Jenis Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis Sesuai Kelompok Usia
Program cek kesehatan gratis ini mencakup berbagai jenis pemeriksaan yang disesuaikan dengan tahapan usia peserta.
Setiap kelompok usia mendapatkan layanan kesehatan yang spesifik untuk memastikan pemantauan kesehatan yang optimal.
Berikut adalah daftar pemeriksaan berdasarkan kelompok usia:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Bayi baru lahir: 6 jenis pemeriksaan dasar, termasuk deteksi kelainan bawaan dan pemantauan tumbuh kembang.
- Balita: 8 jenis pemeriksaan, mencakup status gizi, kesehatan gigi, serta perkembangan motorik dan kognitif.
- Anak usia sekolah (SD hingga SMA): 11 hingga 13 jenis pemeriksaan, termasuk skrining kesehatan mata, pendengaran, gigi, dan kesehatan jiwa.
- Dewasa dan lansia: 19 jenis pemeriksaan, mencakup deteksi diabetes, hipertensi, kadar kolesterol, fungsi hati, serta risiko kanker.
Skrining Kesehatan Jiwa Kini Mulai dari Usia Sekolah Dasar
Salah satu aspek baru yang diperkenalkan dalam program cek kesehatan gratis adalah skrining kesehatan jiwa.
Pemeriksaan ini mulai diterapkan sejak usia sekolah dasar (SD) guna mendeteksi dini potensi gangguan mental, seperti kecemasan dan depresi.
Menurut survei kesehatan terbaru, 1 dari 10 anak mengalami gangguan kecemasan atau depresi.
Oleh karena itu, pemerintah menilai pentingnya skrining kesehatan jiwa sejak dini agar dapat diberikan intervensi yang tepat sebelum kondisi semakin memburuk.
Selain itu, bagi kelompok remaja dan dewasa, pemeriksaan kesehatan jiwa juga mencakup evaluasi tingkat stres serta kesejahteraan mental secara keseluruhan.
Pemerintah berharap bahwa layanan ini dapat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan mental mereka.
Deteksi Dini Kanker Masuk dalam Program Cek Kesehatan Gratis
Selain pemeriksaan kesehatan umum, program ini juga mencakup skrining kanker bagi masyarakat berusia di atas 40 tahun.
Fokus utama adalah deteksi dini kanker payudara dan serviks pada perempuan, serta kanker paru dan kolorektal pada laki-laki.
Deteksi dini kanker menjadi prioritas karena banyak kasus yang baru terdiagnosis ketika sudah mencapai stadium lanjut.
Dengan adanya layanan ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan pemeriksaan secara rutin dan mendapatkan pengobatan lebih awal jika ditemukan adanya indikasi kanker.
Metode pemeriksaan untuk deteksi dini kanker dalam program ini meliputi:
Pemeriksaan klinis payudara (SADANIS) dan mamografi bagi perempuan untuk mendeteksi kanker payudara.
Tes IVA dan Pap smear bagi perempuan untuk mendeteksi kanker serviks.
Pemeriksaan darah dan pencitraan paru-paru bagi laki-laki yang berisiko terkena kanker paru.
Tes feses dan kolonoskopi bagi laki-laki untuk mendeteksi kanker kolorektal.
Dengan deteksi dini, peluang kesembuhan dari kanker menjadi lebih tinggi dan biaya pengobatan dapat ditekan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa anggaran awal yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp4,7 triliun.
Namun, jumlah tersebut mengalami penyesuaian akibat adanya berbagai prioritas pengeluaran negara.
Meski begitu, pemerintah memastikan bahwa dana untuk tahap awal program ini sudah tersedia.
Jika nantinya masih ada kebutuhan tambahan, anggaran akan ditingkatkan agar layanan tetap berjalan dengan optimal.
Pemerintah berharap program cek kesehatan gratis ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.
Dengan adanya layanan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin guna mencegah penyakit sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Dengan dimulainya program ini pada 10 Februari 2025, masyarakat diimbau untuk segera mengunjungi puskesmas atau klinik BPJS terdekat guna melakukan pemeriksaan kesehatan sesuai kelompok usia mereka. Ini adalah langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera. (*)
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






