Redaksiku.com – Di tengah sorotan publik soal efisiensi kerja DPR, muncul usulan unik dari Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman.
Ia menyarankan agar setiap rapat di kompleks parlemen tidak lagi menyediakan snack atau makanan ringan, melainkan cukup air mineral saja.
Air putih sudah cukup, karena dalam waktu rapat tiga jam orang pasti butuh minum, ungkap Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/8/2025). Menurutnya, ide ini bukan hanya soal penghematan, tapi juga menyangkut pola hidup sehat sekaligus efisiensi kerja DPR.
Alasan Utama: Snack Jarang Dimakan dan Kurang Sesuai
Habiburokhman menjelaskan kalau banyak camilan yang disajikan saat rapat justru tidak dimakan. Tidak semua anggota DPR mengonsumsi snack yang disediakan, sehingga sering kali makanan hanya terbuang sia-sia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Porsi snack yang ada kadang nggak sesuai, dan kenyataannya banyak yang nggak dimakan. Jadi lebih baik diganti air mineral saja yang pasti dibutuhkan, ujarnya.
Selain itu, beberapa anggota Komisi III juga mulai lebih memperhatikan kesehatan. Banyak yang membatasi konsumsi makanan berbahan tepung atau tinggi gula. Kayak saya, sudah nggak bisa lagi makan yang manis-manis atau tepung. Jadi akhirnya cuma tukar-tukaran kotak snack, tapi kita juga nggak tahu ujung-ujungnya dimakan siapa, tambahnya.
Fokus pada Efisiensi dan Kesehatan
Bagi Habiburokhman, air mineral sudah cukup memenuhi kebutuhan dasar saat rapat panjang. Selain lebih sehat, langkah ini juga dianggap bisa meningkatkan efisiensi kerja DPR.
Air mineral itu penting. Kalau rapat cukup dengan air putih saja, semua lebih simpel, lebih sehat, dan tidak ada pemborosan, tegasnya.
Dengan usulan ini, ia berharap suasana rapat jadi lebih fokus, tanpa terdistraksi oleh urusan camilan.

Rapat DPR Sering Jadi Sorotan Publik
Rapat-rapat DPR kerap menuai sorotan, bukan hanya soal keputusan politik, tapi juga fasilitas dan anggaran yang digunakan. Mulai dari penyediaan konsumsi, biaya perjalanan dinas, hingga anggaran gedung, sering jadi bahan diskusi publik.
Dalam konteks itu, ide untuk memangkas snack dianggap sejalan dengan upaya penghematan dan transparansi penggunaan anggaran. Meski terlihat sederhana, hal ini dinilai bisa menjadi simbol perubahan kecil tapi bermakna.
Potensi Efek Positif Usulan Ini
Kalau usulan ini disepakati, ada beberapa dampak positif yang bisa dirasakan:
-
Penghematan anggaran Tidak ada lagi anggaran khusus untuk snack, sehingga bisa dialihkan ke pos lain yang lebih bermanfaat.
-
Lebih sehat Anggota DPR jadi terbiasa hanya mengonsumsi air mineral, yang jelas lebih menyehatkan dibandingkan camilan tinggi gula.
-
Mengurangi pemborosan Tidak ada lagi makanan yang mubazir karena tidak dimakan.
-
Sinyal kesederhanaan Publik bisa melihat DPR mencoba mencontohkan gaya hidup sederhana.
Usulan yang Masih Perlu Didiskusikan
Meski terkesan sederhana, wacana ini kemungkinan masih akan dibahas lebih lanjut dengan sekretariat DPR maupun pimpinan fraksi. Sebab, konsumsi rapat biasanya diatur secara standar dan menyangkut vendor penyedia makanan di lingkungan DPR.
Namun, Habiburokhman optimistis bahwa usulannya bisa diterima. Kalau rapat hanya dengan air putih, menurut saya justru lebih efisien. Toh, yang dibutuhkan saat rapat panjang memang air, bukan camilan, tandasnya.
Publik Bisa Menilai
Usulan ini tentu menarik perhatian publik. Di tengah kritik soal gaya hidup elite politik, langkah kecil seperti ini bisa menjadi tanda bahwa DPR mau berbenah dan lebih hemat. Apalagi di era keterbukaan sekarang, masyarakat sangat sensitif terhadap penggunaan anggaran negara.
Apakah DPR akan benar-benar menjalankan rapat hanya dengan air mineral? Waktu yang akan menjawab. Yang jelas, ide ini sudah menambah warna dalam perdebatan publik tentang gaya hidup pejabat negara.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






