Redaksiku.com – Kabar meninggalnya selebgram dan influencer muda Lula Lahfah mengejutkan publik.
Sosok yang dikenal aktif di media sosial itu ditemukan tak bernyawa di kamar apartemennya di kawasan Jakarta Selatan pada Jumat petang, 23 Januari 2026.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan orang terdekat, tetapi juga para penggemar yang selama ini mengikuti keseharian Lula melalui platform digital.
Di tengah gelombang ucapan belasungkawa, publik kembali menyoroti pengakuan Lula mengenai kondisi kesehatannya yang sempat ia sampaikan beberapa waktu sebelum wafat. Pengakuan tersebut kini menjadi perhatian, seiring upaya pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian Lula Lahfah secara medis dan ilmiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengakuan Lula Soal Penyakit yang Diderita
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Lula Lahfah diketahui sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit pada akhir 2025. Pengalaman tersebut bahkan membuatnya harus melewati malam pergantian tahun dalam kondisi dirawat. Informasi mengenai penyakit yang ia alami pertama kali terungkap secara terbuka melalui interaksi Lula dengan para pengikutnya di media sosial.
Pada 2 Januari 2026, salah satu penggemar menanyakan kondisi kesehatannya melalui kolom komentar di akun TikTok milik Lula. Pertanyaan sederhana itu dijawab Lula dengan jujur dan apa adanya.
Borongan, ISK, usus bengkak radang, batu ginjal, gerd, tulis Lula dalam balasan komentarnya.
Pernyataan tersebut sontak menarik perhatian publik, mengingat sejumlah penyakit yang disebutkan bukanlah kondisi ringan. Infeksi saluran kemih (ISK), peradangan pada usus, batu ginjal, hingga gangguan asam lambung atau GERD, merupakan penyakit yang dapat memengaruhi kualitas hidup apabila terjadi bersamaan dan tidak ditangani dengan optimal.
Sempat Dirawat, Lalu Menjalani Rawat Jalan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lula menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar satu pekan pada penghujung tahun 2025. Kondisi kesehatannya kala itu cukup serius hingga mengharuskannya berada di bawah pengawasan medis.
Namun memasuki awal Januari 2026, Lula dinyatakan diperbolehkan pulang dan melanjutkan perawatan secara rawat jalan. Ia diketahui menjalani pemulihan di kediamannya, sebuah unit apartemen di Jakarta Selatan. Aktivitasnya di media sosial pun perlahan kembali terlihat, memberi kesan bahwa kondisinya mulai membaik.
Pada 14 Januari 2026, Lula bahkan sempat mengunggah momen liburan singkat ke tepi pantai bersama sejumlah sahabat. Unggahan tersebut memperlihatkan Lula tampak ceria dan menikmati waktu bersama orang-orang terdekatnya.
Tak hanya itu, sehari sebelum ditemukan meninggal dunia, tepatnya pada 22 Januari 2026, Lula juga terlihat dalam kondisi cukup baik saat membuat konten video bersama kekasihnya, musisi Reza Oktavian atau yang dikenal sebagai Reza Arap. Video tersebut kemudian menjadi salah satu unggahan terakhir Lula yang beredar luas di media sosial.

Ditemukan Meninggal di Kamar Apartemen
Tragedi itu terjadi pada Jumat malam, 23 Januari 2026. Lula ditemukan tak bernyawa di kamarnya setelah asisten rumah tangga yang bekerja di apartemen tersebut merasa khawatir. Ketukan berulang kali di pintu kamar Lula tidak mendapatkan respons, sehingga petugas keamanan akhirnya melakukan pengecekan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa Lula ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan tubuhnya telah mengalami kekakuan.
Korban ditemukan sudah meninggal dan dalam kondisi kaku. Ditemukan sendirian oleh petugas keamanan, ujar Budi kepada wartawan.
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan pihak keluarga.
Polisi Minta Publik Tidak Berspekulasi
Seiring ramainya pemberitaan dan perbincangan di media sosial, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian Lula Lahfah. Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa hingga kini penyelidikan masih berlangsung dan belum ada kesimpulan resmi.
Menurutnya, satu-satunya cara untuk memastikan penyebab kematian adalah melalui proses autopsi yang dilakukan secara ilmiah dan profesional.
Untuk memastikan penyebab kematian harus dilakukan autopsi secara saintifik, tegas Budi.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar publik tidak menarik kesimpulan prematur, terlebih mengaitkan kematian Lula dengan rumor yang belum terverifikasi.
Reza Arap Batalkan Penampilan
Duka mendalam juga dirasakan oleh Reza Arap, kekasih Lula Lahfah. Pada malam yang sama dengan ditemukannya Lula meninggal dunia, Reza seharusnya tampil bersama grup musiknya, Weird Genius, dalam sebuah acara komersial.
Namun penampilan tersebut dibatalkan. Melalui akun Instagram resmi, Weird Genius menyampaikan pengumuman singkat terkait pembatalan tersebut.
Kami Weird Genius menginformasikan bahwa Weird Genius tidak dapat tampil pada acara OPPO malam ini dikarenakan kabar duka oleh satu member kami, tulis akun tersebut.
Unggahan itu langsung dibanjiri komentar dukacita dari warganet yang turut merasakan kehilangan atas kepergian Lula.
Riwayat Sakit Jadi Perhatian Publik
Fakta bahwa Lula Lahfah sempat mengidap beberapa penyakit sebelum meninggal dunia kini menjadi salah satu fokus perhatian publik. Meski demikian, pihak berwenang menegaskan bahwa riwayat sakit tersebut belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kematian tanpa hasil pemeriksaan medis yang sah.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam mengonsumsi informasi, khususnya yang beredar di media sosial. Proses hukum dan medis masih berjalan, dan hasil autopsi nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan sekaligus menutup ruang spekulasi yang berkembang.
Kepergian Lula Lahfah di usia muda menjadi kehilangan besar bagi dunia hiburan digital Indonesia. Sosoknya akan dikenang sebagai figur yang terbuka, jujur, dan dekat dengan penggemarnyatermasuk saat ia berani berbagi kondisi kesehatannya kepada publik.
Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber






