Dampak Pemangkasan Anggaran Kementerian PU 2025: Infrastruktur Terhambat?

- Penulis

Jumat, 7 Februari 2025 - 10:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggaran Kementerian PU 2025 juga terkena pemangkasan, ini dia dampaknya.

Pemerintah Indonesia melakukan pemangkasan besar-besaran terhadap anggaran Kementerian PU (Pekerjaan Umum) pada tahun 2025.

Dari alokasi awal sebesar Rp110,95 triliun, anggaran tersebut dikurangi menjadi Rp29,57 triliun.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi belanja negara sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa anggaran yang tersisa sebesar Rp29,57 triliun tersebut harus dibagi ke dalam 10 unit kerja di kementeriannya.

Beberapa di antaranya adalah Ditjen Sumber Daya Air (SDA) yang mendapat Rp10,7 triliun, Ditjen Bina Marga Rp12,48 triliun dan Ditjen Cipta Karya Rp3,77 triliun.

Selain itu, terdapat alokasi anggaran untuk Ditjen Prasarana Strategis sebesar Rp1,15 triliun serta Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) sebesar Rp283,18 miliar.

Proyek Infrastruktur yang Terdampak

Pemangkasan anggaran sebesar Rp81,38 triliun menyebabkan penundaan atau bahkan pembatalan berbagai proyek infrastruktur penting.

Beberapa sektor yang paling terdampak antara lain:

  1. Sektor Sumber Daya Air (Rp27,72 Triliun Dipangkas)

  • Pembangunan 14 bendungan dan 1 bangunan pengarah rukoh terhambat.
  • Revitalisasi danau serta pembangunan jaringan irigasi seluas 38.550 hektare tertunda.
  • Pembangunan prasarana air baku dengan kapasitas 1,25 meter kubik per detik dikurangi.
  • Pengendalian banjir sepanjang 19 km serta pengamanan pantai sepanjang 4,5 km terhambat.
  • Operasional infrastruktur dan program P3TGAI di 12.000 lokasi mengalami kendala.
  1. Sektor Bina Marga (Rp24,83 Triliun Dipangkas)

  • Pembangunan jalan baru hanya 57 km dari target yang lebih besar.
  • Peningkatan kapasitas jalan hanya 1.102 km.
  • Pembangunan dan duplikasi jembatan sepanjang 5.841 meter terdampak.
  • Flyover dan underpass yang direncanakan hanya akan dibangun sepanjang 94 meter.
  • Pembangunan jalan tol hanya 7,36 km dari target semula.
  • Preservasi rutin jalan sepanjang 47.603 km dan jembatan 563.402 meter tidak dapat dilakukan.
  1. Sektor Cipta Karya (Rp7,75 Triliun Dipangkas)

  • Pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) hanya 40 liter per detik.
  • Pembangunan pengelolaan air limbah hanya mencakup 10.240 keluarga.
  • Pembangunan fasilitas sanitasi (Sanimas) hanya mencakup 1.400 lokasi.
  • Program Pisew hanya dapat dilaksanakan di 900 lokasi.
  • Pembangunan gedung pemerintah hanya 9 unit.
  1. Sektor Prasarana Strategis (Rp20,69 Triliun Dipangkas)

  • Rehabilitasi dan renovasi sekolah serta madrasah hanya mencakup 11.334 unit.
  • Renovasi pasar hanya mencakup 2 unit.
  • Pembangunan prasarana olahraga terbatas pada 3 unit.
  • Pembangunan prasarana umum lainnya hanya 4 unit.

Perubahan Pola Kerja Kementerian PU

Untuk menyesuaikan dengan anggaran yang terbatas, Kementerian PU menerapkan 10 langkah efisiensi, di antaranya:

  1. Pembatalan proyek fisik baru yang belum berjalan.
  2. Penghentian pembelian alat baru.
  3. Penggunaan dana tanggap darurat secara selektif.
  4. Pembatasan perjalanan dinas.
  5. Pengurangan penggunaan kertas dan alat tulis kantor (paperless office).
  6. Penghapusan kegiatan seremonial yang tidak mendesak.
  7. Pembatalan rapat dan seminar luring.
  8. Pengurangan anggaran kehumasan yang tidak prioritas.
  9. Efisiensi belanja operasional.
  10. Pengurangan belanja non-operasional.

Dampak Pemangkasan bagi Masyarakat dan Infrastruktur Nasional

Pemangkasan ini tentu berdampak luas, terutama dalam pembangunan infrastruktur yang berperan vital dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Jalan, jembatan, sistem irigasi, serta penyediaan air bersih yang semula direncanakan kini mengalami keterbatasan realisasi.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bingung Masak? Ini 25 Ide Menu Low Budget untuk Akhir Bulan yang Praktis
Dude Harlino Serahkan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI ke Bareskrim, Ini Alasannya
Alphard Diduga Isi Pertalite, Barcode BBM Subsidi Jadi Sorotan
Hotman Paris Mundur dari Tim Hukum Febrie, Sebut Perkaranya “The Dream Case”
Eksepsi dr Tifa Dikabulkan, Dakwaan Batal demi Hukum dan Sidang Dihentikan
Mengenal Sejarah Hari Anak Nasional, Dasar Penetapan hingga Maknanya
Berita Terbaru Sarwendah: Mediasi Hak Asuh Anak Belum Tuntas, Dilanjutkan 6 Agustus
50 Ucapan Selamat Hari Anak Nasional 2026 yang Penuh Makna dan Inspiratif, Cocok Dibagikan di Media Sosial
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:44 WIB

Bingung Masak? Ini 25 Ide Menu Low Budget untuk Akhir Bulan yang Praktis

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:28 WIB

Dude Harlino Serahkan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI ke Bareskrim, Ini Alasannya

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:12 WIB

Alphard Diduga Isi Pertalite, Barcode BBM Subsidi Jadi Sorotan

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:15 WIB

Hotman Paris Mundur dari Tim Hukum Febrie, Sebut Perkaranya “The Dream Case”

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:01 WIB

Eksepsi dr Tifa Dikabulkan, Dakwaan Batal demi Hukum dan Sidang Dihentikan

Berita Terbaru

Tanggal Tua Dompet Selalu Kosong

Life Style

Tanggal Tua Dompet Selalu Kosong? 4 Penyebabnya

Jumat, 24 Jul 2026 - 13:32 WIB

Waspadai 6 Gejala Brain Fog di Kalangan Gen Z

Kesehatan

Waspadai 6 Gejala Brain Fog di Kalangan Gen Z

Jumat, 24 Jul 2026 - 13:21 WIB