Novel : Petaka Sebuah Janji (Part 29)

- Penulis

Kamis, 21 November 2024 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ojo gumede, Yok! Alhamdulillah, semua Allah yang ngatur! nasehat Pakde.

Semua yang mendengar mengangguk membenarkan. Yayo terdiam, meski hati kecilnya masih merasa bangga. Dia sudah mulai mempunyai gambaran, apa yang sedang menimpa keluarganya.

Dimas Rangga, beritahu Bagas untuk membatalkan kepulangannya sampai semua selesai. Aku takut justru begitu dia melangkah masuk halaman, terkena sasaran. Kalian semua tau bagaimana kerikil itu ada, kan? pinta Pakde Narto. Rangga hanya mengangguk menyanggupi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekarang bagaimana langkah kita selanjutnya? tanya Pakde kepada Mpek An Cong.

Rencana saya, kita berangkat habis magrib. Sampai sana sebelum tengah malam, sebelum semua kekuatan dia kerahkan. Kelompok saya sejak kemarin melakukan pelacakan keberadaan dukun itu. Kita berangkat hari ini untuk mengatur strategi. Bagaimana menurut panjenengan?, jawab Mpek.

Bukankah sebaiknya kekuatannya dipecah? Maksud saya, Ratih tetap di sini, agar kekuatan orang itu terpecah untuk Toni dan Ratih? saran Rangga masih belum rela melepas Ratih tinggal di rumah itu.

Yang jadi masalah, tujuan perempuan itu menghancurkan Ratih, bukan Toni! Jika Ratih bersama Toni, mereka akan berpikir dua kali jika menginginkan Toni tidak terdampak, jelas Mpek.

Rasa rindu menyeruak di hati Ratih. Rindu bertemu suaminya. Pipinya semburat merah. Mendengar penjelasan Mpek An Cong, hatinya terusik. Meski jauh di lubuk hatinya masih ada rasa trauma untuk berdekatan dengan suami dan ibu mertuanya.

Tapi ¦, terdengar ada keraguan dalam ucapan Ratih.

Tapi, apa Nduk? Katakan saja sejujurnya, biar Pakde cari solusinya!

Ratih mengembuskan napas sedikit mengentak, untuk mengusir rasa takutnya.

Ratih nggak mau sendiri di sana, Pakde!

Mendengar perkataan Ratih, hati Mpek An Cong seperti diiris-iris. Orang tuanya mendorong untuk tinggal bersama suaminya. Berarti gadis itu tidak mengadu kepada ayah bundanya. Orang tua mana yang mau melepas anak gadisnya tinggal di rumah tempat putrinya tersiksa lahir batin, gumam lirih di hatinya. Wajah Mpek An Cong memerah karena malu. Dia hanya termenung diam, hatinya perih.

Bunda akan menemanimu, Sayang. Biar Ayah dan Mas Yayo yang jaga rumah, ditemani pak Kardi, kata Arum menenangkan. Mekaten to Pak Kardi? Leres to Pakde? lanjutnya sembari minta kejelasan kakak iparnya.

Setelah Ratih benar-benar setuju untuk tinggal di rumah mertuanya, maka diputuskan untuk berangkat setelah salat asar. Pakde Narto dan Mpek An Cong pamit untuk memulai persiapan menghadapi dukun sakti yang mengganggu kehidupan keluarga mereka.

Adi, saya nitip keluarga ipar saya. Wis monggo, aku pasrah bongko™an, pamit Pakde pada Pak Kardi.

Sumonggo Kangmas, kulo esto™aken. Insyaallah semua bisa berjalan lancar.

Aamiin ¦, jawab semua yang hadir.

Ratih, kamu istirahat, sana. Ndak usah takut, tapi jangan terlena. Ibadah yang baik, jangan lupa berdoa minta perlindungan yang Mahakuasa. Jangan lepas dari zikir dan tadarus. Kowe ugo, Yok! Ojo cengengesan wae! pesan Pakde.

Nggih Pakde, ngesto™aken. Doakan kami juga Pakde, Mpek, jawab Yayo sambil membungkuk hormat.

Setelah pamitan, keduanya langsung berangkat. Lawan yang akan mereka hadapi adalah dukun berilmu tinggi dari aliran sesat. Sebelum berangkat, keduanya mampir ke sebuah klenteng tempat berkumpul kelompok Mpek An Cong.

Di tempat lain, di tempat tinggal dukun sakti Jungsemi dan Erlika. Dari luar tampak biasa-biasa saja, namun di dalam rumah, sedang terjadi ketegangan. Aki Jungsemi, sedang marah-marah merasa tersinggung. Erlika telah membandingkannya dengan Nyai Bang Lor.

Kurang ajar! Beraninya kau membandingkan aku dengan nenek gila itu!

Kenyataan, Aki! Ini kenyataan. Sudah hampir empat malam, belum ada hasilnya. Katanya aku akan kau beri rapalan-rapalan untuk memikat mas Toni. Mana buktinya? Aki hanya minta dilayani! Setiap hari aku sampai tak sempat berpakaian. Makan juga cuma angetan! Aku lelah, Aki. Kau paksa terus untuk melayanimu!

Kata-kata Erlika seperti minyak yang menyiram bara kemarahan Aki Jungsemi. Dia langsung berdiri mendekati Erlika. Menarik rambutnya, lalu menyeretnya hingga sarung, yang dipakai sampai ke dadanya, melorot.

Dasar jalang kotor! serapahnya sambil melempar Erlika ke kasur.

Sarung yang melorot dan menyingkap memicu nafsu si dukun cabul dia merangsek minta dipuaskan. Erlika menolak, dia benar-benar lelah. Tamparan, pukulan membabi buta, membuat Erlika menjerit-jerit. Si Aki tidak peduli. Dia merudapaksa Erlika yang tak lagi bertenaga.

Setelah puas, Aki Jungsemi, kembali duduk di tempat dia melakukan ritual jahatnya. Erlika meringkuk menangis menyesali nasibnya. Kesadaran otak warasnya membuka mata hatinya. Dia menyesal telah mengikuti hawa nafsu yang menyesatkan.

Bagaimanapun brengseknya, Aki Jungsemi tetap menjaga gengsinya sebagai dukun sakti. Walaupun hatinya benar-benar tersinggung, dia harus menuntaskan janjinya. Dengan kesal dia membuka sebuah peti kayu kecil, lalu mengambil sesuatu dari dalamnya. Dia mendekati Erlika, menjambak dan menarik gadis itu hingga duduk. Dia mencengkram tengkuk dan menyodorkan benda-benda di tangannya, segenggam paku, jarum, silet dan benda-benda tajam kecil lain yang sudah berkarat.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru

Tabel Pinjaman KUR BRI 2026, Cicilan Rp5–500 Juta

Keuangan

Tabel Pinjaman KUR BRI 2026, Cicilan Rp5–500 Juta

Sabtu, 11 Jul 2026 - 12:17 WIB

Wasit Argentina vs Swiss Disorot, João Pinheiro Diuji

Olahraga

Wasit Argentina vs Swiss Disorot, João Pinheiro Diuji

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:30 WIB

Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan

Politik

Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:57 WIB

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Bencana

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:52 WIB

Norway vs Inggris: Haaland Tantang Pengalaman Three Lions

Olahraga

Norway vs Inggris: Haaland Tantang Pengalaman Three Lions

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:47 WIB