Redaksiku.com – Setelah sukses menghimpun dana hingga Rp40 triliun melalui Obligasi Negara Ritel seri ORI030, pemerintah bersiap menawarkan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) Ritel berikutnya, yakni Sukuk Ritel seri SR025.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan telah mencantumkan 21 Agustus 2026 sebagai jadwal pembukaan masa penawaran SR025. Sementara sejumlah Mitra Distribusi mulai menampilkan jadwal penawaran hingga 16 September 2026, dengan dua pilihan tenor, yakni SR025T3 selama tiga tahun dan SR025T5 selama lima tahun.
Kehadiran SR025 cukup menarik perhatian setelah ORI030 mencatat penjualan Rp40 triliun. Pemerintah menetapkan penjualan ORI030T3 sebesar Rp34 triliun, sedangkan ORI030T6 mencapai Rp6 triliun. Dana hasil penerbitannya digunakan untuk memenuhi target pembiayaan APBN 2026.
Namun bagi investor yang sedang menunggu SR025, ada hal penting yang perlu diperhatikan: tingkat imbalan SR025 belum diumumkan secara resmi per Senin, 10 Agustus 2026. Halaman pra-penawaran salah satu distributor bahkan masih menampilkan tanda “-%” pada bagian imbal hasil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena itu, calon investor sebaiknya menunggu pengumuman Kementerian Keuangan mengenai kupon final sebelum membuat perhitungan hasil investasi.
ORI030 Raup Rp40 Triliun
Kesuksesan ORI030 menjadi salah satu latar menarik menjelang penerbitan SR025.
Kementerian Keuangan menetapkan hasil penjualan ORI030 pada 3 Agustus 2026 dengan total Rp40 triliun.
Rinciannya:
ORI030T3: Rp34 triliun
ORI030T6: Rp6 triliun.
ORI030 sebelumnya ditawarkan pada periode 6–30 Juli 2026 dengan kupon tetap 6,90 persen per tahun untuk tenor tiga tahun dan 7,00 persen untuk tenor enam tahun.
Tingginya minat bahkan membuat kuota Rp40 triliun terserap sebelum jadwal penawaran semula selesai. Bareksa mencatat kuota nasional telah habis pada 28 Juli setelah pemerintah menyediakan Rp34 triliun untuk ORI030T3 dan Rp6 triliun untuk ORI030T6.
Investor ORI030 Tembus 102 Ribu Orang
Bukan hanya nominal penjualannya yang besar.
Kementerian Keuangan mencatat total investor ORI030 mencapai 102.546 orang.
Sebanyak 88.737 investor membeli ORI030T3 dan 19.752 investor membeli ORI030T6. Terdapat 5.943 investor yang berpartisipasi pada kedua tenor sekaligus.
Dari total tersebut, pemerintah mencatat 31.287 investor baru SUN Ritel dan 19.417 investor baru SBN Ritel.
Angka ini menunjukkan minat masyarakat terhadap instrumen pemerintah tetap kuat menjelang penawaran Sukuk Ritel berikutnya.
Meski demikian, keberhasilan ORI030 tidak otomatis menjamin SR025 akan mencapai angka penjualan yang sama. Tingkat permintaan nantinya dapat dipengaruhi kupon SR025, kondisi pasar obligasi, suku bunga, likuiditas investor, dan kuota yang disediakan pemerintah.
Milenial Dominasi Investor ORI030
Profil investor ORI030 juga cukup menarik.
Dari sisi jumlah investor, generasi milenial mendominasi sebesar 47,83 persen. Generasi X mencapai 30,88 persen, Baby Boomers 14,79 persen, Generasi Z 5,77 persen, dan kelompok Tradisionalis 0,73 persen.
Namun dari sisi nilai investasi, Kementerian Keuangan menyebut Generasi X masih memegang porsi terbesar sebesar 39,57 persen, disusul Baby Boomers 32,47 persen.
Investor perempuan juga mendominasi.
Jumlah investor perempuan mencapai 57,85 persen, sedangkan secara nominal porsinya mencapai 50,61 persen dari pemesanan ORI030.
