Harus ada yang ngalah, Mir! Kalau ego lelaki itu biasanya memang selalu merasa benar. Karena kalau mengaku salah, ia akan dianggap lemah. Dan lelaki nggak akan mau dianggap lemah, ujar Pras. Entah kenapa, mendengar kalimat Pras darahku seperti naik sampai ke ubun-ubun.
Jadi maksud kamu, aku harus ngalah? tanyaku sewot.
Ngalah belum tentu salah, tapi demi menjaga keutuhan rumah tangga. Kamu masih cinta, kan sama Bayu? Tiba-tiba Pras menanyakan sesuatu yang sangat sensitif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aku tak kuasa menjawab.
Pras memandangku dengan tatapan aneh.
Aku segera menunduk, pura-pura membuka lembaran demi lembaran novel di tangan. Untunglah saat itu pelayan datang untuk mencatat pesanan kami, sehingga untuk sementara aku bisa mengatur napas dan mencari jawaban.
Aku masih mencintai Mas Bayu. Kuteguk jus jeruk di depanku. Rasa segar jeruk asli dingin mengalir di kerongkongan menimbulkan suasana sejuk dan tenang.
Nah, apalagi kamu masih mencintai suamimu. Ngalah aja, Mir! Jangan sampai kamu nyesal kalau orang yang kamu cintai pergi meninggalkanmu, kata Pras lirih.
Aku memandangnya dengan iba. Pasti ia teringat Safira.
Kamu sangat mencintai Safira, ya? tanyaku lembut.
Pras mengangguk. Sama seperti saat aku mencintaimu dulu, sebelum menikah dengan Safira.
Rasa hangat menjalar di wajahku.
Jangan mulai, Pras. Aku udah cukup pusing mikirin masalah rumah tanggaku, gerutuku pelan.
Lho, aku berkata yang sebenarnya. Kalau saja bukan karena memikirkan baktiku pada Bunda, aku sudah menikahimu, ucap Pras serius. Kecantikanmu nggak akan pernah luntur di mataku, Mir!
Kata-kata Pras membuatku terasa melayang ke langit ketujuh. Seumur hidup, aku belum pernah mendapatkan pujian seperti ini dari Mas Bayu, padahal aku sudah berusaha keras untuk tampil cantik di hadapannya. Kalau aku tanya, ia selalu menjawab, ˜Kalau kamu nggak cantik, aku nggak akan menikahimu.™
Aku memandang sosok lelaki di depanku yang terlihat serius membuka sebuah buku tebal berbahasa Inggris. Kemeja putih bergaris hitam dengan celana hitam tampak serasi di tubuhnya yang tegap. Rambut pendeknya tersisir rapi. Alis yang indah melindungi mata sipitnya. Sungguh, sebuah pemandangan yang indah. Tiba-tiba ia mengangkat wajahnya dan memandangku. Melihat aku salah tingkah, Pras tersenyum lebar.
Kenapa, Mir? tanyanya lembut, tapi sanggup membuat jantungku berdebar lebih kencang. Apakah aku jatuh cinta?
-bersambung-
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest






