Harga Beras Naik 7,98 Persen dari HET, Komisi IV DPR RI Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Krisis Pangan Nasional

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto menegaskan harga beras melambung tinggi perlu solusi cepat agar rakyat tak makin terbebani biaya hidup. (Foto: DPR RI)

Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto menegaskan harga beras melambung tinggi perlu solusi cepat agar rakyat tak makin terbebani biaya hidup. (Foto: DPR RI)

Harga beras melambung tinggi dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian serius karena membuat beban masyarakat semakin berat.

Kondisi ini terjadi bersamaan dengan kenaikan harga komoditas lain seperti bawang merah dan minyak goreng.

Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele.

Ia menegaskan bahwa kenaikan harga beras melambung tinggi telah menyentuh aspek mendasar dari tata kelola pangan nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, muncul praktik curang berupa beras oplosan yang semakin merugikan masyarakat di tengah lonjakan harga.

Harga Beras Melambung Tinggi dan Dampaknya pada Kehidupan Rakyat

Harga Beras Naik 7,98 Persen dari HET, Komisi IV DPR RI Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Krisis Pangan Nasional
Harga Beras Naik 7,98 Persen dari HET, Komisi IV DPR RI Bongkar Fakta Mengejutkan di Balik Krisis Pangan Nasional

Fenomena harga beras melambung tinggi telah menekan daya beli keluarga berpenghasilan rendah yang paling rentan terhadap fluktuasi pangan.

Menurut Titiek Soeharto, harga beras premium di pasar bahkan jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kondisi ini membuat kebutuhan pokok utama semakin sulit dijangkau oleh banyak rumah tangga.

Di sisi lain, kualitas beras di pasaran juga dipertanyakan karena ditemukan beras oplosan yang dikemas seolah premium.

Hal ini menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan dan berpotensi memicu keresahan sosial.

Ketua Komisi IV Beberkan Ancaman Praktik Beras Oplosan di Pasaran

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sejumlah merek yang dipasarkan sebagai beras premium ternyata tidak memenuhi standar mutu.

Isi di dalam kemasan tidak sesuai dengan label, sehingga konsumen dirugikan secara ekonomi.

Titiek menilai praktik ini merusak kepercayaan publik terhadap produk pangan dan mengganggu stabilitas pasar.

Meski aparat sudah menindak beberapa pelaku, kasus ini memperlihatkan lemahnya pengawasan distribusi pangan.

Ia menegaskan perlu langkah lebih tegas agar praktik beras oplosan tidak kembali terulang.

Kenaikan Harga Gabah dan Tantangan di Tingkat Petani

Krisis harga beras tidak lepas dari dinamika di tingkat hulu, yaitu harga gabah yang ikut merangkak naik.

Rata-rata harga gabah kering panen (GKP) kini berada pada kisaran Rp7.000 hingga Rp7.500 per kilogram.

Angka tersebut lebih tinggi dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Kondisi ini membuat penggilingan padi kesulitan memproduksi beras dengan harga sesuai HET.

Akibatnya, rantai distribusi terganggu dan harga beras melambung tinggi tidak bisa dihindari di pasar konsumen.

Ketidakseimbangan Regulasi Harga dan Biaya Produksi

Di satu sisi, petani merasa mendapat keuntungan lebih dari harga gabah tinggi.

Namun di sisi lain, masyarakat kecil justru semakin kesulitan karena harga beras di pasaran melonjak tajam.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMII Barru Nilai Efisiensi Tidak Boleh Menjadi Alasan Mengabaikan Hak Buruh
Trisno Pas Band Meninggal? Begini Kabar Terbaru dan Perjalanan Karier Sang Musisi
Kapal Mutiara Sentosa Terbakar, Kronologi Kebakaran dan Kondisi Penumpang Terbaru
Pelajar Pria Pemeran Video Viral Banyuwangi Buka Suara, Begini Fakta Terbaru Kasusnya
Diding Boneng Meninggal? Ini Fakta Terbaru Kondisi Aktor Senior Indonesia
Mati Lampu Hari Ini, Sejumlah Wilayah Jakarta Selatan hingga Tangsel Terdampak
Open Dining of Jakarta by Transjakarta Resmi Diuji Coba, Intip Tarif, Rute, dan Cara Pesannya
Shuttle Bus GIIAS 2026 Hadir dengan 3 Pick Up Point Baru untuk Akhir Pekan, Cek Rute Detailnya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:41 WIB

PMII Barru Nilai Efisiensi Tidak Boleh Menjadi Alasan Mengabaikan Hak Buruh

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Trisno Pas Band Meninggal? Begini Kabar Terbaru dan Perjalanan Karier Sang Musisi

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:58 WIB

Kapal Mutiara Sentosa Terbakar, Kronologi Kebakaran dan Kondisi Penumpang Terbaru

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:21 WIB

Pelajar Pria Pemeran Video Viral Banyuwangi Buka Suara, Begini Fakta Terbaru Kasusnya

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Diding Boneng Meninggal? Ini Fakta Terbaru Kondisi Aktor Senior Indonesia

Berita Terbaru