Acha Bayar Biaya Perkara Sendiri
Selain itu, dalam keputusan pengadilan juga disebutkan bahwa Acha sebagai pihak penggugat dibebankan untuk membayar biaya perkara sebesar Rp2.358.000. Jumlah ini tergolong standar untuk proses hukum di Pengadilan Agama.
Tanda-Tanda Perceraian Sudah Terlihat Sejak Awal 2025
Sebelum kabar perceraian ini muncul ke publik secara resmi, sebenarnya sudah ada beberapa tanda yang mencuri perhatian netizen. Salah satunya adalah saat Acha menggunakan tagar #coparenting dalam salah satu unggahannya di Instagram.
Bagi yang belum tahu, co-parenting adalah bentuk kerja sama antara dua orang tua yang sudah berpisah tapi tetap kompak dalam mengasuh anak. Istilah ini biasanya digunakan oleh pasangan yang sudah bercerai tapi tetap punya komitmen yang kuat untuk membesarkan anak bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak yang mulai curiga dari situ, apalagi Acha sudah jarang mengunggah momen bersama Vicky di media sosialnya.
Kisah Cinta yang Berawal Indah, Tapi Berakhir Pilu
Acha Septriasa dan Vicky Kharisma menikah pada 12 November 2016. Akad nikah mereka digelar secara sederhana namun elegan di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat. Setelah itu, pasangan ini memilih untuk menetap di Sydney, Australia.
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang lahir pada 21 September 2017. Keluarga kecil ini sempat jadi inspirasi bagi banyak orang karena dianggap sebagai pasangan yang adem ayem dan jauh dari gosip.
Namun, nyatanya tidak semua yang tampak harmonis di luar sana benar-benar baik-baik saja di dalam. Selama hampir empat tahun terakhir, hubungan mereka rupanya sedang berada di ujung tanduk hingga akhirnya resmi berakhir.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Kasus Ini?
Perceraian memang bukan hal yang mudah, apalagi kalau sudah ada anak dalam pernikahan tersebut. Tapi, keputusan Acha Septriasa untuk mengakhiri pernikahannya bisa jadi bentuk keberanian dalam memilih kebahagiaan dan ketenangan hidup.
Banyak pasangan yang bertahan dalam hubungan yang tidak sehat hanya karena takut dengan stigma atau karena anak. Tapi melalui co-parenting, orang tua tetap bisa memberikan yang terbaik buat anak meskipun tidak lagi bersama secara pernikahan.
Langkah Acha ini juga bisa jadi refleksi buat banyak orang, bahwa hubungan rumah tangga harus dibangun dengan komunikasi, saling menghargai, dan kemauan untuk menyelesaikan masalah bersama. Ketika semua itu sudah tidak ada, mungkin jalan pisah adalah pilihan terbaik, asal tetap menjaga komitmen sebagai orang tua.
Halaman : 1 2







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.