Redaksiku.com – Kasus yang menjerat Ayu Puspita, pemilik salah satu Wedding Organizer di Jakarta, kembali memanas setelah korban WO Ayu Puspita berbondong-bondong mendatangi kediamannya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Kerumunan besar ini viral di media sosial dan mencuri perhatian publik karena jumlah korban disebut mencapai ratusan pasangan.
Dalam video yang tersebar, para korban terlihat memadati area perumahan cluster modern tempat Ayu tinggal, sambil menuntut kejelasan mengenai dana acara pernikahan mereka yang tak kunjung terealisasi.
Rumah mewah tersebut menjadi sorotan karena diduga dibeli menggunakan uang klien yang seharusnya dialokasikan untuk penyelenggaraan resepsi.
Kasus ini menjadi besar karena total kerugian korban WO Ayu Puspita disebut telah mencapai Rp1516 miliar, menjadikannya salah satu skandal penipuan Wedding Organizer terbesar yang pernah terjadi di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gelombang Korban Datangi Rumah Mewah Sang Pemilik WO
Aksi korban WO Ayu Puspita berlangsung pada Minggu (11/8/2025) pagi. Mereka datang untuk meminta pertanggungjawaban setelah mengetahui Ayu tinggal di rumah mewah yang baru dihuni beberapa bulan. Para korban terkejut melihat kemegahan hunian tersebut dua lantai tinggi, fasad putih, dan pilar besar bergaya modern elegan.
Banyak yang menduga uang mereka menguap sebagai bagian dari pembayaran uang muka rumah tersebut. Ungkapan kekesalan pun bermunculan. Salah satu korban, Jumiy, membagikan videonya di media sosial sambil mengatakan bahwa rumah itu gede banget coy, memicu reaksi viral.
Kerumunan massa membuat suasana tegang. Namun mereka tetap menuntut penjelasan mengenai dana acara yang tidak kunjung dilaksanakan.
Pengakuan Mengejutkan: Dana Klien Dipakai untuk Rumah
Kecurigaan korban WO Ayu Puspita terbukti benar setelah Ayu memberikan klarifikasi di hadapan publik. Ia mengakui bahwa sebagian dana klien memang ia gunakan untuk membayar uang muka rumah.
Ayu menjelaskan sistem keuangan WO nya selama ini kacau. Dana dari klien baru digunakan untuk menutup kekurangan event lama skema gali lubang tutup lubang yang akhirnya runtuh ketika jumlah klien bertambah banyak.
Pengakuan ini memicu gelombang amarah di media sosial. Banyak orang tidak menyangka bisnis yang seharusnya berorientasi layanan justru dikelola tanpa sistem, hingga merugikan ratusan pasangan.
Ratusan Korban Kerugian Mencapai Rp16 Miliar
Jumlah korban WO Ayu Puspita terus bertambah. Diperkirakan ada lebih dari 230 pasangan yang terdampak, baik yang sudah mengadakan acara maupun yang gagal menikah karena vendor tidak hadir.
Kerugian total disebut mencapai Rp1516 miliar, angka yang membuat publik terkejut. Uang tersebut mencakup biaya catering, dekorasi, gaun pengantin, dokumentasi, dan layanan lain yang seharusnya disediakan WO.
Kasus ini langsung menjadi sorotan nasional karena skala penipuan yang begitu besar di industri pernikahan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.