Bupati Barru Ajak Sekolah Jadi Rumah Kedua yang Nyaman

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Barru menegaskan SPMB harus berjalan transparan, akuntabel, berkeadilan, serta bebas dari diskriminasi dan praktik gratifikasi.

Bupati Barru menegaskan SPMB harus berjalan transparan, akuntabel, berkeadilan, serta bebas dari diskriminasi dan praktik gratifikasi.

Barru, Redaksiku.com – Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, membuka Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen bersama SPMB berintegritas. Kegiatan berlangsung di Baruga Singkerru Adae, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah daerah menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan pendidikan agar pelaksanaan SPMB berjalan lebih transparan, akuntabel, objektif, dan berkeadilan. Pemerintah juga menegaskan komitmen tanpa diskriminasi dan tanpa praktik gratifikasi dalam proses penerimaan murid baru.

Dalam sambutannya, Bupati Barru mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menyiapkan kegiatan tersebut. Ia menyebut agenda ini sebagai langkah penting memperkuat tata kelola penerimaan peserta didik yang lebih bersih dan berintegritas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati menjelaskan, sejak 2025 istilah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) resmi diganti menjadi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025.

Perubahan itu, kata dia, bukan sekadar pergantian istilah administratif, tetapi penegasan komitmen negara menghadirkan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan adil bagi seluruh anak bangsa.

“Perubahan ini bukan hanya soal nama, tetapi komitmen bersama untuk memastikan penerimaan murid baru berjalan objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, tanpa diskriminasi, dan tanpa gratifikasi,” kata Bupati.

Ia menegaskan tidak boleh ada anak di Kabupaten Barru yang putus sekolah hanya karena hambatan sistem penerimaan. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan pendidikan diminta ikut bertanggung jawab.

“Tidak boleh ada anak yang tidak sekolah hanya karena terkendala sistem,” ujarnya.

Bupati kemudian memaparkan empat fokus utama pelaksanaan SPMB 2026. Pertama, pengawasan ketat pada empat jalur penerimaan: domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.

Khusus jalur domisili, ia meminta verifikasi data Kartu Keluarga dan koordinat tempat tinggal dilakukan secara ketat untuk mencegah manipulasi data.

“Tidak boleh ada praktik titip-menitip. Pengawas akan turun langsung ke lapangan,” tegasnya.

Kedua, SPMB diarahkan menjadi instrumen peningkatan mutu pendidikan. Berdasarkan data Dapodik 2025, angka partisipasi kasar SMP di Barru mencapai 97,2 persen, sementara angka partisipasi murni 91,5 persen.

Data tersebut menunjukkan masih adanya anak usia sekolah yang belum sepenuhnya mengakses pendidikan.

Ketiga, Bupati menekankan pentingnya integritas sekolah dalam proses penerimaan murid baru. Ia meminta seluruh kepala sekolah menjalankan aturan tanpa penyimpangan.

Proses SPMB juga, kata dia, akan berada dalam pengawasan aparat penegak hukum.

“Saya minta seluruh kepala sekolah menjaga integritas dan menjalankan aturan dengan baik,” katanya.

Keempat, penguatan ekosistem pendidikan melalui integrasi program seperti UKS, Kamuka Expo, dan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Menurutnya, murid yang diterima harus dibentuk menjadi generasi yang sehat, berkarakter, dan berprestasi.

Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama SPMB berintegritas oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Barru.

Bupati berharap komitmen itu tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi tanggung jawab moral yang dijalankan secara konsisten.

Ia juga meminta kepala sekolah dan pengawas menjadi garda terdepan dalam menyosialisasikan aturan SPMB kepada masyarakat.

Menutup kegiatan, Bupati mengajak seluruh pihak menjadikan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

“Jadikan sekolah sebagai rumah kedua yang mencerdaskan,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Barru, Ketua DPRD, Forkopimda, Sekda, Dinas Pendidikan, serta para kepala sekolah TK, SD, dan SMP se-Kabupaten Barru.

Editor : Hengki

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres dan Forkopimda Barru Kompak Bentengi Pelajar dari Narkoba
Tim LONTARA SMKN 3 Soppeng Menuju Nasional, Selamat dan Sukses!
Heboh! 5 Fakta Prabowo Beri Alat Drumben SDN Sukabumi
Terbaru! 5 Fakta SPMB Kota Bandung Jalur Domisili dan Mutasi
Wajib Cek! 5 Jadwal SPMB Banten Jalur Prestasi Akademik
Lengkap! 7 Persiapan SPMB Kabupaten Bandung Tahap II
Wajib Cek! 5 Hal Setelah Pengumuman SPMB Banten Jalur Afirmasi
Penting! 5 Hal Jelang Pengumuman SPMB Jabar Tahap 1 Besok

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 09:45 WIB

Polres dan Forkopimda Barru Kompak Bentengi Pelajar dari Narkoba

Rabu, 1 Juli 2026 - 00:03 WIB

Tim LONTARA SMKN 3 Soppeng Menuju Nasional, Selamat dan Sukses!

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:26 WIB

Heboh! 5 Fakta Prabowo Beri Alat Drumben SDN Sukabumi

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:18 WIB

Terbaru! 5 Fakta SPMB Kota Bandung Jalur Domisili dan Mutasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:12 WIB

Wajib Cek! 5 Jadwal SPMB Banten Jalur Prestasi Akademik

Berita Terbaru