Redaksiku.com – Pemerintah Kabupaten Lahat bersama jajaran Kodim 0405/Lahat dan Tim Penyuluh Mabes TNI AD terus memperketat pengawasan serta edukasi masyarakat untuk menekan angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Jumat, 4 September 2026. Upaya sinergi ini dilakukan sebagai langkah mitigasi krusial di tengah puncak musim kemarau yang memicu kerawanan titik api di wilayah Sumatera Selatan.
Kondisi cuaca ekstrem yang melanda berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera Selatan, menjadi pemicu utama meningkatnya frekuensi ancaman kebakaran lahan. Data BPBD Sumatera Selatan mencatat lonjakan signifikan dengan 813 kejadian karhutla yang terjadi sepanjang bulan Agustus 2026, menyusul 456 kasus pada bulan sebelumnya.
Total kejadian karhutla di Sumatera Selatan sepanjang tahun 2026 telah menyentuh angka 1.520 kasus dengan dampak kerusakan lahan mencapai 1.926,2 hektare.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi Mitigasi dan Sinergi Kewilayahan
Tim gabungan yang melibatkan unsur TNI dan pemerintah daerah secara aktif memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat di tingkat desa. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran warga mengenai bahaya membuka lahan dengan cara membakar, yang kerap menjadi pemicu utama meluasnya kebakaran di area hutan dan perkebunan.
Langkah preventif ini sejalan dengan kebijakan nasional yang diterapkan oleh BNPB, yang mencatat sebanyak 1.532 kejadian bencana di Indonesia sejak awal tahun hingga pertengahan Agustus 2026. Sebagian besar bencana yang mendominasi adalah bencana hidrometeorologi, di mana karhutla menjadi salah satu tantangan terbesar bagi pemerintah daerah dalam menjaga kualitas udara dan kelestarian ekosistem.
Status Tanggap Darurat karhutla di beberapa daerah di Kalimantan dan Sumatera terus diperpanjang untuk memastikan mobilisasi sumber daya penanggulangan tetap optimal hingga kondisi cuaca kembali stabil.
Kondisi Cuaca dan Tantangan Lapangan
Suhu udara yang tinggi menjadi tantangan berat bagi tim di lapangan. Di beberapa wilayah, suhu siang hari dilaporkan menembus angka 34 derajat Celsius, yang secara drastis mempercepat proses pengeringan vegetasi dan lahan gambut. Kondisi ini membuat percikan api kecil sekalipun dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Pihak Kodim 0405/Lahat menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam melaporkan temuan titik api melalui saluran komunikasi yang telah disediakan. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat meminimalisir dampak kerugian lingkungan serta kesehatan akibat kabut asap yang mungkin ditimbulkan.
Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi posko siaga bencana setempat atau aparat desa terdekat jika melihat adanya tanda-tanda awal kemunculan api di area hutan atau lahan kosong.
Penyebaran informasi terkait karhutla harus merujuk pada data resmi dari instansi terkait seperti BMKG dan BPBD untuk menghindari kepanikan akibat berita yang tidak akurat.
Pertanyaan Umum
Mengapa status tanggap darurat karhutla perlu diperpanjang?
Status tersebut diperpanjang untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan ketersediaan peralatan pemadaman tetap terjaga selama puncak musim kemarau berlangsung, guna merespons lonjakan titik api secara cepat.
Apa saja langkah yang dilakukan tim penyuluh di lapangan?
Tim melakukan sosialisasi bahaya membakar lahan, memetakan wilayah rawan kebakaran, serta melakukan patroli rutin bersama masyarakat untuk mendeteksi dini keberadaan titik api sebelum membesar.
Bagaimana masyarakat dapat membantu mencegah karhutla?
Masyarakat dapat membantu dengan tidak melakukan pembukaan lahan melalui metode bakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan di area kering, dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas pembakaran lahan ilegal.
Ringkasan
Pemerintah Kabupaten Lahat dan TNI bersinergi melakukan edukasi dan mitigasi untuk menekan 34 kasus karhutla di wilayah tersebut akibat cuaca ekstrem.






