Meski tersangka diketahui merupakan mantan narapidana perkara terorisme, kepolisian memastikan kasus tersebut tidak bermotif teror. Ledakan dipicu perselisihan pribadi dan saling ejek di antara pedagang.
Kasus ini tetap merupakan tindakan serius karena melibatkan bahan peledak di ruang publik. Penyidikan akan menentukan secara lengkap tanggung jawab tersangka dan hubungan seluruh barang bukti yang diamankan dengan kejadian tersebut.
FAQ Ledakan Bom Rakitan Tasikmalaya
Kapan ledakan di Dadaha Tasikmalaya terjadi?
Ledakan terjadi pada Sabtu, 11 Juli 2026, sekitar pukul 23.00 WIB di area lapak PKL Kompleks Olahraga Dadaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Siapa tersangka ledakan tersebut?
Polisi menetapkan pedagang minuman berinisial AAS, 28 tahun, sebagai tersangka pada Senin, 13 Juli 2026.
Apakah ledakan tersebut merupakan aksi terorisme?
Polisi menyatakan tidak ada motif teror. Peristiwa tersebut dipicu konflik pribadi dan perselisihan antarpedagang.
Apakah bom sengaja diledakkan?
Menurut hasil penyelidikan polisi, bom rakitan itu sengaja dipicu menggunakan perangkat nirkabel atau remote.
Apakah ada korban?
Tidak ada korban meninggal maupun luka dalam insiden tersebut.
Seberapa kuat ledakannya?
Tim Gegana mengategorikan bom tersebut sebagai bahan peledak berdaya rendah atau low explosive.
Apa motif tersangka?
Polisi menyebut motifnya adalah persoalan pribadi yang berawal dari saling ejek dan perselisihan di antara pedagang.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber






