Novel : Choose Happiness (Part 8)

- Penulis

Jumat, 27 September 2024 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel : Choose Happiness (Part 8)

Bab. 8 Hari Pernikahan

Di jalan raya malam hari yang masih cukup ramai pengendara yang berlalu lalang, terlihat mobil Daren yang menjadi salah satu pengendara itu. Saat itu dirinya tengah mengantarkan Amora untuk pulang, tapi ternyata di sepanjang jalan Amora sudah tertidur karena sangat lelah menyiapkan baju untuk pernikahannya besok Minggu.

Setelah mengemudi kurang lebih 15 menit, Daren pun sampai di mansion keluarga Sapphire, “Ra, Amora bangun. Udah sampai rumah kamu” ucap Daren dengan lembut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendengar suara Daren membuat Amora terusik dan berakhir bangun dari tidurnya, “Emh, i-iyaa” Amora mengusap wajahnya dan melihat sekitar.

“Makasih udah anterin gue sampe rumah” ujar Amora dengan suara seraknya karena baru saja bangun tidur.

“Iya sama-sama” jawab Daren. Setelah itu Amora pun turun dari mobil Daren, dan Daren kembali menancap gas mobilnya untuk pergi dari halaman luas milik keluarga Sapphire.

Melihat Daren yang sudah pergi, Amora langsung membalikkan badan dan masuk ke dalam rumahnya. Sesekali dia menguap karena sudah sangat mengantuk dan sangat lelah dengan aktivitasnya seharian tadi.

Keesokan harinya Amora menjalani hari-harinya seperti biasanya, tapi yang semakin membuat Amora bingung, Marvell bukan semakin menjauhinya malah semakin mengejarnya.

Seperti hari ini, Marvell tiba-tiba menghampiri Amora yang tengah mengerjakan tugas di kantin yang berada di dalam area kampus mereka, “Hai.”

“Eh, Vell” ucap Amora karena terkejut saat melihat laki-laki itu yang tiba-tiba datang dan langsung menyodorkan sekaleng minuman yang sering Amora minum.

“Nih diminum, Ra. Bay the way lagi ngerjain tugas apa?” tanya Marvell seraya tersenyum setelah memberikan minuman kaleng itu kepada Amora.

“Makasih, Vel. Ini ngerjain tugas presentasi buat besok” jawab Amora yang juga melempar senyuman cantiknya setelah berterima kasih atas minuman dari Marvell.

“Oohhh” ujar Marvell seraya mengangguk-anggukkan kepalanya, setelah itu dia membuka minumannya dan disusul oleh Amora.

Marvell menemani Amora mengerjakan tugas presentasinya sembari mengerjakan tugasnya juga, di sela-sela kesibukan itu, mereka juga sempat mengobrol hal-hal lucu yang membuat mereka tertawa.

Tidak hanya hari itu, secara berturut-turut Marvell terus saja menemani Amora mengerjakan tugas kuliahnya, bahkan Amora sampai tidak enak sendiri.

“Gimana cara gue bilang ke Marvell. Gue takut dia malah sakit hati kalau gue bilang dia ngga perlu ada di setiap hari gue. Tapi kalau kayak gini, gue jadi ngga enak.”

Amora terus saja mengatakan hal itu, dia selalu saja maju mundur untuk mengucapkan itu kepada Marvell. Sampai di hari Jum’atnya, Amora memberikan sebuah undangan kepada Marvell.

Karena besok Minggu, acara pernikahannya akan berlangsung, jadi dia memberikan undangan di hari Jum’at kepada orang-orang terdekatnya.

“Vell, emm, ini” ucap Amora seraya memberikan sebuah kertas undangan kepada Marvell.

Marvell pun mengambil kertas itu dan membaca judul dari undangan yang dia terima itu, ternyata di dalam judul undangan itu terdapat nama Daren dan Amora yang berdampingan.

Terlihat Marvell sedikit tersenyum, “Selamat ya. Aku do’ain pernikahan kamu berjalan dengan sangat lancar. Aku ikut bahagia ngelihat kamu bahagia sama pilihan terbaik orang tua kamu.”

“Makasih ya, Vell. Aku juga mau minta maaf karena ngga bisa bales perasaan kamu, dan malah bawa berita yang mungkin buat kamu berita buruk. Aku ngga bermaksud sakitin hati kamu” jawab Amora.

“Santai aja, Ra. Aku masih bahagia kok selagi hubungan kita masih baik, walaupun aku ngga jadi pacar kamu, aku masih jadi temen baik kamu kan?” tanya Marvell.

Amora menganggukkan kepalanya seraya tersenyum dan menatap Marvell, “Kamu masih jadi temen baik aku kok. Aku ngga akan berubah meskipun aku udah nikah nantinya.”

Mendengar itu Marvell ikut tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Bohong jika dia tidak sedih mendengar kabar ini, tapi mau bagaimana pun, hubungannya dengan Amora hanya bisa sebatas teman baik, tidak lebih.

Hari Minggu tiba dengan sangat cepat, saat ini terlihat Amora yang terus terpaksa untuk menunjukkan senyum manisnya, Daren pun begitu, tapi sesekali dia datar tanpa ekspresi.

Banyak orang yang kagum dengan kecantikan dan ketampanan pengantin hari itu, di antara ratusan orang yang ikut berbahagia dengan pernikahan itu, ada salah satu orang yang wajahnya tersenyum tapi hatinya menangis.

Berbulan-bulan dia menyukai Amora dan terus mencari informasi tentang gadis itu, tapi di saat dia mulai berani untuk menunjukkan jati dirinya. Dia malah mengetahui fakta bahwa gadis yang selama ini dia sukai ingin menikah.

Sungguh sakit, tapi Marvell sadar. Bahwa jika dia berani mencintai, dia juga harus berani untuk menanggung segala risikonya, apa pun itu.

Di malam harinya terlihat Amora yang keluar dari kamar mandi yang ada di kamar hotelnya dengan Daren seraya mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.

Amora berjalan ke arah window seat atau tempat duduk di jendela sembari terus melanjutkan aktivitasnya, sampai Daren yang tadinya duduk di sofa beranjak ke kamar mandi. Amora hanya diam seraya melihat pergerakan laki-laki yang kini menjadi suaminya itu.

Setelah itu Amora melihat sekitar kamar hotel itu, gadis itu menghembuskan nafasnya kasar saat melihat kondisi kamar itu yang dihias dengan sangat indah, kasur di sana juga dihias seperti pada umumnya untuk pengantin baru.

“Seharusnya ini hari paling bahagia bagi gue. Tapi, gue ngga nikah sama orang yang gue suka. Gimana gue bisa bahagia?”

Selang beberapa waktu kemudian, Amora sudah berada di atas kasur dengan laptop yang terus dia tatap dengan serius. Hal itu juga dilakukan oleh Daren di meja yang ada di sofa kamar itu.

Mereka berdua sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, Amora dengan tugas kuliahnya karena dia tidak masuk kuliah di hari Sabtu, sedangkan Daren dengan pekerjaan kantornya yang sepertinya menumpuk, karena beberapa hari belakangan ini dia tidak ke kantor.

Keesokan harinya Amora terbangun dengan posisi tubuhnya yang dipeluk oleh selimut, padahal jika dia ingat semalam. Dia masih mengerjakan tugas kuliahnya dan ketiduran karena kelelahan, kenapa sekarang dia sudah dalam kondisi seperti ini?

“Tugas gue!” Amora terlonjak kaget hingga terduduk saat dirinya teringat bahwa tugas kuliah yang ia kerjakan semalam belum selesai, dan deadlinenya adalah jam 8 pagi, sedangkan sekarang adalah jam di handphone-Nya menunjukkan pukul 7 lebih 45 menit.

Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 8 kurang 15 menit, di mana deadline tugasnya akan segera berakhir, seketika membuat Amora semakin terkejut. Dia pun langsung turun dari kasur itu dan membuka laptopnya yang berada di atas meja.

Amora duduk di kursi yang ada di dekat meja itu seraya menunggu laptopnya menyala. Dengan rambutnya yang semakin acak-acakan, Amora terus menyalahkan dirinya sendiri.

“Kenapa coba gue ketiduran?!. Mana masih banyak lagi tugasnya” ucap Amora seraya terus mengacak-acak rambutnya.

Saat Amora sudah berhasil menyalakan laptopnya, Amora terkejut karena tugasnya sudah selesai, hingga akhir, “Hah!, gue ngga salah lihat nih?” tanya Amora yang lalu mengusap matanya beberapa kali untuk memastikan.

“Saya sudah menyelesaikannya semalam” sebuah suara berat menyapa gendang telinga Amora. Seketika Amora pun langsung melihat ke sumber suara, ternyata orang yang mengucapkan kalimat barusan adalah Daren.

Laki-laki itu baru saja keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kaos lengan pendek berwarna hitam dan celana panjang berwarna cream, Amora yang melihat itu sedikit terpana. Karena baru pertama kali ini dia melihat Daren berpakaian casual seperti itu.

“Kamu bisa mengirimnya” lanjut Daren.

“Ha?, oh i-iya. Makasih banyak” ucap Amora yang kembali menoleh ke arah laptopnya. Dengan cepat Amora mengirim tugas kuliahnya yang telah diselesaikan oleh Daren ke Dosen pembimbingnya.

 

 

Bersambung……

 

 

 

https://www.redaksiku.com/novel-choose-happiness-part-7/

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas
Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]
Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue
Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024
Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )
Novel Senja Membawamu Kembali (Part 31)
Novel Hitam Putih Pernikahan (Bab 16)
Novel : Hitam Putih Pernikahan (Bab 15)

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:41 WIB

Daftar Klasemen Sementara SEA Games 2025 per Hari Ini, 16 Desember 2025, Persaingan Medali Kian Memanas

Sabtu, 16 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Baca Novel : Suamiku, Tentara Dingin! [TAMAT]

Minggu, 3 Agustus 2025 - 16:11 WIB

Novel : Choose Happiness (Part 26) Ada kabar nih dari Blue

Selasa, 4 Februari 2025 - 17:40 WIB

Ini Dia Juara Pandora IWZ x Redaksiku.com 2024

Senin, 20 Januari 2025 - 10:32 WIB

Novel Senja Membawamu Kembali ( Part 13 )

Berita Terbaru

Foto: AI ilustrasi proyek infrastruktur di Kota Parepare yang disorot BPK, nilainya Rp445 juta.

Viral

Wow! 24 Proyek Parepare Masuk Catatan BPK, Ada Rp445 Juta

Sabtu, 29 Agu 2026 - 12:10 WIB