Sri Mulyani resmi berpamitan dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada Selasa 9 September 2025 dengan suasana penuh haru.
Dalam pidato perpisahannya, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan dan kolega yang selama ini mendukungnya.
Ia memohon maaf atas segala kekurangan yang mungkin terjadi selama masa kepemimpinannya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Ia juga berpesan kepada para penerus agar tetap menjaga dedikasi, integritas, dan semangat dalam mengelola keuangan negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesan sederhana itu menjadi penutup perjalanan panjangnya sebagai salah satu tokoh ekonomi paling berpengaruh di Indonesia.
Momen perpisahan ini bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan refleksi atas perjalanan panjang penuh pencapaian dan tantangan.
Banyak pihak menilai pengabdiannya selama bertahun-tahun telah membawa Indonesia melewati periode sulit dengan langkah yang tegas.
Kiprah Panjang Sri Mulyani dalam Pemerintahan

Karier Sri Mulyani di kabinet dimulai sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika ia dipercaya menjadi Menteri Keuangan.
Pada periode itu, Sri Mulyani dikenal sebagai reformis tegas yang berani membersihkan birokrasi pajak dan bea cukai.
Ia juga berperan besar dalam membawa Indonesia bertahan dari dampak krisis keuangan global 2008 dengan strategi fiskal hati-hati.
Kebijakan reformasi fiskal yang dijalankannya memperkuat kepercayaan internasional terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
Keberaniannya melawan korupsi membuatnya menjadi figur yang dihormati baik di dalam negeri maupun di dunia internasional.
Setelah meninggalkan kabinet, Sri Mulyani kemudian dipercaya menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia dengan reputasi global yang tinggi.
Pengalamannya di lembaga internasional itu memperluas wawasan dan memperkuat kredibilitasnya sebagai ekonom kelas dunia.
Pada 2016, Sri Mulyani kembali ke kabinet Presiden Joko Widodo dan menakhodai Kementerian Keuangan hingga akhir masa tugasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






