Gedung Bapenda DKI Terbakar Hebat, Ini Kronologi dari Api Muncul hingga 10 Saksi Diperiksa

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Bapenda DKI Terbakar Hebat, Ini Kronologi dari Api Muncul hingga 10 Saksi Diperiksa

Gedung Bapenda DKI Terbakar Hebat, Ini Kronologi dari Api Muncul hingga 10 Saksi Diperiksa

Redaksiku.com – Kebakaran besar melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis Nomor 66, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat malam, 7 Agustus 2026.

Api membakar bagian gedung dari lantai 11 hingga lantai 16 sebelum akhirnya berhasil dikendalikan pada Sabtu dini hari.

Hingga Sabtu pagi, 8 Agustus 2026, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Titik awal api diduga berasal dari lantai 11 yang sedang dalam proses renovasi, tetapi dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan final. Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri diterjunkan untuk memastikan asal dan penyebab kebakaran.

Polisi juga telah memeriksa sedikitnya 10 saksi yang mengetahui kejadian tersebut dan pemeriksaan akan diperluas kepada saksi lain, termasuk pegawai Bapenda DKI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Awal Kebakaran Gedung Bapenda DKI

Kebakaran terjadi pada Jumat malam ketika api terlihat membesar di bagian atas gedung Bapenda DKI Jakarta.

Berdasarkan data Command Center Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat, laporan mengenai kebakaran masuk melalui layanan darurat Jakarta Siaga 112 sekitar pukul 21.30 WIB.

Informasi awal yang dihimpun petugas menyebut api sudah terlihat berkobar sekitar pukul 21.00 WIB. Operasi pemadaman kemudian berlangsung pada sekitar pukul 21.41 WIB.

Lokasi kejadian berada di:

Gedung Bapenda Provinsi DKI Jakarta
Jalan Abdul Muis No. 66, RT 003/RW 003
Petojo Selatan, Gambir
Jakarta Pusat.

Api Membakar Lantai 11 hingga 16

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Bayu Meghantara memastikan area yang terdampak kebakaran berada di lantai 11 hingga lantai 16 Gedung Bapenda.

Namun, pada saat proses pemadaman berlangsung, petugas belum dapat memastikan secara resmi dari lantai mana api pertama kali muncul.

Posisi kebakaran yang berada di bagian atas gedung membuat operasi pemadaman berlangsung cukup lama.

Petugas harus mempertahankan posisi di lantai 10 untuk mencegah api merambat ke bagian gedung yang lebih rendah sekaligus melakukan pemadaman menuju enam lantai di atasnya.

20 Mobil Damkar dan 100 Personel Dikerahkan

Pada tahap awal penanganan, Dinas Gulkarmat DKI mengerahkan 20 unit pemadam kebakaran dengan sekitar 100 personel.

Petugas juga menggunakan peralatan khusus karena sumber kebakaran berada di lantai tinggi.

Sebanyak tiga unit Bronto Skylift dikerahkan. Kendaraan tersebut memiliki tangga hidrolik yang memungkinkan petugas menjangkau bagian atas bangunan dari luar.

Kencangnya angin pada malam kejadian menjadi salah satu tantangan bagi tim pemadam. Hembusan angin disebut dapat membuat titik api kembali membesar dan meningkatkan risiko perambatan.

Gedung Bapenda DKI Terbakar Hebat, Ini Kronologi dari Api Muncul hingga 10 Saksi Diperiksa
Gedung Bapenda DKI Terbakar Hebat, Ini Kronologi dari Api Muncul hingga 10 Saksi Diperiksa

Seorang Pekerja Terjebak di Lantai 15

Di tengah proses pemadaman, petugas mendapatkan informasi mengenai seseorang yang masih berada di dalam gedung.

Tim gabungan kemudian melakukan pencarian dan berhasil menemukan seorang pekerja di lantai 15.

Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 01.30 WIB, Sabtu dini hari. Setelah diberikan penanganan awal, korban dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit.

Kepala Dinas Gulkarmat mengatakan pekerja tersebut dalam kondisi selamat.

Setelah evakuasi dilakukan, petugas melanjutkan penyisiran untuk memastikan tidak ada orang lain yang masih terjebak di dalam gedung.

Api Terkendali Setelah Lebih dari Empat Jam

Operasi pemadaman berlangsung selama lebih dari empat jam.

Pada sekitar pukul 01.53 WIB, Sabtu, 8 Agustus 2026, situasi sudah berhasil dikendalikan dan petugas mulai memasuki tahap pendinginan.

Pendinginan diperlukan untuk memastikan tidak ada bara maupun material panas yang dapat kembali memicu kebakaran.

Petugas Damkar juga melakukan penyisiran terhadap bagian-bagian gedung yang telah terbakar untuk mencegah munculnya titik api baru.

Jalan Abdul Muis Ditutup

Besarnya operasi pemadaman menyebabkan akses di sekitar Gedung Bapenda harus dibatasi.

Jalan Abdul Muis ditutup sementara agar kendaraan pemadam, ambulans dan petugas penyelamat dapat keluar masuk lokasi tanpa hambatan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung meminta masyarakat tidak mendekati lokasi agar proses pemadaman dapat dilakukan secara optimal.

Selain petugas Damkar, Polda Metro Jaya menyiagakan sekitar 125 personel untuk menjaga area kebakaran. Kodim 0501/Jakarta Pusat juga menurunkan sekitar 50 personel.

