Badan di sini tapi pikiran kemana-mana sudah menjadi bagian dari kebiasaan sebagian gen z, sehingga mengakibatkan gen z kesulitan dalam konsentrasi. Ya, bagaimana tidak kesulitan konsentrasi jika pikirannya selalu kemana-mana sehingga banyak sekali hal yang ada di dalam isi kepalanya.
Bahkan seakan-akan gen z juga mudah sekali terdistraksi oleh hal-hal yang random dan tidak penting misalnya, saat sedang serius mengerjakan tugas dan berpikir mereka tidak sengaja melihat tanaman bunga yang cantik dan menarik sehingga timbul keinginan memetik ataupun sekedar menghirup aromanya. Contoh lainnya tiba-tiba saja kepikiran membeli baju baru si shoope.
5. Sulit membuat dan mengambil keputusan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Membuat dan mengambil keputusan memang tidak mudah mengingat setiap keputusan yang dipilih akan selalu ada resikonya, sehingga wajar saja jika setiap orang pernah mengalami kesulitan dalam menentukan keputusannya. Tetapi jika seseorang sering kesulitan dalam membuat dan mengambil keputusan atau bahkan sering mengandalkan orang lain dalam menentukan keputusan, itu merupakan gejala brain fog.
Mereka sangat sulit mempercayai dirinya, ragu dengan keputusannya dan justru lebih sering mempercayai orang lain karena menurutnya orang lain jauh lebih baik daripada dirinya. Tindakan ini bisa disebut dengan selalu mengandalkan ataupun mengantungkan dirinya pada orang lain, meskipun orang lain belum tentu bisa memenuhi ekspektasinya tetapi mereka tidak mempermasalahkan hal itu karena yang terpenting mengandalkan bantuan orang lain.
6. Stres
Banyak sekali beban yang dirasakan oleh gen z salah satunya adalah menentukan pilihan masa depan dan jalan yang harus mereka tempuh, terkadang cita-cita yang mereka ingin capai seringkali kalah dengan keadaan dan hal tersebut lah yang membuat gen z terpaksa balik jalan mencari jalan lain untuk tetap mendapatkan masa depan yang cerah meski tidak berhasil mencapai cita-citanya.
Pilihan karir yang tidak sesuai dengan keinginan gen z memang dapat untuk membantu memenuhi kebutuhan dan menstabilkan finansial, tetapi kebanyakan gen z memperoleh penghasilan yang bisa dibilang kurang dari cukup. Bukan karena gaya hidup gen z yang terlalu tinggi, karena memang penghasilan yang mereka dapatkan juga minim sehingga hal tersebutlah yang membuat gen z sering merasa tertekan dan stress. Waspadai 6 Gejala Brain Fog di Kalangan Gen Z
Gejala brain fog tidak boleh diabaikan dan dianggap sepele karena dampaknya bisa sangat besar dan mempengaruhi produktivitas dan kesehatan mental, jadi harus diwaspadai dan tidak boleh diabaikan. Bagaimana cara mengatasi brain fog? Menenangkan diri, melepaskan emosi dan pikiran, meminta bantuan pada tenaga ahli kesehatan mental.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook , Instagram , Tiktok , X, YouTube , Pinterest
Penulis : Argafica
Editor : Argafica
Halaman : 1 2







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.