Viral Dewi Astutik Ditangkap di Kamboja, Gembong Sabu 2 Ton Akhirnya Pulang ke Indonesia

- Penulis

Selasa, 2 Desember 2025 - 17:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Dewi Astutik Ditangkap di Kamboja, Gembong Sabu 2 Ton Akhirnya Pulang ke Indonesia

Viral Dewi Astutik Ditangkap di Kamboja, Gembong Sabu 2 Ton Akhirnya Pulang ke Indonesia

Redaksiku.com – Kabar Dewi Astutik ditangkap di Kamboja langsung meledak di media sosial dan jadi sorotan nasional. Penangkapan ini bukan perkara kecil Dewi adalah nama yang masuk daftar buron internasional terkait penyelundupan sabu dua ton senilai Rp5 triliun.

Keberhasilannya lolos selama beberapa tahun membuat publik bertanya-tanya bagaimana ia bisa bersembunyi begitu lama.

Operasi penangkapan ini dijalankan oleh BNN bekerja sama dengan Interpol dan BAIS. Informasi awal menyebut Dewi diamankan di wilayah Kamboja setelah aktivitasnya terdeteksi oleh intelijen. Pengawalan ketat dilakukan karena ia disebut punya koneksi kuat dalam jaringan narkoba lintas negara.

Kini, setelah Dewi Astutik ditangkap di Kamboja, ia dijadwalkan diterbangkan ke Indonesia. BNN merencanakan jumpa pers besar untuk membongkar detail perjalanan kasus yang sempat menjadi misteri selama bertahun-tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi Internasional yang Mengakhiri Pelarian Dewi

Penangkapan Dewi Astutik ditangkap di Kamboja menjadi bukti bahwa operasi lintas negara antara BNN, Interpol, dan BAIS berjalan efektif. Dewi ditangkap setelah tim gabungan mengawasi pergerakannya di Kamboja selama beberapa minggu.

Operasi ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN, menunjukkan betapa besar prioritas kasus tersebut. Mengingat jumlah sabu yang diselundupkan mencapai dua ton, penangkapan Dewi dipandang sebagai pukulan besar bagi jaringan narkoba internasional.

BNN memastikan Dewi segera dibawa ke Indonesia untuk diperiksa intensif dan mengungkap siapa saja yang terlibat dalam jaringan raksasa tersebut.

Sosok Dewi di Mata Warga Kampung

Setelah berita Dewi Astutik ditangkap di Kamboja pecah, warga di kampung halaman Dewi di Ponorogo langsung angkat bicara.

Mayoritas mengaku kaget, karena selama ini Dewi dikenal sebagai perempuan pendiam yang bekerja dari negara ke negara sebagai TKW.

Kepala Dusun Dukuh Sumber Agung menyebut Dewi pernah tinggal di dusunnya pada 2009 setelah menikah.

Kehidupannya terlihat biasa saja, tanpa tanda-tanda keterlibatan dalam jaringan kriminal. Ia sering bepergian untuk bekerja, mulai dari Taiwan, Hong Kong, hingga akhirnya menetap di Kamboja.

Tetangga dekatnya, Mbah Misiyem, juga mengenang Dewi sebagai sosok yang suka berganti penampilan tetapi tidak banyak bicara. Menurutnya, Dewi hanya sesekali pulang, itu pun sebentar sebelum pergi lagi bekerja.

Dari TKW Keliling Asia ke Jaringan Sabu Rp5 Triliun

Perjalanan hidup Dewi memunculkan banyak pertanyaan. Bagaimana seorang mantan TKW bisa berubah menjadi gembong narkoba internasional? Setelah Dewi Astutik ditangkap di Kamboja, publik mulai menelusuri jejak masa lalunya.

Dewi disebut pernah puluhan tahun bekerja sebagai TKW di Taiwan, lalu pindah ke negara lain. Mobilitasnya yang tinggi diduga membuat Dewi berhubungan dengan berbagai jaringan di luar negeri. Dari situlah kemungkinan ia direkrut atau terlibat dalam operasi narkotika besar.

BNN sendiri menyebut Dewi berperan sebagai salah satu aktor utama penyelundupan dua ton sabu yang berhasil mereka bongkar beberapa waktu lalu.

Kehidupan Dewi yang Penuh Pergerakan dan Identitas Fleksibel

Informasi dari warga memperkuat dugaan bahwa Dewi sudah lama menjalani kehidupan yang tidak stabil. Setelah Dewi Astutik ditangkap di Kamboja, terungkap bahwa ia sering mengubah gaya rambut, penampilan, dan tempat tinggal.

