Profil Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM yang Kini Tuai Kontroversi Akibat Kebijakan LPG 3 Kg yang Dinilai Menyusahkan Masyarakat

- Penulis

Selasa, 4 Februari 2025 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Profil Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (Foto: Instagram/bahlilahadalia)

Profil Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (Foto: Instagram/bahlilahadalia)

Bahlil Lahadalia saat ini menjadi salah satu tokoh yang banyak dibicarakan. Kebijakannya terkait LPG 3 Kg mengundang berbagai reaksi, baik dukungan maupun kritik.

Namun, jauh sebelum dikenal sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil adalah seorang pengusaha yang membangun bisnisnya dari nol.

Latar belakangnya yang penuh perjuangan membuatnya memiliki perspektif unik dalam mengambil kebijakan.

Profil Bahlil Lahadalia: Dari Pedagang Kecil ke Menteri ESDM

Profil Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (Foto: Instagram/bahlilahadalia)
Profil Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM yang Kini Tuai Kontroversi Akibat Kebijakan LPG 3 Kg yang Dinilai Menyusahkan Masyarakat

Bahlil Lahadalia lahir pada 7 Agustus 1976 di Banda, Maluku. Ia berasal dari keluarga sederhana dan sejak kecil sudah terbiasa bekerja keras.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ayahnya adalah seorang buruh bangunan, sementara ibunya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuatnya harus mencari uang sendiri sejak kecil.

Saat masih bersekolah, Bahlil Lahadalia sudah mulai bekerja sebagai penjual kue. Ia juga pernah menjadi kondektur angkot di Papua.

Kehidupan yang penuh tantangan ini tidak membuatnya patah semangat. Justru, ia semakin termotivasi untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Fakfak, Papua Barat, ia melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay, Jayapura.

Perjalanan Karier: Dari Pengusaha ke Pejabat Negara

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Bahlil Lahadalia mulai merintis karier di dunia bisnis. Ia mendirikan perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, termasuk konstruksi, perkebunan, dan pertambangan.

Salah satu bisnisnya yang berkembang pesat adalah PT Rifa Capital, sebuah perusahaan investasi yang menaungi beberapa bisnis strategis di Indonesia.

Keberhasilannya di dunia usaha membawanya ke posisi penting di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).

Pada 2015, ia terpilih sebagai Ketua Umum HIPMI. Di organisasi ini, Bahlil Lahadalia aktif mendorong pengusaha muda untuk berkembang dan bersaing di dunia bisnis.

Keaktifannya di HIPMI dan rekam jejaknya di dunia usaha membuat Presiden Joko Widodo meliriknya untuk bergabung dalam pemerintahan.

Pada 2019, ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yang kemudian berkembang menjadi Kementerian Investasi.

Di bawah kepemimpinannya, investasi di Indonesia terus meningkat, terutama dari sektor industri manufaktur dan energi terbarukan.

Keberhasilannya di bidang investasi membawanya diangkat menjadi Menteri Investasi Indonesia di era Presiden Joko Widodo pada 2021 hingga 2024.

Di posisi ini, ia memegang kendali atas sektor investasi, yang sangat krusial bagi perekonomian Indonesia.

Namun, pada 2024, dalam era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Bahlil Lahadalia dilantik sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam posisi ini, ia memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola sumber daya energi Indonesia, mulai dari gas hingga energi terbarukan.

Kebijakan-kebijakan yang ia buat di kementerian ini terus mendapat perhatian luas, terutama kebijakannya terkait LPG 3 Kg yang mengundang kontroversi.

Kebijakan LPG 3 Kg dan Kontroversi yang Mengiringinya

Sebagai Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengambil kebijakan baru terkait distribusi LPG 3 Kg. Pemerintah melarang pengecer menjual LPG 3 Kg secara bebas dan mengharuskan pembelian dilakukan melalui pangkalan resmi. Langkah ini bertujuan agar subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Namun, kebijakan ini menuai banyak kritik. Banyak masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG 3 Kg, terutama di daerah yang minim pangkalan resmi. Para pengecer yang selama ini menjadi perantara juga merasa dirugikan karena tidak bisa lagi menjual gas bersubsidi secara leluasa.

Beberapa pakar ekonomi menilai kebijakan ini tidak mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Banyak usaha kecil yang bergantung pada LPG 3 Kg untuk operasionalnya. Jika distribusi diperketat tanpa solusi yang jelas, dampaknya bisa menyulitkan sektor usaha mikro.

Sikap Bahlil Lahadalia terhadap Kritik dan Solusi yang Ditawarkan

Menanggapi kritik tersebut, Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa kebijakan ini dibuat untuk menghindari penyelewengan distribusi LPG 3 Kg.

Ia menegaskan bahwa subsidi gas harus benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak, bukan oleh pihak yang menyalahgunakannya untuk keuntungan pribadi.

Sebagai solusi, ia berjanji akan memperbaiki sistem distribusi dengan menambah jumlah pangkalan resmi di berbagai daerah.

Selain itu, pemerintah juga akan memperkenalkan sistem pendataan digital agar masyarakat yang berhak bisa mendapatkan LPG 3 Kg dengan lebih mudah.

Meski menuai kritik, Bahlil Lahadalia tetap berpegang pada prinsipnya bahwa subsidi harus diberikan secara adil dan tidak boleh disalahgunakan.

Keputusan ini tentu akan terus menjadi perbincangan hingga kebijakan tersebut benar-benar berjalan efektif di lapangan.

Perjalanan hidup Bahlil Lahadalia yang dimulai dari keluarga sederhana hingga menjadi seorang Menteri ESDM, merupakan contoh nyata dari kegigihan dan kerja keras.

Kebijakan-kebijakan yang ia keluarkan, termasuk yang terkait dengan LPG 3 Kg, mencerminkan tekadnya untuk menciptakan perubahan positif bagi bangsa ini.

Meskipun ada pro dan kontra, Bahlil Lahadalia tetap berdiri teguh pada prinsipnya untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Indonesia. (*)

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyek Mandek, Utang Warung Ikut Nyangkut. Ada-Ada Saja!
Siapa GRIB Jaya? Organisasi Hercules yang Disorot Setelah Kasus Kericuhan Jakarta
Baru Diresmikan, Jembatan Pongpet Pangandaran Rusak Saat Bupati dan Warga Melintas
Bupati Pangandaran Citra Pitriyami Jadi Sorotan, Ini Fokus Program dan Tantangan Daerah
Kericuhan Pascademo Tewaskan Warga, Yusril Desak Polisi Ungkap Pelaku Penganiayaan
Mutasi Polri Terbaru Hari Ini, Sejumlah Perwira Dipindahkan untuk Penyegaran Organisasi
Cara Cek Bansos Online Terbaru, Apakah Nama Anda Terdaftar sebagai Penerima?
LRT Kelapa Gading Manggarai Resmi Disiapkan, Cek Rute, Tarif, dan Jam Operasionalnya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 09:05 WIB

Proyek Mandek, Utang Warung Ikut Nyangkut. Ada-Ada Saja!

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Siapa GRIB Jaya? Organisasi Hercules yang Disorot Setelah Kasus Kericuhan Jakarta

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Baru Diresmikan, Jembatan Pongpet Pangandaran Rusak Saat Bupati dan Warga Melintas

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami Jadi Sorotan, Ini Fokus Program dan Tantangan Daerah

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:58 WIB

Kericuhan Pascademo Tewaskan Warga, Yusril Desak Polisi Ungkap Pelaku Penganiayaan

Berita Terbaru

Foto : redaksiku.com. Debu menyelimuti Jalan Doi-Doi–Wanawaru–Barang hingga warga harus menyiramnya setiap hari.

Viral

Proyek Mandek, Utang Warung Ikut Nyangkut. Ada-Ada Saja!

Selasa, 1 Sep 2026 - 09:05 WIB

Foto: AKP Herman menyampaikan pesan kepada siswa SMKN 1 Barru.

Pendidikan

Polisi Masuk Sekolah, Siswa SMKN 1 Barru Dapat Pesan Ini

Selasa, 1 Sep 2026 - 08:54 WIB

Foto: AKP Herman bersama personel Satlantas memasang spanduk di Pancana.

Internasional

Pancana Rawan Laka, Satlantas Barru Pasang Spanduk

Selasa, 1 Sep 2026 - 08:48 WIB