Amora mengambil gelas berisikan minuman berwarna merah itu, “Terima kasih” ucap Amora yang lalu sedikit meneguk minuman keras itu.
Laki-laki itu juga melakukan hal yang sama seperti Amora, “Apakah kau mengenalku?” tanya Amora.
“Belum, tapi setelah ini, aku akan mengenalmu dengan baik, nona” jawab laki-laki itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mendengar jawaban itu membuat Amora menyunggingkan bibir kanannya, “Kalau boleh tau, siapa namamu, nona?”
“Amora, panggil aja Mora, ngga usah pake nona” jawab Amora.
“Baiklah, Mora” ujar laki-laki itu dengan anggukkan kepala seraya tersenyum tampan.
Mereka berdua berbincang-bincang beberapa kata sampai Sherly datang bersama dengan seorang laki-laki yang merangkul bahunya, “Udah akrab aja lo Vel sama Mora” ujar laki-laki yang merangkul Sherly.
Seketika Amora dan laki-laki itu langsung melihat ke arah Sherly dan laki-laki yang merangkulnya itu, “Iya dong” jawab laki-laki yang bernama lengkap Marvell Aland Anderson itu dengan bangganya.
“Loh Andrew, baru tau gue kalau lo udah pulang” ucap Amora saat melihat laki-laki yang sangat dia kenal itu, dia adalah temannya yang sekarang menjabat sebagai suami dari sahabatnya, Sherly.
“Iya, kemarin sore baru nyampe dan langsung bantu nyiapin ini semua” jawab suami Sherly, yaitu Andrew dengan kekehan kecil di belakang.
Mendengar itu Amora mengangguk-anggukkan kepalanya, “Pelet lo kuat banget, Vel. Sampai ngebuat Mora yang anti sama cowok jadi mau ngobrol sama lo” ujar Sherly.
“Apa sihh, orang cuma ngobrol tentang dunia perkuliahan aja kok” jawab Amora yang lalu menaruh gelas yang sudah kosong di atas meja dekat dirinya berada.
“Ya lebih dari itu juga boleh kok” ujar Sherly yang membuat Marvell dan Andrew tersenyum.
Di sekitar pukul 7 malam terlihat Amora yang berbincang dengan beberapa temannya yang juga berteman dengan Sherly, “Nih, bagus ngga cincin pertunangan gue?”
“Bagus-bagus, bosen gue lo bilang itu mulu dari kemarin” ujar Fara yang sudah sangat bosan dengan ucapan Indira dari kemarin yang terus memamerkan cicin pertunangannya.
“Ya lo bilang gitu karena lo belum diseriusin kan sama cowok lo” jawab Indira dengan bangganya.
“Iya-iya, si paling diseriusin lo” balas Fara.
Mereka berdua selalu saja seperti kucing dan tikus ketika bertemu, itu membuat Amora dan Sherly tidak heran ketika mendengar perdebatan antara kedua temannya itu.
“Mor, gimana kuliah lo?” tanya Fara.
Amora mengangguk-anggukkan kepalanya, “Ya gitu, kayak kuliah pada umumnya” jawab Amora.
Mendengar itu membuat Fara ikut menganggukkan kepalanya, “Eh, tau ngga, kemarin gue ngga sengaja ketemu sama Resa di minimarket, bisa-bisanya dia pegangan tangan sama cowok lain, bukan Tino” ucap Indira.
“Berarti bener, soalnya gue kemarin denger katanya mereka berdua mau cerai” jawab Sherly.
“Oalah, makanya, ngga heran. Gue udah bisa nebak 100 persen alasan mereka berdua cerai” balas Indira seraya membenarkan posisi rambutnya.
Bersambung……
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






