Mengungkap Sejarah Hari Ibu, Perjuangan Perempuan Indonesia yang Mengubah Arah Bangsa

- Penulis

Rabu, 17 Desember 2025 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simak sejarah Hari Ibu Indonesia dan makna penting perjuangan perempuan dalam pembangunan nasional hingga sekarang. (Foto: Unsplash)

Simak sejarah Hari Ibu Indonesia dan makna penting perjuangan perempuan dalam pembangunan nasional hingga sekarang. (Foto: Unsplash)

Sejarah Hari Ibu di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan perayaan kasih sayang seorang anak kepada ibunya.

Peringatan ini lahir dari perjalanan panjang perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak, martabat, dan perannya di tengah masyarakat.

Hari Ibu menjadi simbol kebangkitan kesadaran perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan bangsa.

Melalui momentum ini, bangsa Indonesia diajak untuk menghargai kontribusi perempuan di berbagai bidang kehidupan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, memahami sejarah Hari Ibu menjadi langkah penting agar maknanya tidak bergeser menjadi sekadar seremoni tahunan.

Sejarah Hari Ibu dan Awal Kebangkitan Perempuan Indonesia

Mengungkap Sejarah Hari Ibu, Perjuangan Perempuan Indonesia yang Mengubah Arah Bangsa
Mengungkap Sejarah Hari Ibu, Perjuangan Perempuan Indonesia yang Mengubah Arah Bangsa

Sejarah Hari Ibu di Indonesia berakar kuat pada peristiwa besar yang menandai kebangkitan gerakan perempuan nasional.

Dikutip dari djkn.kemenkeu.go.id, tonggak awalnya adalah Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung pada 2225 Desember 1928 di Yogyakarta.

Kongres ini diselenggarakan hanya beberapa minggu setelah Sumpah Pemuda, sehingga semangat persatuan nasional sangat terasa dalam setiap pembahasannya.

Dalam kongres tersebut, berkumpul sekitar 30 organisasi perempuan dari berbagai daerah, terutama Jawa dan Sumatera.

Para perempuan ini datang dengan latar belakang perjuangan yang berbeda, namun memiliki satu tujuan yang sama, yakni memperjuangkan kemajuan perempuan Indonesia.

Sejarah Hari Ibu tidak bisa dilepaskan dari keberanian mereka untuk bersuara di tengah kondisi penjajahan yang masih mengekang.

Kongres Perempuan Indonesia I tidak sekadar menjadi forum diskusi, melainkan juga ruang konsolidasi gagasan.

Para peserta menyadari bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun bangsa, baik melalui pendidikan, keluarga, maupun ruang sosial yang lebih luas. Dari sinilah kesadaran kolektif perempuan Indonesia mulai terbangun secara terorganisir.

Salah satu hasil penting dari kongres ini adalah lahirnya semangat persatuan antarorganisasi perempuan. Kesadaran bahwa perjuangan akan lebih kuat jika dilakukan bersama menjadi landasan utama gerakan perempuan selanjutnya. Inilah sebabnya sejarah Hari Ibu sesungguhnya merekam kisah perjuangan, bukan sekadar ungkapan cinta personal.

Sejarah Hari Ibu dan Lahirnya Perserikatan Perempuan Indonesia

Dalam perjalanan sejarah Hari Ibu, Kongres Perempuan Indonesia I melahirkan dampak besar yang masih terasa hingga kini. Salah satu pencapaian terpenting adalah terbentuknya Perserikatan Perempuan Indonesia (PPI). Organisasi ini menjadi wadah persatuan bagi berbagai perkumpulan perempuan yang sebelumnya bergerak secara terpisah.

Selain pembentukan organisasi, kongres juga menghasilkan beberapa mosi penting yang mencerminkan kebutuhan nyata perempuan Indonesia pada masa itu. Mosi tersebut mencakup tuntutan penambahan sekolah dasar bagi anak perempuan, perbaikan aturan dalam pernikahan, serta perhatian terhadap kesejahteraan janda dan anak yatim.

Semua mosi ini menunjukkan bahwa perjuangan perempuan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi sangat konkret dan menyentuh kehidupan sehari-hari.

Sejarah Hari Ibu mencatat bahwa perempuan Indonesia sejak awal telah memperjuangkan hak pendidikan dan keadilan sosial. Mereka menyadari bahwa kemajuan bangsa tidak mungkin tercapai tanpa perempuan yang berpendidikan dan memiliki perlindungan hukum. Gagasan-gagasan ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan kebijakan sosial di masa depan.

