Hartadinata Abadi (HRTA) Siapkan Private Placement 10% Saham Baru

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo PT Hartadinata Abadi Tbk di kantor perusahaan

PT Hartadinata Abadi Tbk berencana melakukan private placement sebanyak 460,53 juta saham baru untuk ekspansi bisnis.

Redaksiku.com – PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) resmi mengumumkan rencana strategis untuk melakukan penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau yang lebih dikenal sebagai private placement. Langkah ini diambil perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis yang lebih luas ke depannya.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu, 9 September 2026, emiten yang bergerak di industri perhiasan dan emas ini berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 460,53 juta saham baru. Jumlah saham yang akan dilepas tersebut setara dengan 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan saat ini.

Aksi korporasi ini menjadi langkah signifikan bagi Hartadinata Abadi dalam menjaga momentum pertumbuhan operasional. Dengan menyuntikkan modal baru, perusahaan diharapkan memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan modal kerja yang kian meningkat seiring dengan dinamika pasar emas yang terus berkembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mekanisme Penentuan Harga Saham

Terkait harga pelaksanaan, perusahaan tidak menetapkannya secara sembarangan. HRTA akan mengacu pada ketentuan yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia, yakni harga minimal 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut di pasar reguler, tepat sebelum tanggal permohonan pencatatan saham baru diajukan.

Melalui aksi korporasi ini, jumlah saham beredar HRTA diproyeksikan akan meningkat dari 4,61 miliar lembar menjadi maksimal 5,07 miliar lembar saham.

Hingga saat ini, pihak manajemen HRTA menegaskan bahwa mereka belum memiliki calon pemodal definitif yang akan menyerap saham baru tersebut. Meskipun demikian, proses pencarian investor strategis terus berjalan seiring dengan persiapan administratif yang harus dipenuhi sebelum pelaksanaan eksekusi.

Dampak Terhadap Posisi Keuangan

Jika berkaca pada proyeksi laporan keuangan per 30 Juni 2026, langkah penambahan modal ini akan membawa perubahan positif pada neraca perusahaan. Total aset diprediksi mengalami peningkatan sebesar 9,21% menjadi sekitar Rp12,40 triliun, sementara total ekuitas diperkirakan melonjak hingga 27,90% menjadi kisaran Rp4,79 triliun.

Perbaikan struktur permodalan ini juga akan tercermin pada rasio kesehatan keuangan perusahaan. Rasio liabilitas terhadap ekuitas (DER) diproyeksikan turun secara signifikan dari 2,03 kali menjadi 1,59 kali. Selain itu, rasio liabilitas terhadap aset (DAR) juga diperkirakan membaik dari 0,67 kali menjadi 0,61 kali.

Pelaksanaan private placement ini akan menyebabkan dilusi kepemilikan bagi pemegang saham lama sebesar 9,09% apabila seluruh saham baru berhasil diterbitkan.

Manajemen HRTA menegaskan bahwa aksi PMTHMETD ini dapat dilakukan baik sekaligus maupun secara bertahap. Perusahaan memiliki rentang waktu maksimal dua tahun sejak tanggal persetujuan RUPS Independen untuk mengeksekusi rencana tersebut.

Tahapan Menuju Persetujuan Pemegang Saham

Sebagai perusahaan terbuka yang taat aturan, Hartadinata Abadi wajib mendapatkan restu dari para pemegang saham. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen dijadwalkan akan digelar pada 16 Oktober 2026 mendatang di Bandung untuk membahas rencana ini secara mendalam.

Bagi para pemegang saham yang ingin menggunakan hak suaranya, pastikan nama Anda sudah tercatat dalam daftar pemegang saham (recording date) pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB.

Pemanggilan resmi untuk RUPS Independen sendiri rencananya akan dilakukan pada 24 September 2026. Manajemen berharap dukungan dari pemegang saham akan memuluskan rencana ini, karena dana yang terkumpul nantinya akan diprioritaskan untuk keberlangsungan operasional dan pengembangan usaha yang dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang.

Perlu dipahami bahwa proyeksi kenaikan aset dan ekuitas di atas merupakan estimasi berdasarkan data keuangan per 30 Juni 2026 dan realisasinya sangat bergantung pada harga pelaksanaan final saat private placement dilakukan.

Pertanyaan Umum

Apakah private placement ini akan langsung dilakukan dalam waktu dekat?

Tidak secara langsung. HRTA harus melalui proses RUPS Independen pada 16 Oktober 2026 terlebih dahulu. Setelah disetujui, perusahaan memiliki jangka waktu maksimal dua tahun untuk mengeksekusi penambahan modal tersebut, baik secara sekaligus maupun bertahap.

Apa dampak langsung bagi investor lama HRTA?

Investor lama akan mengalami dilusi kepemilikan saham sebesar 9,09% jika seluruh saham baru yang diterbitkan diserap habis oleh investor. Namun, secara fundamental, perusahaan akan memiliki struktur permodalan yang lebih kuat dengan rasio utang yang lebih rendah, yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja bisnis di masa depan.

Ke mana dana hasil private placement akan digunakan?

Berdasarkan informasi perseroan, dana yang diperoleh akan dialokasikan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan modal kerja serta mendukung pengembangan usaha dan keberlangsungan operasional Hartadinata Abadi.

Ringkasan

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berencana melakukan private placement dengan menerbitkan maksimal 460,53 juta saham baru atau 10% dari modal disetor untuk memperkuat struktur permodalan dan modal kerja. Aksi ini akan dibahas dalam RUPS Independen pada 16 Oktober 2026 dan berpotensi mendilusi pemegang saham lama sebesar 9,09%.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Transformasi Digital BNI Dorong Pertumbuhan Bisnis Semester I 2026
Dukungan BNI untuk Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026
IHSG Turun 0,14% di Sesi I, Asing Catat Net Sell Rp1,31 T
Rupiah Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,62 Juta per Gram, Ini Prospeknya
Proyeksi IHSG 10 September 2026 dan Rekomendasi Saham Pilihan
Saham LQ45 PER Terendah dan Tertinggi: INDY dan AADI Disorot
Proyeksi Rupiah Hari Ini 10 September 2026: Cenderung Menguat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:13 WIB

Transformasi Digital BNI Dorong Pertumbuhan Bisnis Semester I 2026

Kamis, 10 September 2026 - 13:53 WIB

Dukungan BNI untuk Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026

Kamis, 10 September 2026 - 12:59 WIB

IHSG Turun 0,14% di Sesi I, Asing Catat Net Sell Rp1,31 T

Kamis, 10 September 2026 - 12:09 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data Ekonomi AS

Kamis, 10 September 2026 - 11:29 WIB

Harga Emas Antam Turun ke Rp2,62 Juta per Gram, Ini Prospeknya

Berita Terbaru

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih resmi melantik ratusan prajurit baru lulusan Dikmata Gelombang II TA 2026.

TNI / POLRI

Pangdam III/Siliwangi Lantik Prajurit Baru Dikmata 2026

Jumat, 11 Sep 2026 - 03:58 WIB