Data ini menjadi gambaran bahwa pasar SBN Ritel semakin luas dan tidak lagi hanya didominasi kelompok investor tertentu.

Setelah ORI030, Giliran SR025
Seri berikutnya dalam kalender SBN Ritel pemerintah adalah Sukuk Ritel SR025.
Agenda resmi DJPPR Kementerian Keuangan mencantumkan:
Pembukaan masa penawaran SR025: 21 Agustus 2026.
Sementara informasi pra-penawaran yang ditampilkan Binaartha Sekuritas menyebut periode penawaran:
21 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB hingga 16 September 2026 pukul 12.00 WIB.
Karena memorandum resmi SR025 dari Kementerian Keuangan belum ditampilkan pada saat artikel ini disusun, calon investor tetap disarankan memeriksa kembali jadwal final ketika masa penawaran resmi dibuka.
SR025 Hadir dalam Dua Tenor
SR025 direncanakan hadir dengan dua pilihan jangka waktu.
SR025T3 – tenor 3 tahun
SR025T5 – tenor 5 tahun.
Skema dua tenor memberi investor pilihan sesuai kebutuhan keuangan.
Investor yang menginginkan jangka waktu relatif lebih pendek dapat mempertimbangkan SR025T3, sedangkan investor dengan horizon investasi lebih panjang dapat melihat SR025T5.
Namun pemilihan tenor sebaiknya tidak hanya berdasarkan tingkat imbalan.
Investor juga perlu mempertimbangkan kapan dana akan dibutuhkan, toleransi terhadap fluktuasi harga di pasar sekunder, dan tujuan investasi masing-masing.
Minimal Investasi SR025 Rp1 Juta
Salah satu daya tarik SBN Ritel adalah nilai awal investasi yang relatif terjangkau.
Informasi pra-penawaran SR025 mencantumkan minimum pembelian Rp1 juta atau satu unit.
Adapun batas maksimum yang ditampilkan adalah:
SR025T3: maksimal Rp5 miliar
SR025T5: maksimal Rp10 miliar.
Artinya, SR025 tetap dapat dijangkau investor pemula yang baru ingin mencoba investasi SBN Syariah dengan modal mulai Rp1 juta.
Kupon SR025 Belum Diumumkan
Pertanyaan terbesar tentu mengenai berapa imbal hasil SR025.
Hingga 10 Agustus 2026, angka tersebut belum tercantum pada informasi pra-penawaran yang tersedia. Pada halaman Binaartha, bagian imbal hasil SR025T3 dan SR025T5 masih ditampilkan dengan tanda “-%”.
Karena itu, angka kupon tertentu yang beredar sebelum pengumuman resmi sebaiknya diperlakukan sebagai estimasi atau spekulasi.
Yang sudah dapat diketahui adalah karakter Sukuk Ritel menggunakan imbal hasil tetap atau fixed rate. Informasi pra-penawaran SR025 juga mencantumkan kedua tenor memiliki tipe imbalan tetap.
Berbeda dengan Sukuk Tabungan yang menggunakan skema mengambang dengan batas minimum, imbalan Sukuk Ritel ditetapkan pada awal penerbitan dan berlaku sesuai ketentuan sampai jatuh tempo.
Imbalan Dibayar Setiap Bulan
Informasi awal SR025 menyebut pembayaran imbalan dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulan, dengan Bank Indonesia bertindak sebagai agen pembayaran imbalan dan nilai nominal.
Karakter pembayaran bulanan membuat Sukuk Ritel banyak dilirik investor yang menginginkan arus pendapatan rutin.
Namun jumlah imbalan bersih per bulan belum dapat dihitung secara akurat sampai pemerintah mengumumkan tingkat imbalan final SR025.
Karena itu, simulasi pendapatan SR025 sebaiknya baru dibuat setelah kupon resmi keluar.
Apa Itu Sukuk Ritel?
Sukuk Negara Ritel merupakan produk investasi berbasis syariah yang ditawarkan pemerintah kepada individu Warga Negara Indonesia.
