Redaksiku.com – Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Pinka Haprani, mengunjungi lokasi pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (3/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memberikan pendampingan psikososial atau trauma healing kepada anak-anak yang terdampak bencana alam di wilayah tersebut.
Kegiatan ini merupakan upaya konkret untuk memulihkan kondisi mental anak-anak pascagempa yang mengguncang wilayah NTT beberapa waktu lalu. Pinka menekankan bahwa anak-anak korban bencana memiliki hak untuk mendapatkan pendampingan agar mereka dapat kembali beraktivitas dengan ceria.
Upaya Pemulihan Psikososial
Dalam kunjungannya, Pinka mengajak ratusan anak untuk terlibat dalam berbagai aktivitas interaktif yang dirancang khusus untuk mengurangi beban psikologis. Program ini melibatkan serangkaian permainan dan kegiatan edukatif yang bertujuan mengembalikan keceriaan serta rasa aman bagi para penyintas cilik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Bencana gempa bumi berkekuatan M 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo pada 15 Agustus 2026 telah menyebabkan 72 orang meninggal dunia dan mengakibatkan 82.691 warga harus mengungsi dari tempat tinggal mereka.
Pinka menegaskan bahwa pendampingan psikososial menjadi salah satu prioritas utama dalam masa pemulihan pascabencana. Keberadaan trauma healing diharapkan dapat mencegah dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental anak-anak yang mengalami guncangan hebat saat peristiwa terjadi.
Sinergi Penanganan Bencana
Langkah yang diambil oleh Pinka Haprani melengkapi berbagai upaya bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga telah meninjau langsung penanganan bencana di NTT dengan menggandeng mahasiswa dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia untuk memberikan dukungan serupa.
Selain dukungan psikologis, distribusi logistik terus dilakukan secara masif untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, misalnya, telah mengirimkan bantuan sebanyak 64,4 ton logistik melalui jalur udara dan laut untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di lokasi pengungsian.
“Kegiatan ini dalam rangka memulihkan trauma anak-anak pascagempa. Para korban berhak mendapat pendampingan psikososial.”
— Pinka Haprani
Berbagai instansi lain, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, juga dilaporkan telah bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk menyisir lokasi-lokasi pengungsian. Sinergi lintas sektor ini dianggap krusial untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok rentan, mendapatkan perhatian yang memadai.
Data jumlah korban meninggal dunia sebanyak 72 orang dan jumlah pengungsi sebanyak 82.691 orang merujuk pada laporan terkini pascagempa M 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Posko-posko bantuan juga telah didirikan di berbagai titik strategis, seperti di wilayah Manggarai dan sekitarnya. Pihak kepolisian setempat, termasuk Polres Belu, turut membuka posko peduli gempa guna memfasilitasi penyaluran bantuan dari berbagai pihak swasta maupun organisasi masyarakat yang terus berdatangan ke NTT.
Masyarakat yang ingin memberikan bantuan disarankan untuk berkoordinasi dengan posko resmi di lokasi bencana guna memastikan distribusi logistik tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan mendesak para pengungsi.
Pertanyaan Umum
Apa tujuan utama dari kegiatan trauma healing yang dilakukan di NTT?
Kegiatan ini bertujuan untuk memulihkan kondisi mental dan psikologis anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana gempa bumi agar mereka dapat kembali beraktivitas dengan normal dan ceria.
Siapa saja pihak yang terlibat dalam pemulihan pascagempa di NTT?
Penanganan bencana di NTT melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat melalui Wapres Gibran Rakabuming, anggota DPR RI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, hingga organisasi profesi seperti HIMPSI.
Berapa besar dampak gempa bumi yang terjadi di NTT pada Agustus 2026?
Gempa dengan kekuatan M 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagekeo mengakibatkan 72 orang meninggal dunia dan memaksa 82.691 warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Ringkasan
Anggota DPR RI Pinka Haprani memberikan trauma healing bagi anak-anak korban gempa di Manggarai, NTT, untuk memulihkan kondisi mental pascabencana.






