Novel : Cindur Mata (Part 3)

- Penulis

Jumat, 30 Agustus 2024 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aku menggeleng sebelum akhirnya sadar kalau Tante Lani tidak mungkin melihatnya. Nggak.

Lima. Tante bisa koma kalau harus lima kali ngurus pernikahan anak-anak Hendrwawan.

Aku menahan senyum. Kenapa harus koma? Padahal di otakku sudah terbayang berapa banyak uang yang bakal diraup Dazzling Queen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nanti biar aku yang ngomong lagi sama Bu Hendrawan, Tan.

Aku segera menegakkan tubuh begitu melihat Arka mendekat. Dia tersenyum, aku membalasnya. Tiupan angin dari pendingin ruangan membuatku sedikit menggigil, tapi berusaha aku tahan. Sementara suara Tante Lani masih menggebu-gebu di seberang sambungan telepon.

Pokoknya kamu harus bisa bikin Bu Hendrawan itu sadar, Karina. Kita nggak pernah main-main soal kerjaan. Haloo … Karina, kamu dengar Tante nggak, sih?

Aku hanya mengangguk. Aku lupa kalau tadi menekan tombol speaker agar tidak perlu memegang ponsel karena aku sibuk menghangatkan tubuhku sendiri. Arka semakin mendekat dan aku sangat yakin dia sudah mendengar semuanya.

Karina? Haloo Karina. Duh, jangan bilang kamu ngedrop lagi. Ingat Bu Hendrawan, Karina.

Arka mengangkat kedua alisnya.

Aku pernah melihat sebuah tayangan di media sosial. Seorang psikolog senior bilang kita bisa melakukan olahraga kecil untuk mengubur pikiran-pikiran negatif. Saat ini yang aku pikirkan hanya kemarahan Arka, jadi aku segera mematikan sambungan telepon dan melakukan gerakan patahan leher ke kanan dan kiri, mengangkat tangan sambil memiringkan badan, mengangkat kaki tinggi-tinggi dan … aku baru ingat dengan perutku, segera aku turunkan kaki dan memilih duduk kembali dengan tenang. Arka sudah mendelik dengan fokus matanya di bagian perutku.

Dadaku berdetak tak karuan menatap Arka berdiri mematung, matanya tak berkedip. Kenapa dia selalu menakutkan dengan pose seperti itu?

Ka, aku ….

Belum sempat aku melanjutkan ucapan, Arka sudah berbalik dan berjalan menuju dapur. Aku diam di tempatku, melihat apa yang akan dilakukannya. Dugaanku benar, dia mengambil mesin pembuat kopi. Tidak lama setelah itu dia bergeser dan mencuci piring dan sendok kotor, mengelap, dan menyusunnya dengan rapi. Arka juga menata ulang gelas yang sebenarnya masih rapi tergantung di tempatnya

Jadi, sekarang dia lagi marah dan kecewa karena aku tidak menuruti permintaannya? Sebenarnya aku merasa pelampiasan itu aneh, tapi bagaimana pun itu jauh lebih baik dari pada dia menghajarku.

Aku ingat dulu saat masih SMA dan Arka sudah kuliah semester tiga, tanpa sengaja aku menghapus video yang baru dikerjakannya dan akan dikumpulkan sebagai tugas tengah semesternya. Arka diam dan justru memilih membuat kopi. Aku tidak berpikir apa-apa. Saat Arka kembali dengan segelas kopi, aku ikut meminumnya. Arka mendelik. Dia tidak berteriak atau mengumpat khas kemarahan orang Surabaya. Tapi, yang dikatakannya sukses membuatku sakit hati.

Kopi ini bikin marahku reda. Kalau kamu minum setengahnya berarti marahku masih setengah. Kamu mau jadi pelampiasan marahku? Jadi cewek itu yang peka dikit, Karin!

Sejak itu, aku tidak lagi berani mengganggu atau ikut meminum kopinya. Aku tahu setelah emosinya mereda, kami pasti akan membicarakan semuanya. Karena itu, aku memilih tidak mengganggu Arka. Saat dia masih sibuk menata ulang perabot kami, aku menyempatkan mengirim pesan ke Tante Lani.

[Sori, Tan. Tadi ada sedikit masalah sama Arka. Tapi, bukan sesuatu yang mengkhawatirkan. Tante tanang aja, besok aku bakal hubungi Bu Hendrawan dan aku pastikan dia nggak akan membatalkan kontrak kita. Kalau ada yang penting tante chat aku aja]

Secepat kilat aku mengirim pesan itu, tapi rupanya kalah cepat dengan gerakan Arka yang berbalik setelah menatapku dan kini berusaha membereskan panci-panci. Aku mendengar suara kelontang berulang, itu panci yang diletakkan secara kasar. Ya, Tuhan! Aku salah apa lagi?

 

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru