Proyek Raksasa Monumen Reog dan Museum Peradaban di Ponorogo Bakal Salip GWK, Anggaran Tembus Rp88,8 Miliar

- Penulis

Minggu, 15 Juni 2025 - 19:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban menelan anggaran besar, dirancang sebagai patung tertinggi melebihi GWK. (Foto: angkapan Layar Instagram @ponorogosummit)

Proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban menelan anggaran besar, dirancang sebagai patung tertinggi melebihi GWK. (Foto: angkapan Layar Instagram @ponorogosummit)

Proyek monumental sedang dibangun di Ponorogo dan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Jawa Timur. Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) digadang-gadang akan menjadi ikon budaya baru yang tak kalah megah dibandingkan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.

Ambisi besar ini tentu disertai dengan konsekuensi yang tak ringan, terutama dari sisi anggaran.

Tak tanggung-tanggung, total dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ini mencapai Rp 88,8 miliar.

Meski demikian, Pemkab Ponorogo menegaskan bahwa MRMP bukan proyek sembarangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia bukan hanya akan berdiri sebagai patung tertinggi, tetapi juga sebagai pusat peradaban dan budaya khas Ponorogo yang diharapkan berdampak langsung pada sektor ekonomi masyarakat.

Anggaran Fantastis Proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban Ditopang Skema Pembiayaan Alternatif

Proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban menelan anggaran besar, dirancang sebagai patung tertinggi melebihi GWK. (Foto: angkapan Layar Instagram @ponorogosummit)
Proyek Raksasa Monumen Reog dan Museum Peradaban di Ponorogo Bakal Salip GWK, Anggaran Tembus Rp88,8 Miliar

Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 20252029, Pemkab Ponorogo memasukkan proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban dalam program pembinaan sejarah dan kebudayaan daerah.

Bupati Sugiri Sancoko, atau akrab disapa Kang Giri, menyatakan bahwa pembangunan MRMP memang membutuhkan anggaran besar. Namun, Pemkab tidak akan mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sepenuhnya.

Sejak awal, kami sudah membuka kemungkinan pembiayaan alternatif, seperti kerjasama dengan pihak ketiga. Hal ini demi memastikan proyek MRMP tetap berjalan tanpa membebani fiskal daerah secara berlebihan, ujar Kang Giri.

Anggaran Rp 88,8 miliar tersebut digunakan untuk membiayai berbagai elemen utama pembangunan.

Selain patung raksasa dadak merak sebagai simbol utama Reog, dana tersebut juga dialokasikan untuk membangun museum sejarah, gardu pandang, lift, galeri edukasi, serta lokasi konservasi merak yang menjadi maskot budaya Ponorogo.

Proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban ini juga disiapkan sebagai sarana edukasi dan pusat riset budaya lokal.

Diharapkan, kehadiran museum tersebut dapat menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai budaya lokal yang selama ini belum terarsipkan secara serius.

Progres Terbaru Pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban Capai Struktur Utama

Lokasi pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban berada di Desa Sampung, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo.

Kawasan ini dipilih karena memiliki lanskap perbukitan yang ideal untuk bangunan berskala besar serta berada dekat dengan jalur wisata lokal.

Hingga pertengahan tahun 2025, total anggaran yang telah dikucurkan untuk pembangunan MRMP mencapai Rp 73,87 miliar.

Dana tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Ponorogo dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Saat ini, struktur utama dari monumen, yakni patung dadak merak, telah mencapai tahap akhir pembangunan.

Patung tersebut diklaim akan melampaui tinggi patung GWK di Bali yang selama ini menjadi ikon patung tertinggi di Indonesia.

Konstruksi monumen tersebut dirancang dengan teknologi tinggi, termasuk sistem fondasi anti gempa dan material tahan cuaca ekstrem.

Pemkab bahkan menggandeng tim arsitek dari berbagai kota untuk memastikan desainnya merepresentasikan karakter Reog yang megah, tegas, dan penuh filosofi.

Selain sebagai tempat wisata, Monumen Reog dan Museum Peradaban juga akan dilengkapi dengan ruang multimedia interaktif, sehingga pengunjung tidak hanya melihat tetapi juga bisa merasakan sejarah dan narasi budaya Reog secara menyeluruh.

Monumen Reog dan Museum Peradaban Ditargetkan Dorong Ekonomi Kawasan Wisata Baru

Pemkab Ponorogo tidak hanya membangun Monumen Reog dan Museum Peradaban sebagai landmark budaya, tapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Dengan rampungnya pembangunan, pemerintah berharap kawasan Sampung menjadi destinasi wisata nasional, bahkan internasional.

Bupati Kang Giri menegaskan bahwa keberadaan MRMP akan membuka peluang besar bagi pelaku UMKM, pengrajin, dan pelaku seni tradisional Ponorogo untuk berkembang.

Ketika kawasan ini dibuka untuk umum, ekonomi di sekitarnya pasti ikut bergerak. Akan ada dampak langsung untuk masyarakat, katanya.

Pemerintah juga menyiapkan program pendampingan masyarakat untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang muncul.

Mulai dari pelatihan pariwisata, promosi digital, hingga pengembangan desa wisata akan dilakukan secara paralel.

Tak hanya itu, MRMP diprediksi mampu menyerap ribuan tenaga kerja baru dari sektor konstruksi, logistik, kuliner, hingga pemandu wisata. Hal ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing daerah Ponorogo di sektor pariwisata budaya.

Monumen Reog dan Museum Peradaban Jadi Kebanggaan Budaya dan Simbol Kemajuan Ponorogo

Pembangunan Monumen Reog dan Museum Peradaban bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol komitmen Pemkab Ponorogo untuk merawat dan mengangkat kembali kejayaan budaya lokal.

Di tengah gempuran budaya asing, kehadiran MRMP menjadi ruang penting untuk kembali menyuarakan identitas bangsa.

Meskipun anggarannya besar, proyek ini dirancang untuk memberi dampak jangka panjang.

Dari sisi pelestarian budaya, edukasi sejarah, hingga penguatan ekonomi lokal, MRMP menjadi investasi berkelanjutan untuk masa depan Ponorogo.

Saat proyek ini rampung, Monumen Reog dan Museum Peradaban akan berdiri bukan hanya sebagai patung tertinggi, tetapi sebagai pusat peradaban Reog yang mampu berbicara pada dunia.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapan Maulid Nabi 2026? Catat Tanggal Pentingnya, Lengkap dengan Kalender Rabiul Awal
Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya
Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya
Choosing the Right Access Equipment for Construction and Industrial Work in Singapore
Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Website perusahaan bisa menjaga nilai reputasi garap dengan lebih serius
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Kapan Maulid Nabi 2026? Catat Tanggal Pentingnya, Lengkap dengan Kalender Rabiul Awal

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Website perusahaan bisa menjaga nilai reputasi garap dengan lebih serius

Berita Terbaru

Polres Barru Edukasi Siswa SMKN 1 soal AI, Waspada Konten Palsu

Pendidikan

Polisi Ungkap Bahaya AI, Siswa SMKN 1 Barru Diingatkan

Kamis, 20 Agu 2026 - 06:59 WIB

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB