Drama Tambang Barru! warga hentikan alat berat di lokasi tambang

- Penulis

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto (Redaksiku.com) Warga Kembali Hentikan Tambang Desa Lompo Tengah, Barru

Foto (Redaksiku.com) Warga Kembali Hentikan Tambang Desa Lompo Tengah, Barru

Barru, Redaksiku.com –  Gelombang penolakan terhadap aktivitas tambang pasir dan batu (sirtu) milik PT Bumi Barru Sejahtera (BBS) di Desa Lompo Tengah, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, kembali menguat.

Puluhan warga mendatangi lokasi pengerukan di aliran Sungai Lumpajae, Sabtu (20/6/2026).

Mereka menuntut aktivitas tambang dihentikan karena dinilai mengancam lingkungan dan keselamatan warga yang bermukim di sekitar sungai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketegangan mulai terasa saat alat berat milik perusahaan kembali beroperasi di lokasi.

Warga menilai perusahaan mengabaikan kewajiban melakukan sosialisasi sebelum memulai aktivitas pengerukan.

Salah seorang warga, Otto, mengatakan operasional tambang tersebut bertentangan dengan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Barru yang merujuk pada hasil peninjauan Kementerian ESDM dan Inspektorat Pertambangan.

Menurut Otto, dalam berita acara hasil pertemuan tersebut terdapat kewajiban bagi perusahaan untuk melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan masyarakat sebelum menurunkan alat berat.

“Sudah dua hari alat berat bekerja, tetapi tidak pernah ada sosialisasi kepada masyarakat,” kata Otto di lokasi aksi.

Ia menilai persoalan itu menambah panjang daftar keberatan warga terhadap aktivitas tambang tersebut.

Otto menyebut sejak awal masyarakat tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam proses yang berkaitan dengan kegiatan pertambangan.

“Pertama, tidak ada sosialisasi atau uji publik sebelum penyusunan dokumen lingkungan. Kedua, isi dokumen tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ketiga, rekomendasi ESDM dan Inspektorat Pertambangan juga belum dijalankan sebelum aktivitas dimulai,” ujarnya.

Kekhawatiran warga semakin besar karena aktivitas tambang dinilai berpotensi terus berjalan ketika pengawasan masyarakat berkurang.

Karena itu, massa meminta agar kunci alat berat diamankan sementara waktu guna mencegah aktivitas berlanjut sebelum persoalan diselesaikan.

Warga juga meminta aparat kepolisian mengambil langkah antisipatif untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Masyarakat hanya ingin keadilan. Kami berharap polisi ikut menjaga keamanan dan mencegah terjadinya gesekan di lapangan,” tegas Otto.

Penolakan serupa disampaikan Nurlia, warga yang tinggal di sekitar lokasi tambang.

Menurut dia, keberatan terhadap aktivitas tambang bukan hanya datang dari segelintir orang, melainkan mewakili aspirasi sebagian besar masyarakat setempat.

foto (redaksiku.com) alat berat yang kembali dihentikan warga di tambang Desa Lompo Tengah, Barru
foto (redaksiku.com) alat berat yang kembali dihentikan warga di tambang Desa Lompo Tengah, Barru

“Kami menolak aktivitas ini. Hampir semua warga di sini menolak. Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Barru agar berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Di tengah aksi tersebut, salah seorang pencatat material di lokasi tambang memberikan tanggapan singkat.

Ia mengatakan aktivitas yang berlangsung saat ini dilakukan berdasarkan informasi yang diterima setelah pelaksanaan RDP.

“Setelah rapat RDP, kami mendapat informasi bahwa pekerjaan sudah diperbolehkan. Makanya kami kembali bekerja,” ujarnya.

Namun, saat dimintai keterangan lebih lanjut, ia enggan memberikan kontak pihak perusahaan maupun perwakilan manajemen yang dapat memberikan penjelasan resmi.

Hingga berita ini diturunkan, PT Bumi Barru Sejahtera belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan warga maupun tudingan yang disampaikan dalam aksi penolakan tersebut.

Pantauan di lapangan, situasi masih berlangsung tegang.

Sejumlah personel Polsek Tanete Riaja terlihat berjaga di sekitar area pengerukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan.

Sementara warga memilih tetap bertahan di lokasi sembari menunggu langkah pemerintah dan instansi terkait terhadap tuntutan penghentian aktivitas tambang di Sungai Lumpajae.

Editor : Hengki

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang
Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah
Viral 6 Hal Vanness Wu Menikah dengan Emi Aramaki
Geger 5 Poin Erin Wartia Eks ART Minta Syarat Damai
Panas 6 Poin Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak
Viral 5 Momen Luna Maya dan Cinta Laura Ramaikan HYROX Jakarta
Viral 5 Poin Nathalie Holscher Bungkam Tanggal Nikah
Panas 5 Poin Sarwendah Laporan Fitnah Pencemaran Nama Baik

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:30 WIB

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:44 WIB

Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:30 WIB

Viral 6 Hal Vanness Wu Menikah dengan Emi Aramaki

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:25 WIB

Geger 5 Poin Erin Wartia Eks ART Minta Syarat Damai

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:22 WIB

Panas 6 Poin Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak

Berita Terbaru