CARA MEMBUKA USAHA KECIL-KECILAN DI DESA

- Penulis

Selasa, 19 Maret 2024 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CARA MEMBUKA USAHA KECIL-KECILAN DI DESA

CARA MEMBUKA USAHA KECIL-KECILAN DI DESA

Hidup di desa bukanlah sebuah halangan untuk memuka usaha. Bisnis merupakan hal yang fleksibel, bisa dilakukan di mana saja asalkan ada sasaran pemasaran yang ditargetkan, namun lokasi yang tidak strategis juga mempengaruhi sebuah bisnis. Jika kamu tinggal di sebuah desa dan ingin membangun sebuah usaha, maka kamu harus melakukan strategi pemasaran yang sesuai, seperti harga yang disesuaikan dengan pendapatan warga desa, kebutuhan yang diperlukan, dan pastikan cara tempat yang dilalui semua orang.

Untuk langkah membuka usaha di desa tidak jauh berbeda dengan di perkotaan, hanya perlu diperhatikan bagian kebutuhan dan sasaran pemasarannya. Kamu perlu memahami pemasaran dan melakukan riset pasar, memperkirakan usaha apa yang cocok dengna situasi dan kompetitor yang kecil. Daripada warga desa mengadu nasib ke kota hanya untuk pekerjaan, kenapa tidak mecoba untuk membuka usaha sendiri di sebuah desa?

CARA MEMBUKA USAHA KECIL-KECILAN DI DESA
CARA MEMBUKA USAHA KECIL-KECILAN DI DESA

Berikut cara membuka usaha kecil-kecilan cocok untuk kamu yang tinggal di desa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beternak

Kamu perlu memanfaatkan daerahmu yang cocok untuk memulai sebuah peternakan. Kini banyaknya warung makan yang dibuat di wilayah perkotaan mendapatkan supplier daging dari sebuah desa. Jangan salah, dengan beternak kamu bisa saja bekerja sama dengan resto terkenal. Selain itu juga banyak sekali yang bisa dimanfaatkan dari beternak. Contohnya jika kamu beternak ayam, kamu bisa sekaligus menjual telurnya dan kulitnya. Kini sedang viral produk kulit crispy, kamu bisa menjual kulit ayammu di sana, selain itu juga kamu bisa mengkreasikan sendiri bahan dasar dari hasil ternakmu menjadi olahan.

Dari beternak juga kamu bisa melakukan bisnis menjual pupuk kandang. Sasaran pelanggannya yaitu seseorang yang memiliki perkebunan atau persawahan. Banyak manfaat dari beternak, siapa tahu beternak merupakan passionmu?

Membuka toko sembako

Jika lokasinya strategis yang dilalui banyak orang atau berdiri ditengah padatnya penduduk desa, mungkin kamu bisa membuka toko sembako. Toko sembako bisa dijamin tidak akan sepi konsumen dikarenakan kebutuhan primer manusia ada di sana. Pastikan stok barang yang diperlukan oleh warga desa atau peralatan serta bahan rumah tangga.

Sulitnya mendapatkan produk instan dari perkotaan karena jauh menyebabkan sebagian warna desa sangat membutuhkan warung sembako. Maka dari itu, toko sembako akan sangat diminati oleh warna, terlebih lagi jika harganya terjangkau. Jadi tidak perlu lagi warga desa pergi ke kota untuk memenuhi keperluan rumah tangga.

Pulsa dan token listrik

Usaha pulsa dan token listrik masih dibutuhkan di sebuah desa. Banyaknya warga desa yang ingin melakukan transaksi kini tidak akan sulit lagi. Tidak hanya menjual pulsa saja, konter juga bisa melakukan transaksi mulai dari transfer dan membayar tagihan. Desa di era sekarang kebanyakan tidak lagi menggunakan lampu minyak parafin, kini desa sekarang bukan lagi disebut desa karena sudah lebih modern, sehingga banyak rumah yang sudah menggunakan listrik terutama tempat ibadah atau balai desa. Untuk air juga kini beberapa warga desa tidak menimba air, namun sudah memakai mesin pompa air sumur, bahkan beberapa sudah memakai PDAM.

Untuk melakukan pekerjaan ini kamu bisa menjadi reseller dan menjadi distributor yang terpercaya.

Usaha cemilan tradisional

Siapa sangka orang di perkotaan terkadang merindukan suasana desa, sehingga mereka sangat ingin mencicipi cemilan dibuat langsung oleh warga desa. Jajanan desa juga sangat diminati karena bisa disajikan saat acara resmi seperti pengajian atau rapat warga, dan kegiatan lainnya yang ada di desa.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Spesifikasi Sistem Monitoring Cerdas untuk Area Produksi Berbahaya
PT Toba Pulp Lestari Tersangka Korupsi Transfer Pricing
Estimasi Waktu Pengiriman Jakarta ke Samarinda & Tips Mempercepat
Jasa Pest Control Bali Terpercaya: Solusi Basmi Hama Profesional
IHG dan Harilela Group Tambah Tiga Hotel ke Vignette Collection
Cara Mendapatkan Uang dari Blog di Era Multiplatform
Cara Mengubah Mindset Blogger agar Blog Menghasilkan Cuan
Mengapa Relevansi Lebih Penting daripada Personalisasi dalam Pemasaran
Tag :

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 12:47 WIB

Spesifikasi Sistem Monitoring Cerdas untuk Area Produksi Berbahaya

Rabu, 9 September 2026 - 12:23 WIB

PT Toba Pulp Lestari Tersangka Korupsi Transfer Pricing

Rabu, 9 September 2026 - 11:17 WIB

Estimasi Waktu Pengiriman Jakarta ke Samarinda & Tips Mempercepat

Rabu, 9 September 2026 - 10:37 WIB

Jasa Pest Control Bali Terpercaya: Solusi Basmi Hama Profesional

Rabu, 9 September 2026 - 09:35 WIB

IHG dan Harilela Group Tambah Tiga Hotel ke Vignette Collection

Berita Terbaru

Generasi milenial menjadi kelompok investor terbanyak pada SR025, sementara Gen X mendominasi nilai transaksi.

Keuangan

SR025: Milenial Terbanyak, Gen X Dominasi Nilai Transaksi

Kamis, 10 Sep 2026 - 03:44 WIB

BCA mengumumkan rencana pembagian dividen interim dan target pertumbuhan kredit sebesar 10% untuk tahun 2026.

Keuangan

Rencana Dividen Interim BCA dan Target Pertumbuhan Kredit 10%

Kamis, 10 Sep 2026 - 03:31 WIB

Garibaldi Boy Thohir menambah kepemilikan saham di PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk sebanyak 30 juta lembar.

Keuangan

Boy Thohir Borong 30 Juta Saham MGLV, Perkuat Posisi di NexAI

Kamis, 10 Sep 2026 - 02:58 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan belum menyetujui usulan tambahan anggaran IKN sebesar Rp 15,8 triliun.

Keuangan

Menkeu Belum Restui Tambahan Anggaran IKN Rp 15,8 Triliun

Kamis, 10 Sep 2026 - 02:53 WIB