Berbeda dari ORI yang merupakan Surat Utang Negara, Sukuk Ritel masuk kategori Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN.
Penerbitan seri Sukuk Ritel sebelumnya menggunakan akad Ijarah Asset to be Leased, termasuk SR024 yang ditawarkan pemerintah pada Maret–April 2026.
Informasi final mengenai struktur dan underlying asset SR025 tetap perlu menunggu memorandum resmi penerbitan seri tersebut.
SR025 Bisa Diperdagangkan
Salah satu perbedaan penting antara Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan adalah masalah likuiditas.
Sukuk Ritel bersifat tradable, sehingga setelah melewati Minimum Holding Period, investor dapat menjual kepemilikannya melalui pasar sekunder kepada investor domestik sesuai ketentuan.
Fitur tersebut memberikan fleksibilitas apabila investor membutuhkan dana sebelum jatuh tempo.
Namun ada risiko yang perlu dipahami.
Harga Sukuk Ritel di pasar sekunder dapat bergerak naik atau turun. Jika investor menjual pada harga lebih tinggi dari harga pembelian, terdapat peluang memperoleh capital gain.
Sebaliknya, menjual ketika harga berada di bawah harga pembelian dapat menyebabkan capital loss.
Karena itu, jaminan pemerintah atas pembayaran pokok saat jatuh tempo tidak berarti harga Sukuk Ritel tidak dapat berfluktuasi apabila dijual lebih awal.
Siapa yang Bisa Membeli SR025?
SBN Ritel ditujukan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia.
Untuk melakukan pembelian secara daring, investor pada umumnya membutuhkan:
- KTP elektronik dan NIK yang valid;
- Single Investor Identification atau SID;
- rekening dana;
- rekening surat berharga; dan
- akun pada Mitra Distribusi SBN yang ditunjuk pemerintah.
Bagi investor yang belum mempunyai SID maupun rekening terkait, proses pembuatannya biasanya difasilitasi oleh Mitra Distribusi. Mekanisme serupa digunakan pemerintah dalam penawaran SBN Ritel sebelumnya.
Cara Membeli SR025
Proses pembelian SBN Ritel dilakukan secara daring melalui Mitra Distribusi.
Secara umum tahapannya terdiri dari:
1. Registrasi
Calon investor terlebih dahulu membuat akun dan memastikan telah mempunyai SID serta rekening yang dibutuhkan.
2. Pemesanan
Ketika masa penawaran SR025 dibuka, investor memilih seri yang diinginkan, misalnya SR025T3 atau SR025T5, kemudian memasukkan nilai pemesanan.
3. Pembayaran
Investor melakukan pembayaran sesuai kode pembayaran atau metode yang disediakan dalam batas waktu yang ditentukan.
4. Konfirmasi
Setelah setelmen, investor akan memperoleh bukti kepemilikan SBN pada rekening surat berharganya. Mekanisme registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi merupakan pola yang digunakan dalam penawaran SBN Ritel pemerintah.
Pembayaran Pokok dan Imbalan Didukung Negara
Salah satu alasan SBN Ritel banyak dipilih investor konservatif adalah aspek pembayaran oleh pemerintah.
SBN diterbitkan pemerintah untuk mendukung pembiayaan APBN, sementara pembayaran pokok dan imbalannya memiliki landasan hukum dalam pengelolaan surat berharga negara.
Namun investor tetap perlu membedakan risiko gagal bayar pemerintah dengan risiko pasar.
Jika SR025 dipegang sampai jatuh tempo, investor menerima penyelesaian pokok sesuai ketentuan penerbitan.
Jika dijual sebelum jatuh tempo, harga transaksi mengikuti kondisi pasar sehingga tetap ada peluang keuntungan maupun kerugian.
ORI dan SR Sama-sama Tradable, tetapi Berbeda Prinsip
Bagi investor yang baru mengikuti ORI030 dan mempertimbangkan berpindah ke SR025, perbedaan utamanya terdapat pada struktur instrumen.
