurut beliau, yang jadi pelapor adalah SELMI alias Sentra Lisensi Musik Indonesia, lembaga yang ngatur soal penggunaan lagu-lagu berhak cipta di Indonesia.
Yang ngelaporin sih memang bukan musisi langsung, tapi Vanny Irawan, SH dari tim lisensi SELMI, yang punya kuasa resmi dari ketuanya. Jadi, gak main-main. Mereka menyatakan bahwa lagu-lagu yang diputar di outlet Mie Gacoan se-Bali gak pernah dibayar royalti-nya. Padahal, aturan mainnya udah jelas banget!
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
📠Ada Rumusnya Lho Buat Bayar Royalti
Menurut aturan yang tertulis di SK Menkumham No. HKI.2.OT.03.01-02 Tahun 2016, setiap restoran yang muter musik berhak cipta WAJIB bayar royalti. Dan jumlahnya dihitung berdasarkan rumus kayak gini:
jumlah kursi x Rp120.000 x 1 tahun x jumlah outlet
Misalnya nih, satu outlet punya 100 kursi. Berarti:
100 x 120.000 = Rp12.000.000 per tahun.
Kalau ada 50 outlet? Tinggal dikaliin aja. Bisa ratusan juta bahkan miliaran per tahun!
Mie Gacoan kan udah cabangnya bejibun, apalagi di kota besar. Nah, karena mereka ketahuan gak bayar royalti itu, SELMI langsung gercep ngelaporin.
š–ï¸ Dijerat Pasal Berat, Hukuman Maksimal 4 Tahun!
Buntut dari dugaan pelanggaran ini, Direktur PT Mitra Bali Sukses dijerat dengan Pasal 117 jo Pasal 24 UU Hak Cipta. Isinya jelas banget:
-
Ancaman hukuman penjara maksimal 4 tahun
-
Denda sampai Rp1 miliar
Jadi walaupun kelihatannya sepele”Ah cuma muter lagu doang”kalau gak ada izin dan gak bayar royalti, itu udah masuk kategori pelanggaran hukum.

🎧 Kok Bisa Masalah Musik Jadi Serius Banget?
Mungkin kamu mikir, Loh, kan banyak juga tempat makan yang muter lagu, kenapa Gacoan doang yang kena?
Nah, gini. Musik itu punya hak cipta. Kalau kamu muter lagu di rumah buat sendiri sih aman. Tapi begitu diputar di tempat umum apalagi buat komersil (contoh: restoran, café, mal, dll), wajib bayar royalti ke pemilik hak cipta lewat Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) kayak SELMI.
Bayar royalti = bentuk penghargaan buat musisi. Bayangin lagu yang dibuat susah payah, diputer rame-rame buat hibur pengunjung, tapi gak ada imbal balik ke yang bikin lagu. Kan nggak fair juga, ya?
🜠Nama Besar Gacoan Ikut Kena Imbas?
Nama Mie Gacoan sendiri udah jadi salah satu yang paling hits di dunia kuliner kekinian. Dengan konsep harga murah, porsi melimpah, dan tempat cozy buat nongkrong, brand ini nge-hits di kalangan Gen Z dan milenial.
Tapi dengan kasus ini, image Mie Gacoan bisa jadi kena sentimen negatif. Warganet pun mulai ngebahas soal tanggung jawab bisnis besar yang harusnya lebih aware soal hal-hal legal kayak royalti musik.
📱 Netizen: Muter Lagu Aja Bisa Masuk Bui?
Tentu aja berita ini langsung viral. Banyak yang kaget karena ternyata musik juga bisa bikin masuk penjara. Di media sosial, komentar pun rame banget:
Gila sih, jadi mikir ulang kalo punya usaha resto dan asal muter Spotify.
Lah, gak semua orang tau ini lho, pentingnya edukasi royalti nih.
Musisi berhak dapet duit dari karyanya, ya bener juga.
Gacoan doang? Coba cek semua cafe yang muter lagu Korea tiap hari. 😅
🚨 Apa Yang Bisa Dipelajari dari Kasus Ini?
-
Pelaku usaha harus ngerti hukum soal musik.
Gak semua lagu bisa asal muter di tempat publik. Kalau gak mau urusan sama hukum, ya bayar royaltinya. -
Musisi juga manusia, mereka butuh dihargai.
Jangan pikir karena lagunya udah bisa streaming bebas, terus semua tempat umum bisa muter seenaknya. -
Hak Cipta itu bukan formalitas.
Itu hak kreatif yang dilindungi negara dan bisa diproses hukum kalau dilanggar.
Ž Apakah Cuma Mie Gacoan yang Terancam?
Untuk sekarang, kasus ini menimpa Mie Gacoan khusus wilayah Bali dan baru menyasar satu direktur perusahaan pengelolanya. Tapi bukan gak mungkin bakal merembet ke daerah lain atau bahkan brand lain yang ternyata juga gak bayar royalti.
Dengan viralnya berita ini, bisa jadi bakal ada gelombang penyelidikan serupa buat usaha-usaha lain yang juga “lalai” soal aturan hak cipta musik.
🧠Kesimpulan: Gak Semua Lagu Bisa Diputer Seenaknya!
Kasus ini ngingetin kita semuabaik pelaku usaha maupun anak muda yang mungkin nanti buka bisnisbuat aware sama hukum hak cipta. Musik itu karya, dan di balik karya ada pencipta yang harus dihargai. Kalau gak mau masuk bui cuma gara-gara playlist di resto, ya mending main aman: urus izin atau bayar royalti.
Jadi next time nongkrong di tempat hits, dengerin lagu, coba bayangin: itu lagunya udah dibayar belum ya?