Brimob Polda Metro Jaya turut mengerahkan Tim SAR Batalyon A Pelopor, Detasemen Gegana dan kendaraan water cannon untuk membantu penanganan kebakaran.

Api Diduga Berasal dari Lantai 11 yang Sedang Direnovasi

Setelah kebakaran berhasil dikendalikan, penyelidikan mengenai penyebab kejadian mulai dilakukan.

Informasi awal yang diterima polisi menyebut titik awal kebakaran diduga berasal dari lantai 11.

Menariknya, lantai tersebut diketahui sedang menjalani pekerjaan renovasi.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan bahwa proses renovasi menjadi penyebab kebakaran.

Kapolres Metro Jakarta Pusat menegaskan bahwa asal api dan penyebab kejadian harus ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan saksi serta investigasi forensik.

Karena itu, informasi yang menyebut kebakaran disebabkan korsleting listrik, pekerjaan renovasi ataupun faktor lain belum dapat dipastikan hingga pemeriksaan selesai.

Puslabfor Polri Turun Tangan

Untuk mengungkap penyebab kebakaran, Puslabfor Bareskrim Polri diterjunkan ke lokasi.

Tim laboratorium forensik akan menelusuri titik awal api serta mencari petunjuk yang dapat menjelaskan bagaimana kebakaran bisa menyebar dari lantai 11 hingga lantai 16.

Hasil pemeriksaan tersebut menjadi penting karena besarnya kerusakan membuat penentuan sumber api tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pengamatan visual.

Polisi juga akan menggabungkan hasil pemeriksaan forensik dengan keterangan orang-orang yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi.

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi

Perkembangan terbaru pada Sabtu pagi menyebut polisi telah melakukan pemeriksaan awal terhadap 10 orang saksi.

Para saksi merupakan orang-orang yang mengetahui peristiwa ketika kebakaran terjadi. Polisi berencana memperluas pemeriksaan kepada orang lain yang berada di sekitar lokasi, termasuk pegawai Bapenda.

Pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan penyelidikan Puslabfor terhadap bangunan.

Dengan demikian, hingga Sabtu pagi penyebab kebakaran belum diumumkan secara resmi dan dugaan api berasal dari lantai 11 masih harus menunggu hasil investigasi.

Kronologi Singkat Kebakaran Bapenda DKI

Secara ringkas, rangkaian peristiwa berlangsung sebagai berikut:

Sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat 7 Agustus: api mulai terlihat berkobar di Gedung Bapenda DKI.

Pukul 21.30 WIB: laporan kebakaran masuk melalui Jakarta Siaga 112.

Sekitar pukul 21.41 WIB: operasi pemadaman dilakukan dengan pengerahan sedikitnya 20 unit dan 100 personel Damkar.

Malam hingga dini hari: api diketahui membakar lantai 11 sampai 16. Tiga Bronto Skylift ikut dikerahkan untuk menjangkau titik api di bagian atas gedung.

Sekitar pukul 01.30 WIB, Sabtu: seorang pekerja berhasil dievakuasi dari lantai 15 dan dibawa ke rumah sakit.

Pukul 01.53 WIB: api berhasil dikendalikan dan operasi memasuki tahap pendinginan.

Sabtu pagi: polisi menyelidiki dugaan titik awal api di lantai 11 yang sedang direnovasi, menerjunkan Puslabfor dan memeriksa sedikitnya 10 saksi.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Meski dugaan awal mengarah ke lantai 11, masyarakat perlu berhati-hati terhadap informasi yang menyebut penyebab kebakaran sudah diketahui.

Sampai perkembangan terbaru Sabtu pagi, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta.

Penyelidikan Puslabfor dan pemeriksaan saksi masih berlangsung.

Kasus tersebut kini tidak hanya berfokus pada bagaimana api pertama kali muncul, tetapi juga bagaimana api dapat menyebar hingga enam lantai sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ancaman Karhutla 2026 Meningkat, Ini Langkah Besar yang Disiapkan Polri
Kebakaran Pulomas Jakarta Timur, Dua Anak Tewas Terjebak Api dan Fakta Terbaru
Gempa Hari Ini M5,5 Guncang Gayo Lues Aceh, Terasa hingga Medan
Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten
Waspada! 5 Fakta Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta
Waspada! Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini
Waspada! Gunung Ibu Erupsi Pagi Ini, Sudah 45 Kali Sepekan
BMKG Peringatkan Hujan Lebat 19–20 Juni 2026, Sumut hingga NTT Waspada

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:57 WIB

Gedung Bapenda DKI Terbakar Hebat, Ini Kronologi dari Api Muncul hingga 10 Saksi Diperiksa

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:59 WIB

Ancaman Karhutla 2026 Meningkat, Ini Langkah Besar yang Disiapkan Polri

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:19 WIB

Kebakaran Pulomas Jakarta Timur, Dua Anak Tewas Terjebak Api dan Fakta Terbaru

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:59 WIB

Gempa Hari Ini M5,5 Guncang Gayo Lues Aceh, Terasa hingga Medan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:52 WIB

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Berita Terbaru

Foto:Kantor Dinas Kesehatan Kota Parepare. BPK dalam LHP atas LKPD Pemerintah Kota Parepare Tahun Anggaran 2025 menyoroti pembayaran tagihan listrik

Viral

BPK Ungkap Temuan Perjadin Dinkes Parepare, Ada Apa?

Jumat, 7 Agu 2026 - 15:20 WIB