Redaksiku.com – Ragam berita ekonomi nasional menjadi pusat perhatian publik pada Selasa, 4 November 2025.
Isu-isu mengenai bantuan sosial, kenaikan gaji aparatur negara, hingga kebijakan ekspor menjadi topik yang paling banyak dibaca di redaksiku.com.
Berikut rangkuman lima berita ekonomi terpopuler yang mencerminkan dinamika kebijakan pemerintah serta kondisi ekonomi Indonesia menjelang akhir tahun 2025.
1. Penerima dan Syarat Terbaru BSU BPJS Ketenagakerjaan November 2025
Kabar gembira datang bagi para pekerja berpenghasilan rendah. Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp600 ribu melalui BPJS Ketenagakerjaan. Program ini menjadi bentuk dukungan konkret pemerintah terhadap tenaga kerja yang terdampak fluktuasi ekonomi nasional dan kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang akhir tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program BSU 2025 ini menyasar pekerja aktif peserta BPJS Ketenagakerjaan yang memenuhi sejumlah kriteria, antara lain:
-
Memiliki gaji atau upah di bawah Rp5 juta per bulan;
-
Aktif terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hingga Oktober 2025;
-
Tidak sedang menerima bantuan serupa dari program lain, seperti PKH atau Kartu Prakerja;
-
Bekerja di sektor formal yang terdaftar resmi di perusahaan dengan kepesertaan aktif.
Pemerintah menegaskan, penyaluran BSU kali ini akan dilakukan secara bertahap langsung ke rekening penerima manfaat melalui bank penyalur Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).
Tujuan dari bantuan ini bukan sekadar menopang daya beli, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga pekerja sektor formal, di tengah tekanan inflasi yang masih bertahan di kisaran 3,2 persen (yoy) pada Oktober 2025.
Kementerian Ketenagakerjaan menyebut, total penerima BSU 2025 mencapai lebih dari 8 juta pekerja di seluruh Indonesia, dengan anggaran yang dialokasikan mencapai Rp4,8 triliun.
2. BLT Rp900 Ribu Cair Mulai November, Berikut Panduannya
Selain BSU, pemerintah juga melanjutkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Melalui Kementerian Sosial (Kemensos), pemerintah mulai menyalurkan BLT senilai total Rp900 ribu kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
BLT ini akan dibayarkan secara bertahap pada November hingga Desember 2025, dengan masing-masing keluarga menerima Rp300 ribu per bulan.
Penyaluran dilakukan melalui rekening Bank Himbara, kantor pos, serta e-wallet mitra resmi pemerintah.
Tujuan utama BLT ini adalah untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akibat kenaikan harga bahan pokok dan energi.
Menteri Sosial Tri Rismaharini menjelaskan, Kemensos akan memperketat sistem verifikasi data agar penyaluran tepat sasaran.
Kami ingin memastikan bahwa bantuan ini diterima oleh mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama masyarakat miskin ekstrem dan pekerja informal, ujarnya.

3. Benarkah Gaji PNS Naik di 2025? Ini Faktanya
Kabar kenaikan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari pembaca. Pemerintah telah mengonfirmasi kenaikan gaji PNS, PPPK, TNI, Polri, dan pejabat negara melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025.
Kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi sistem penggajian nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan aparatur negara sekaligus menjaga daya saing profesi ASN di sektor publik.
Dalam aturan tersebut, kenaikan gaji ASN ditetapkan rata-rata sebesar 8 persen, sedangkan pensiunan menerima penyesuaian manfaat sebesar 12 persen.
Kenaikan ini mulai berlaku efektif sejak Januari 2025 dan sudah diakomodasi dalam APBN 2025.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Haryono Budi Santoso, menyebut kebijakan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap ASN yang telah mendukung transisi pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
ASN diharapkan tetap profesional, netral, dan berorientasi pada pelayanan publik. Kenaikan gaji ini juga diharapkan meningkatkan motivasi kerja dan efisiensi birokrasi, ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga tengah meninjau skema tunjangan kinerja berbasis kinerja digital yang akan mulai diuji coba di beberapa kementerian pada 2026.
4. BTN Kucurkan Rp13,82 Triliun untuk Rumah Subsidi
Berita positif datang dari sektor perumahan nasional. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengumumkan telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp13,82 triliun untuk program rumah subsidi sepanjang 2025.
Langkah ini menjadi wujud dukungan BTN terhadap program pemerintah dalam peningkatan akses kepemilikan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen BTN sebagai bank pembiayaan perumahan nasional.
Sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, kami berupaya menjadi mitra strategis pemerintah untuk pemerataan ekonomi melalui sektor perumahan, katanya.
BTN mencatat, sebanyak 120 ribu unit rumah subsidi telah berhasil dibiayai melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP selama 2025.
Program ini juga mendorong pertumbuhan sektor konstruksi dan membuka lebih dari 200 ribu lapangan kerja baru secara nasional.
Selain itu, BTN tengah memperluas digitalisasi layanan kredit perumahan agar proses pengajuan KPR menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