Sejarah Hari Ibu dalam Kongres Perempuan Selanjutnya

Setelah Kongres Perempuan Indonesia I, perjuangan perempuan terus berlanjut melalui kongres-kongres berikutnya. Kongres Perempuan II, III, dan IV menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan arah perjuangan. Dalam Kongres Perempuan Indonesia III yang digelar di Bandung pada 2327 Juli 1938, isu persamaan hak antara laki-laki dan perempuan menjadi topik utama.

Sejarah Hari Ibu pada fase ini menunjukkan kematangan pemikiran gerakan perempuan Indonesia. Persamaan hak yang diperjuangkan tidak dimaknai sebagai penghapusan perbedaan kodrat, melainkan sebagai pengakuan terhadap martabat dan kontribusi perempuan. Pandangan ini mencerminkan keseimbangan antara nilai budaya dan tuntutan keadilan sosial.

Pada kongres yang sama, disetujui pula rancangan undang-undang tentang perkawinan modern yang disusun oleh Ny. Maria Ulfah. Hal ini menjadi bukti bahwa perempuan Indonesia telah aktif terlibat dalam perumusan kebijakan publik sejak masa sebelum kemerdekaan. Sejarah Hari Ibu pun semakin menegaskan bahwa peran perempuan tidak bisa dipisahkan dari proses pembentukan bangsa.

Yang paling penting, dalam Kongres Perempuan Indonesia III inilah tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu. Penetapan ini merujuk pada tanggal berdirinya Perserikatan Perempuan Indonesia, yang menjadi simbol persatuan gerakan perempuan nasional.

Hari Ibu Ditetapkan sebagai Hari Nasional dan Maknanya Saat Ini

Pengakuan resmi terhadap Hari Ibu terjadi pada tahun 1959 melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-hari Nasional yang Bukan Hari Libur. Sejak saat itu, sejarah Hari Ibu semakin menguat sebagai bagian dari identitas nasional Indonesia. Peringatan ini bukan hanya milik perempuan, tetapi juga milik seluruh bangsa.

Makna peringatan Hari Ibu di Indonesia berbeda dengan perayaan serupa di banyak negara lain. Hari Ibu di Indonesia tidak semata-mata tentang hubungan biologis antara ibu dan anak, melainkan tentang penghargaan terhadap peran perempuan dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan budaya.

Hingga saat ini, sejarah Hari Ibu terus relevan dalam mengingatkan masyarakat bahwa perempuan adalah motor penggerak pembangunan. Perempuan Indonesia berkontribusi sebagai pendidik generasi, penggerak ekonomi keluarga, hingga pemimpin di berbagai sektor. Momentum Hari Ibu menjadi ajakan untuk terus memperjuangkan kesetaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap perempuan.

Setiap tahun, peringatan Hari Ibu pada 22 Desember dirayakan dengan khidmat di seluruh Indonesia. Penggunaan kebaya dalam berbagai acara menjadi simbol penghormatan terhadap identitas budaya perempuan Indonesia. Tradisi ini sekaligus menegaskan bahwa perjuangan perempuan berjalan seiring dengan pelestarian nilai budaya bangsa.

Dengan memahami sejarah Hari Ibu secara utuh, masyarakat diharapkan tidak memaknai peringatan ini secara dangkal.

Hari Ibu adalah refleksi panjang perjuangan perempuan Indonesia dalam membangun bangsa, sekaligus pengingat bahwa kemajuan masa depan tidak bisa dilepaskan dari peran dan kontribusi perempuan.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wih! BOSP SDN Tallo Tua Rp151 Juta, Kepala Sekolah Tak Tahu
Duh! Rp19,4 Miliar Digelontorkan, Jalan Pujananting Kok Mandek?
Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi, Ini Kronologinya
Ambulans Kecelakaan di Tol Batang-Semarang, 3 Orang Tewas
Kapan Maulid Nabi 2026? Catat Tanggal Pentingnya, Lengkap dengan Kalender Rabiul Awal
Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya
Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya
Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Wih! BOSP SDN Tallo Tua Rp151 Juta, Kepala Sekolah Tak Tahu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Duh! Rp19,4 Miliar Digelontorkan, Jalan Pujananting Kok Mandek?

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi, Ini Kronologinya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:01 WIB

Ambulans Kecelakaan di Tol Batang-Semarang, 3 Orang Tewas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Kapan Maulid Nabi 2026? Catat Tanggal Pentingnya, Lengkap dengan Kalender Rabiul Awal

Berita Terbaru