Redaksiku.com – Langkah besar tengah diambil pemerintah Indonesia melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam upaya merampingkan ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hingga awal September 2026, sebanyak 290 perusahaan pelat merah telah berhasil dipangkas, sebuah kebijakan strategis yang diklaim mampu menghasilkan efisiensi anggaran mencapai Rp 50 triliun.
Laporan mengenai progres signifikan ini disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, kepada Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Hambalang, Jawa Barat, pada 4 September 2026. Pertemuan tersebut tidak hanya membahas efisiensi, tetapi juga menyoroti percepatan hilirisasi industri sebagai pilar utama ekonomi nasional ke depan.
Dalam diskusi strategis tersebut, hadir pula Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan bahwa setiap BUMN yang tersisa memiliki struktur yang ramping, sehat secara finansial, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah menargetkan efisiensi anggaran hingga mencapai total Rp 100 triliun melalui rekonstruksi berkelanjutan terhadap ratusan BUMN hingga akhir tahun 2026.
Target Restrukturisasi BUMN hingga Akhir 2026
Agenda penataan BUMN ini bukan sekadar pemangkasan jumlah perusahaan, melainkan bagian dari desain besar pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia. Berdasarkan data dari Sekretariat Kabinet per Ahad, 6 September 2026, pemerintah menargetkan penutupan sedikitnya 700 BUMN lainnya sebelum Desember 2026 berakhir.
Upaya ini diharapkan mampu mengeliminasi anak usaha yang selama ini membebani kinerja induk perusahaan. Selain efisiensi anggaran, pemerintah juga terus mendorong akselerasi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam. Dengan memperkuat investasi di sektor-sektor strategis, diharapkan manfaat ekonomi yang lebih besar dapat dirasakan oleh masyarakat luas.
- Danantara telah memangkas 290 BUMN dengan efisiensi anggaran Rp 50 triliun.
- Target tambahan penutupan 700 BUMN dicanangkan hingga Desember 2026.
- Fokus utama restrukturisasi adalah perampingan struktur usaha dan penguatan bisnis inti.
Transformasi Struktur PT Adhi Karya Tbk
Salah satu langkah nyata dari penataan ini terlihat pada PT Adhi Karya Tbk (ADHI). Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa ADHI kini diarahkan untuk memiliki struktur usaha yang lebih sederhana dan terintegrasi, mengingat perusahaan tersebut sebelumnya memiliki beban operasional dari 18 entitas yang berbeda.
Dony menekankan pentingnya mengembalikan fokus ADHI sebagai kontraktor berkualitas dengan kesehatan keuangan yang terjaga. Menurutnya, selama ini keberadaan anak perusahaan justru sering kali menimbulkan persoalan yang menghambat performa induk. Oleh karena itu, kebijakan ketat diterapkan: tidak boleh ada lagi pembentukan anak usaha baru.
“Harapan saya dari hasil seluruh proses yang kita lakukan ini, bisa membuat Adhi menjadi sehat, dan kita fokus di atasnya hanya sebagai kontraktor dengan kualitas yang baik.”
— Dony Oskaria
Selain penyederhanaan struktur, ADHI menargetkan penyelesaian rekonstruksi keuangan pada September 2026. Langkah ini mencakup uji tuntas menyeluruh terhadap anak usaha di sektor properti, termasuk PT Adhi Commuter Properti Tbk, untuk menentukan langkah strategis selanjutnya bagi aset-aset perusahaan.
Konsolidasi Besar-besaran di PT Semen Indonesia
Tidak hanya di sektor konstruksi, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) juga melakukan konsolidasi masif terhadap entitas anak usahanya. Langkah ini dilakukan melalui dua skema merger yang bertujuan memperkuat portofolio usaha distribusi bahan bangunan yang lebih terintegrasi.
Pada skema pertama, PT Semen Indonesia Beton (SIB), PT Solusi Bangun Beton (SBB), dan PT Readymix Concrete Indonesia (RCI) akan digabungkan ke dalam PT Varia Usaha Beton (VUB). Sementara itu, skema kedua melibatkan tujuh anak usaha lainnya, yakni:
- PT Semen Kupang Indonesia (SKI)
- PT Semen Indonesia International (SII)
- PT Bima Sepaja Abadi (BSA) dan PT Bima Sepaja Abadi Logistik (BSAL)
- PT Sepatim Batamtama (SEPATIM)
- PT Sinergi Informatika Semen Indonesia (SISI)
- PT Sinergi Mitra Investama (SMI)
Ketujuh perusahaan tersebut nantinya akan dilebur ke dalam Distributor PT Semen Indonesia (SID). Pihak SMGR menyatakan bahwa proses penggabungan ini masih bersifat bersyarat dan menunggu pemenuhan ketentuan dalam Perjanjian Penggabungan Bersyarat yang ditandatangani pada 21 Agustus 2026. Transaksi ini akan dinyatakan efektif setelah adanya persetujuan perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum Republik Indonesia.
Proses merger di lingkungan Grup SMGR saat ini belum efektif dan masih menunggu penyelesaian seluruh ketentuan legal serta administratif yang dipersyaratkan.
Pertanyaan Umum
Mengapa pemerintah melakukan penutupan ratusan BUMN?
Penutupan dan perampingan BUMN dilakukan untuk menciptakan efisiensi anggaran negara, menghilangkan anak usaha yang tidak produktif, serta memastikan setiap perusahaan fokus pada bisnis inti demi kesehatan keuangan nasional.
Apa dampak langsung dari perampingan BUMN bagi perusahaan terkait?
Perusahaan seperti ADHI dan SMGR akan memiliki struktur organisasi yang lebih sederhana. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperbaiki kesehatan neraca keuangan, dan memperkuat daya saing perusahaan di pasar.
Bagaimana nasib anak usaha yang terdampak merger atau penutupan?
Anak usaha yang terdampak akan melalui proses uji tuntas (due diligence) untuk menentukan apakah mereka akan dilebur ke entitas lain atau dihentikan operasionalnya secara permanen guna mencegah beban keuangan lebih lanjut bagi induk perusahaan.
Ringkasan
Pemerintah melalui Danantara telah memangkas 290 BUMN hingga September 2026 untuk mencapai efisiensi anggaran sebesar Rp50 triliun. Langkah restrukturisasi ini dilakukan dengan menyederhanakan struktur perusahaan serta melebur anak usaha yang tidak produktif demi penguatan bisnis inti.






