Respons AS terhadap Serangan Israel di Rafah: Kebijakan Biden Tetap Teguh Meski Insiden Mematikan

- Penulis

Rabu, 29 Mei 2024 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Respons AS terhadap Serangan Israel di Rafah: Kebijakan Biden Tetap Teguh Meski Insiden Mematikan

Redaksiku.com, JAKARTA – Meskipun terjadi serangan mematikan di kamp pengungsi Rafah akhir pekan lalu yang menewaskan 45 orang, Presiden Amerika Serikat Joe Biden tetap berpegang pada kebijakan pro-Israelnya.

Washington, melalui pernyataan Dewan Keamanan Nasional oleh juru bicara John Kirby, tidak menganggap tindakan Israel di Rafah sebagai operasi militer skala penuh yang melanggar “garis merah” Biden.

Kirby menyatakan dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Rabu (29/5/2024), “Tidak ada perubahan kebijakan yang akan dibahas sebagai hasil dari serangan hari Minggu ini. Israel akan menyelidiki kejadian tersebut.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika ditanya tentang dampak kematian massal yang mungkin mengubah pandangan Biden tentang konflik tersebut, Kirby menegaskan, “Kita tidak bisa mengabaikan masalah ini.”

Biden sebelumnya menegaskan bahwa dia tidak akan mendukung serangan militer besar-besaran Israel di Rafah, wilayah yang dihuni oleh satu juta warga sipil.

Sebelumnya, Biden juga menghentikan pengiriman bom berat ke Israel karena kekhawatiran bahwa senjata tersebut dapat digunakan untuk menyerang kota Gaza selatan, seperti dilaporkan oleh CNBC Indonesia.

Berbagai laporan menyebutkan bahwa tank-tank Israel ditempatkan di pusat Rafah pada Selasa, setelah pertempuran sengit antara pasukan Israel dan militan Palestina dalam beberapa pekan terakhir.

Meski demikian, Kirby menekankan bahwa belum ada keputusan presiden tentang definisi serangan militer besar-besaran di Rafah. “Belum ada bukti bahwa mereka menghancurkan Rafah,” tambahnya.

“Tidak ada bukti bahwa mereka melakukan invasi dengan pasukan besar, menggunakan formasi terkoordinasi untuk menyerang berbagai target.”

Sebelumnya, Pentagon menyatakan bahwa mereka percaya serangan Israel di Rafah memiliki cakupan terbatas. Wakil Sekretaris Pers Pentagon, Sabrina Singh, mengatakan bahwa pemerintah AS akan menunggu hasil penyelidikan dari militer Israel sebelum memberikan komentar lebih lanjut.

“Kami menganggap serius apa yang terjadi pada akhir pekan ini. Kami telah melihat gambar-gambarnya. Sungguh mengerikan,” tambah Singh.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, menyatakan bahwa hasil penyelidikan awal oleh Israel menunjukkan bahwa serangan tersebut dilakukan dengan menggunakan “senjata terkecil yang tersedia di gudang senjata mereka.”

srael menyebut kejadian tersebut sebagai “kecelakaan tragis” dan mengklaim bahwa senjata yang mereka gunakan tidak mampu menyebabkan kebakaran mematikan tersebut. Mereka juga menambahkan bahwa target serangan tersebut adalah dua militan senior Hamas.

Pemerintah AS juga menegaskan bahwa mereka tidak mendukung seruan dari Partai Republik di Kongres untuk memberlakukan sanksi terhadap Pengadilan Pidana Internasional (ICC) setelah jaksa penuntut meminta surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Kami tidak yakin bahwa sanksi terhadap ICC akan efektif dalam hal ini,” kata Kirby, meskipun ia menambahkan bahwa Amerika Serikat masih tidak percaya bahwa pengadilan kejahatan perang memiliki yurisdiksi.

Di sisi lain, Pentagon mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan pengiriman bantuan ke Jalur Gaza melalui laut setelah dermaga sementara mengalami kerusakan akibat cuaca buruk. Keputusan ini diambil mengingat kondisi yang semakin kompleks di wilayah tersebut.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangkalan Militer Jadi Sorotan Saat AS Perkuat Hubungan Pertahanan dengan ASEAN
Tak Mau Warga Cemas, Kapolres Barru Cek Ketersediaan Air
Polres Barru Siaga Karhutla, Kapolres Minta Patroli Diperkuat
Jalan Kena ‘Palang’ Pohon, Polisi Pujananting Langsung Gercep!
Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya
Inflasi Pabrik China Turun Tajam, Efek Lonjakan Harga Minyak Mulai Mereda
Trump Kembali Incar Lisa Cook, Gubernur The Fed Diberi 21 Hari Sebelum Terancam Dipecat
India Ramai-ramai Jual Saham BUMN, Target Raup Rp126 Triliun demi Jaga Defisit
Tag :

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Pangkalan Militer Jadi Sorotan Saat AS Perkuat Hubungan Pertahanan dengan ASEAN

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Tak Mau Warga Cemas, Kapolres Barru Cek Ketersediaan Air

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Polres Barru Siaga Karhutla, Kapolres Minta Patroli Diperkuat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Jalan Kena ‘Palang’ Pohon, Polisi Pujananting Langsung Gercep!

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:49 WIB

Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya

Berita Terbaru

Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Pendidikan

5 Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:50 WIB

Siapa Maya Boyd? Bintang Broadway yang Kini Jadi Sorotan

Hiburan

Siapa Maya Boyd? Bintang Broadway yang Kini Jadi Sorotan

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:34 WIB