Gaya hidup berpindah-pindah menjadi salah satu alasan mengapa Dewi sulit dilacak. Ia pergi ke Kamboja setelah Lebaran 2023 dengan alasan mencari pekerjaan baru.

Namun belakangan diketahui, keberangkatannya bukan sekadar mencari nafkah, melainkan bagian dari jaringan peredaran narkoba internasional.

Mobilitas tinggi inilah yang mempermudah Dewi memutus jejak, sehingga membuat petugas membutuhkan waktu lama sebelum akhirnya berhasil menangkapnya.

Nilai Sabu Rp5 Triliun, Kasus Terbesar BNN dalam Beberapa Tahun Terakhir

Kasus yang melibatkan Dewi bukan kasus biasa. Penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun adalah salah satu kasus terbesar yang ditangani BNN.

Karena itu, ketika Dewi Astutik ditangkap di Kamboja, publik menyambutnya sebagai pencapaian besar aparat penegak hukum.

BNN menegaskan bahwa operasi ini sangat kompleks mengingat jaringan yang terlibat berskala internasional. Ada banyak pihak yang masih terus ditelusuri, baik di luar negeri maupun dalam negeri, termasuk kemungkinan adanya kurir, pengendali, maupun kaki tangan lainnya.

Penangkapan Dewi diharapkan membuka pintu untuk mengungkap rantai peredaran narkoba lebih dalam.

Rencana Pemeriksaan dan Perkembangan Kasus

Setelah Dewi Astutik ditangkap di Kamboja, ia langsung diproses untuk dibawa kembali ke Indonesia. Prosedur ekstradisi dipercepat melalui koordinasi intens antara pemerintah Indonesia dan otoritas Kamboja.

Sesampainya di Indonesia, Dewi akan menghadapi pemeriksaan ketat. BNN sudah menyiapkan materi penyidikan yang menyangkut jaringan, alur logistik sabu, hingga sumber pendanaan operasi tersebut.

BNN juga menyiapkan konferensi pers besar untuk menjelaskan perkembangan lengkap kasus yang selama ini tertutup dan penuh spekulasi.

Penangkapan Dewi Astutik ditangkap di Kamboja menandai babak baru dalam pengungkapan jaringan narkoba besar yang meresahkan publik.

Kasus ini memperlihatkan bahwa kejahatan berskala internasional bisa saja dilakukan oleh sosok yang selama ini terlihat biasa dan tidak menonjol.

BNN kini memegang kunci penting untuk mengurai seluruh jejaring yang terlibat. Publik menunggu dengan penuh perhatian bagaimana lanjutan kasus ini akan dibuka terang.

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabar Terbaru Betrand Peto, Isu Laporan Polisi Dibantah
Jangan Lewatkan! Jadwal AVC Boys U18 2026 Hari Ini 16 Juli 2026, Duel Penentu Menuju Semifinal
Heboh! Presiden FIFA Dilaporkan ke IOC usai Dugaan Intervensi Donald Trump, Kasus Folarin Balogun Jadi Sorotan
Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru, Persaingan Golden Boot Semakin Sengit
PKL Parepare Protes, Minta Aturan Berlaku untuk Semua
Jadwal Kapal Pelni Rute Surabaya Kalabahi Juli 2026, Simak Jadwal, Harga Tiket, dan Rutenya
Pesawat Ryanair Mendarat Darurat, Jendela Kabin Lepas
Ledakan Bom Rakitan Tasikmalaya Dipicu Cekcok PKL, Polisi Pastikan Bukan Aksi Teror

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:03 WIB

Kabar Terbaru Betrand Peto, Isu Laporan Polisi Dibantah

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:12 WIB

Jangan Lewatkan! Jadwal AVC Boys U18 2026 Hari Ini 16 Juli 2026, Duel Penentu Menuju Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:08 WIB

Heboh! Presiden FIFA Dilaporkan ke IOC usai Dugaan Intervensi Donald Trump, Kasus Folarin Balogun Jadi Sorotan

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:48 WIB

Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru, Persaingan Golden Boot Semakin Sengit

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:43 WIB

PKL Parepare Protes, Minta Aturan Berlaku untuk Semua

Berita Terbaru

Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker 2026 untuk Magang Nasional

Lowongan Kerja

Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker 2026 untuk Magang Nasional

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:02 WIB

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Politik

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:57 WIB

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Politik

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:48 WIB

Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS

Politik

Menteri PU Dody Hanggodo Buka Suara soal Kunker AS

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:37 WIB