ORI merupakan Obligasi Negara Ritel berbasis Surat Utang Negara dengan kupon tetap.
SR merupakan Sukuk Negara Ritel berbasis prinsip syariah dengan imbalan tetap.
Keduanya dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan Minimum Holding Period.
ORI030 sendiri memiliki tenor tiga dan enam tahun, sedangkan informasi awal SR025 menunjukkan pilihan tiga dan lima tahun.
Apakah SR025 Bakal Laris Seperti ORI030?
Penjualan ORI030 senilai Rp40 triliun memberi sinyal bahwa selera investor terhadap SBN Ritel masih kuat. Sebanyak 102.546 investor ikut dalam penerbitan tersebut dan hampir separuh jumlah investornya berasal dari generasi milenial.
Hal itu dapat menjadi modal positif bagi SR025.
Namun besarnya permintaan SR025 nantinya masih akan sangat bergantung pada tingkat imbalan yang ditawarkan pemerintah serta kondisi pasar ketika penawaran dimulai.
Jika imbalannya dipandang kompetitif, SR025 berpotensi mendapatkan perhatian besar dari investor yang tidak kebagian ORI030 maupun mereka yang memang mencari instrumen investasi berbasis syariah.
Ini merupakan prospek, bukan jaminan hasil penjualan.
Catat Jadwal SR025 2026
Bagi masyarakat yang tertarik, berikut informasi yang sudah tersedia menjelang pembukaan:
Produk: Sukuk Ritel SR025
Mulai penawaran: 21 Agustus 2026
Jadwal akhir yang ditampilkan distributor: 16 September 2026 pukul 12.00 WIB
Pilihan tenor: SR025T3 tiga tahun dan SR025T5 lima tahun
Minimum pembelian: Rp1 juta
Maksimum SR025T3: Rp5 miliar
Maksimum SR025T5: Rp10 miliar
Jenis imbalan: tetap atau fixed rate
Pembayaran imbalan: setiap tanggal 10
Dapat diperdagangkan: ya, setelah memenuhi Minimum Holding Period.
Sementara besaran kupon, tanggal jatuh tempo pasti, tanggal setelmen, serta detail final lainnya sebaiknya menunggu memorandum informasi resmi SR025 dari Kementerian Keuangan.
Jangan Tergiur Angka Kupon yang Belum Resmi
Karena SR025 baru akan mulai ditawarkan pada 21 Agustus, terdapat jeda sekitar 11 hari dari kondisi saat ini.
Dalam periode tersebut, sangat mungkin muncul berbagai simulasi mengenai besaran kupon SR025.
Investor sebaiknya membedakan antara prediksi yield dan tingkat imbalan resmi.
Per 10 Agustus, halaman pra-penawaran SR025 masih belum mencantumkan persentase imbalan final.
Dengan demikian, keputusan investasi idealnya dibuat setelah pemerintah mengumumkan seluruh terms and conditions SR025.
SR025 Jadi SBN Ritel Berikutnya yang Dinanti
Keberhasilan ORI030 memberi pembuka kuat bagi penerbitan SBN Ritel semester kedua 2026.
Pemerintah berhasil mengumpulkan Rp40 triliun, terdiri dari Rp34 triliun pada ORI030T3 dan Rp6 triliun pada ORI030T6, dengan partisipasi lebih dari 102 ribu investor.
Kini perhatian beralih kepada SR025.
DJPPR telah menjadwalkan pembukaan penawaran pada 21 Agustus 2026, sedangkan informasi awal distributor menunjukkan dua pilihan tenor tiga dan lima tahun dengan investasi mulai Rp1 juta.
Bagi investor yang mencari instrumen SBN berbasis syariah, SR025 dapat masuk radar.
Namun angka yang paling menentukan masih ditunggu:
berapa imbal hasil resmi SR025T3 dan SR025T5 yang akan ditawarkan pemerintah?
Jawabannya diperkirakan baru benar-benar jelas menjelang pembukaan masa penawaran.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






